Cinta Di Ujung Penantian

Cinta Di Ujung Penantian
#7


__ADS_3

Setelah meninggalkan tempat kerja saudara kembarnya, Alvino, El mengajak Pedro ke supermarket, ia akan menyiapkan beberapa kudapan di apartemen Al. El tahu kalau Al pasti tidak mempunyai snack-snack kecil di apartemennya, karena Al memang kurang suka dengan hal itu.


Hobby memasak Elvina merupakan talenta yang diwariskan oleh ibunya, Silvia. Kesehariannya, El sering kali menghabiskan waktunya untuk masak-memasak di rumah, dan El sangat tertarik untuk mempelajari dan mencoba menu-menu baru, pernah satu kali Roi menawarkan agar putrinya itu mencoba usaha dengan membuka resto, tapi Elvina menolak dengan alasan itu akan merepotkannya.


" Kau memasak apa?" Al yang baru pulang melihat El sedang sibuk memasak.


"Hanya snack untuk camilan. Aku tahu kau pasti tidak mempunyainya."


" Kau bisa minta Pedro mengantarmu belanja." Al meletakkan tas yang dipegangnya di meja. Kemudian ia membuka jas yang membuatnya sedikit gerah. Lalu ia menghampiri El yang sedang menata makanan yang baru dimasaknya di dalam toples.


"Stephanie akan tiba besok, jadi kami berdua bisa menghabiskan waktu di rumah sambil menyantap ini, kami tidak akan merepotkanmu, Al."


"What? Stephanie akan kesini juga" Al tidak jadi memakan camilan yang baru saja diambilnya dari toples. Ia terkejut sepupunya itu juga agar berlibur ke Singapura dan pastinya tinggal bersamanya juga.


Oh....no. Jadi apa hari-hariku dengan mereka berdua. Pasti mereka akan merepotkan aku nanti.


"Kenapa terkejut? Bukankah hal biasa kalau Nie berlibur ke sini." El bertanya setelah melihat raut wajah Al sepertinya keberatan.

__ADS_1


"Aku ingatkan Elvina! Aku tidak mau apartemen ini menjadi seperti kapal pecah nantinya." Dengan raut wajah yang kesal Al meninggalkan El yang berdiri mematung memandangnya.


" Kenapa ia marah? Bukankah aku sudah membereskan semuanya." Elvina heran mengapa Al menjadi begitu marah.


*


*


Sementara Al dikamar sedang menelepon sekretarisnya Pedro.


"Kau akan tinggal bersamaku seminggu ke depan." dengan sedikit kesal Al memerintahkan Pedro untuk tinggal di apartemennya.


"Tidak ada penolakkan, Pedro."


Alvino tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika El dan Nie berada di rumahnya seminggu ke depan. Ia tahu kalau kedua perempuan itu akan merecokki nya.


Stephanie adalah putri sulung dari pasangan Togar dan Indah, sepupu Alvino. Nie adalah orang manja dan sedikit perasa, mudah ngambek dan susah sembuhnya.

__ADS_1


Al tahu persis El dan Nie itu orangnya bagaimana, mereka sudah biasa hidup enak, artinya tidak perlu capek-capek beberes rumah, ada asisten rumah tangga yang membereskan segala sesuatunya.


El dan Nie sangat di manja, itulah sebabnya Al keberatan bila dua mahkuk itu berada di apartemennya, mau bilang apa jika mamihnya sudah wanti-wanti harus menjaga El dan Nie selama liburan di Singapura, Al tidak bisa menolak, Al menjatuhkan pilihan kepada Pedro untuk menjadi pengasuh sementara.


*


*


Sementara di tempat lain Pedro bingung dengan permintaan bossnya itu, tidak mungkin ia bisa membantah, tapi Pedro bingung kalau tinggal di apartemen Al, apa yang akan dilakukannya, sebab Al tidak memberitahu dengan jelas apa tugasnya.


Apakah ada hubungannya dengan Elvina?


Sementara Al merasa sedikit lega, ada Pedro yang akan mengurusi kekacauan yang akan terjadi di tempat tinggalnya.


Sepertinya aku harus mengatakan selamat datang masalah.


"Al..Al...Kau tidak makan malam?" El mengetuk pintu kamar Al.

__ADS_1


Al hanya menatap sepintas ke arah pintu kemudian ia merebahkan dirinya di kasur empuk. Saat ini ia hanya ingin istirahat sebentar kemudian akan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi siang.


__ADS_2