
Pedro Rahardian, pria keturunan Indonesia dan Singapura ini sudah lama ikut bekerja dengan keluarga Chen. Ia mengabdi di keluarga Roi dan Silvi, awalnya Pedro hanya sebagai karyawan di perusahaan yang dipimpin Roi. Perusahaan yang dipimpin oleh Lois sepupu Roi hampir saja bangkrut, hal itu disebabkan karena Lois seringkali bepergian dengan teman-temannya untuk berpetualang, sehingga perusahaan yang dipimpinnya kurang mendapat perhatian dan tidak berkembang, akhirnya Pedro sebagai orang kepercayaan Chen dikirim ke Singapura untuk membantu menjalankan perusahaan tersebut.
Waktu itu, Alvino masih menempuh kuliah di Jerman, Sekarang ia telah menamatkan sarjananya, Alvino sudah punya pengalaman yang banyak tentang memimpin perusahaan, seluruh keluarganya termasuk orang-orang yang berkecimpung sebagai pemimpin perusahaan. Mulai dari Michel, Morin, Roi, mereka semua turun temurun ahli dalam menjalankan perusahaan. Selain ilmu warisan keluarga, siapa yang tidak mengenal pemilik Chen grup, perusahaannya besar dan sangat disegani.
Hubungan Pedro dan Alvino tidak begitu dekat, karena Alvino lama tinggal di Jerman, sedangkan Pedro tinggal bersama Roi dan Silvia. Kedua orang tuanya bekerja sebagai praktisi hukum di Indonesia. Sebelum Pedro di mutasi Michell ke Singapura, Pedro sangat dekat dengan Elvina, mereka sering menghabiskan waktu untuk sekedar jalan-jalan setelah menyelesaikan aktivitas mereka masing-masing.
*
*
"Jangan mengganggu kerjaku. Aku akan mengirimmu kenbali ke tanah air." Alvino mengingatkan Elvina ketika ia tiba di perusahaan Two Win tepatnya di ruangan Al bekerja.
" Kak...bukannya memelukku. Kau malah memarahiku." Elvina melebarkan tangannya sebagai tanda agar Al memeluknya.
Oh...my God, bisa terganggu aku bekerja bila ia berlama-lama disini.
Dengan sedikit kesal Al akhirnya memeluk adiknya El, ia berharap setelah pelukkan ini, ia akan meninggalkan kantornya.
__ADS_1
" Sekarang Pedro akan mengantarmu ke apartemen." Al menatap Pedro dan memberi kode agar segera membawa El dari ruangannya. Ia ingin bekerja, banyak hal-hal yang harus diselesaikannya segera.
"Ayo, El. Aku akan mengantarmu." Pedro menarik tangan Elvina.
" Oke, sampai ketemu di apartemenmu malam nanti kak." Elvina melambaikan tangannya seraya berjalan meninggalkan ruangan Al.
Sepeninggal El, Al akan bersiap-siap bertemu kliennya, beberapa file sudah dirapikannya dan akan dibawanya. Bianca, ya itulah klien yang akan ditemuinya.
"Selamat siang, Al." Bianca berdiri dan menyambut kedatangan Alvino dengan senyum manisnya.
"Selamat siang, Bian."
" Belum."
"Kalau begitu kita makan siang dulu ya. Aku pesankan."
Bianca adalah teman Al ketika di Jerman. Mereka satu jurusan mengambil tehnik mesin. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Bianca meneruskan perusahaan orang tuanya yaitu jual beli mobil.
__ADS_1
Sebulan yang lalu tanpa sengaja ia melihat berita tentang perusahaan Al yang sangat maju di sosial media, lalu Bianca menghubungi Al melalui email dan meminta mereka bertemu.
" Al. Aku ingin bekerjasama dengan perusahaanmu. Mobil yang kalian produksi sangat laku di pasaran." Bianca mulai membicarakan tujuannya bertemu Al, sambil mereka menikmati makan siang yang baru saja di pesan Bianca.
" Hmm. Boleh juga. Segera kirimkan proposalmu padaku. Kita bisa membahasnya segera."
"Hm. Terima kasih, Al." Bianca tersenyum, dalam hatinya memuji Alvino yang sudah menjadi pemimpin perusahaan besar sekarang.
" Sorry. Ini nomor meja yang saya pesan." suara seorang wanita di samping meja membuat Al dan Bianca menoleh secara bersamaan.
Bianca memeriksa kembali nomor meja yang dipesannya kemarin, nomor 39
Oopss...salah. Harusnya 39 bukan 36.
" Maaf nona, saya salah tempat. Bisakah kalian memakai meja yang kami pesan, di sana." Bianca meruntuki kecerobohannya, dan menunjuk meja nomor 39.
Alvino menatap wanita yang masih berdiri di sisinya, Al berharap wanita itu mau menerima permintaan maaf Bianca.
__ADS_1
" Sorry, Al. Aku salah tempat." Bianca tidak ingin Alvino kurabg nyaman atas kejadian ini.
"Hm. Baiklah. Lain kali jangan salah lagi." Wanita itu adalah Melinda, ia berpura-pura tidak mengenal Al, dan ingin memberikan kesan baik tentang dirinya kepada Al.