Cinta Dibalik Heroin

Cinta Dibalik Heroin
Bab 22 Surat


__ADS_3

 


Waktu begitu cepat berlalu sampai tak terasa kalau beberapa bulan yang lalu telah terjadi hal yang menyeramkan untuk diingat lagi.


. Feni duduk disebuah bangku dengan sebuah meja coklat didepannya, ia duduk diruangan ini sekitar 10 menit yang lalu. Erlang berdiri dibelakangnya disudut ruangan itu.


Tak lama sebuah terali besi dibuka, seoang petugas wanita masuk dengan pakaian berwarna biru mengantarkan orang yang dicari Feni yaitu Adek.


Perempuan berbaju orange dengan tulisan tahanan itu duduk didepan Feni.


Feni tersenyum, kemudian menggenggam tangan Adek kuat. Sahabatnya ini terlihat makin kurus, wajahnya tidak terawat seperti biasa, rambutnya diikat rapi. Meski begitu tidak mengurangi cantiknya.


“Kamu apa kabar?” tanya Feni.


“Baik, seperti yang kamu lihat” jelas Adek membalas genggaman Feni.


Kemudian Feni menarik tangannya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


“Minggu depan Lina menikah” kata Feni menyodorkan sebuah undangan.


“Akhirnya ada juga yang menikah lebih dulu diantara kita” kata Adek mengambil undangan itu.


Feni tersenyum.


“Meskipun kamu gak akan bisa datang, tapi aku dan Lina ingin kamu tau kalau kamu penting banget buat kami” jelas Feni.


Adek mengangguk,


“makasih ya Fen”


Feni mennggangguk,


“Ada lagi” Feni mengeluarkan sebuah kertas yang di lipat dari tasnya, kertas itu tampa amplop.


“ini dari Ryan” tanya Adek begitu membaca isinya.


“Iyah, kemaren Erlang menemui Ryan. Dia nitipkan ini.”


Adek melirik Erlang, kemudian tersenyum tanda terima kasih.


“Makasih ya Fen”

__ADS_1


Feni lagi-lagi mengangguk.


***


 


Adek duduk sebuah kasur tanpa ranjang diruangan kecil itu, ada 4 orang lagi perempuan yang juga sibuk dengan aktifitas masing-masing. Tangan Adek pelan membuka lipatan kertas itu.


“untuk Adek,


Hai sayang, gimana kabar kamu disana? Sehat kan?kamu gak perlu khawatir tentang aku, aku disini baik- baik aja..


Maaf…


Karena membuat hidupmu seperti ini, kamu harus menderita karena aku. Terima kasih selalu baik pada aku


Adek sayang, jaga diri baik-baik disana ya.


maaf karena kita harua berpisah untuk waktu yang lama. Yang pasti aku selalu sayang kamu. Aku mencintaimu.


 


Dari pria yang selalu mencintaimu


***


Epilog


 


Tanpa Adek sadari, air matanya jatuh. Ia terisak pelan, jujur ia sama sekali tidak pernah marah akan hidupnya saat ini. Ia ikhlas dengan jalan Tuhan untuknya.


 


 


 


Feni tersenyum sumringah menatap kearah pelaminan, Lina dan Yudha berdiri berdampingan. Keduanya menggunakan pakaian adat minang, keduanya sekarang telah jadi anak daro.


Erlang menggenggam tangan kanan Feni erat, ia juga bahagia melihat Feni bahagia. Ia berdoa dalam hatinya kalau semua akan berjalan baik-baik saja seperti ini.

__ADS_1


Meskipun keberadaan Roni masih jadi pemikiran Erlang, ia tau bagaimana kejamnya Roni. Sekarang dia bisa berlaku sangat lembut pada Feni, bahkan membunuh Marko demi Feni.


Erlang mengeratkan genggamannya, membuat Feni meliriknya.


“Kenapa?” tanya Feni.


Erlang menggeleng, ia tidak mau Feni ikut memikirkan soal Roni.


“Gak, aku hanya berfikir. Kita kapan berdiri disana seperti mereka” goda Erlang


Mulut Feni terbuka, semburat merah menjalar diwajahnya. Yang membuat Erlang tertawa kecil. Kemudian mengecup keningnya.


“kamu emang lucu” kata Erlang kemudian.


“Lucu.. emang aku badut” kata Feni cemberut.


“kamu calon istri aku” goda Erlang makin membuat pipi Feni merah.


“Erlang..” kata Feni merengek dan mencupit pinggang Erlang.


“ssstt sakit.. kita dilihatin orang tuh” Erlang berusaha menghindari cubitan Feni.


“Kamu sih nakal” kata Feni cemberut.


“Bibirnya jangan manyun gitu, mau aku cium?”


Mata Feni melotot, ia makin tak nyaman digoda terus dari tadi


“Iya..maaf” kata Erlang mengusap kepala Feni lembut, ia tau perempuan didepannya sekarang lagi marah.


“Jangan godain aku terus” kata Feni.


“iyah..”


“Feni.. Erlang . Ayo foto” panggil Lina


Feni dan Erlang maju ke pelaminan. Tangan mereka saling bertaut, melangkah menuju pelaminan. Lina telah menyambutnya dengan senyuman.


Kejadian di Bali kemaren membuat mereka saling bertemu, Erlang dan Feni. Membuat mereka berikrar dalam hati dengan pasti untuk akan selalu saling menjaga selamanya


 

__ADS_1


Tamat


 


__ADS_2