Cinta Dibalik Heroin

Cinta Dibalik Heroin
Rapat Darurat


__ADS_3

Erlang, Andre, Rima dan Toni dan 3 orang anggotanya sedang berada di ruang rapat. Semuanya berkumpul diminta Andre membahas soal Bunga Primrose.


"Gimana Ton? Apa yang didapat?" tanya Andre.


"Kalau soal foto yang di kirim ke Erlang, foto di ambil di rumah Lina. Menurut cctv komplek sebuah cctv berhenti di dekat rumah Lina pada tanggal 3 September. plat polisi palsu"


"Dan soal pengiriman ke tempat Erlang, dia pake gojek. Yang order orang yang gak kenal sama sekali sama Feni dan Erlang katanya ia di minta tolong oleh seseorang. Gak ada cctv saat orang itu minta tolong"


Andre menghela nafasnya mendengar penjelasan panjang Toni.


"Lo dapat sesuatu Lang" tanya Andre.


"Bunga itu di kirim di Queen flower, di pesan melalui WA, no wa nya gak aktif. Pemilik no hebatnya udah meninggal" jelas Erlang.


"Berarti pake data pribadi orang lain?" tanya Rima.


"Iyah"


"Lo jadi ketempat Ryan" tanya Rima pada Erlang.


Erlang mengangguk


......................


Saat ini Erlang sedang duduk di hadapan Ryan, mereka di pisahkan oleh sebuah meja kayu.


"Ini pertama kali lo ngunjungin gw, Ada apa?" tanya Ryan karena setelah 5 menit Erlang duduk dia sama sekali tidak bicara.


"Gw akan langsung ke intinya"


"Apa?"


"Roni" kata Erlang, nama itu membuat Ryan tampak serius menatap Erlang.


"Kenapa dia? Ketangkep?"


"Belum"


Ryan tersenyum sinis.


"Dia memang hebat" kata Ryan tersenyum tapi terlihat sangat kesal.


"Lalu apa?" tanya Ryan lagi.

__ADS_1


"Gw cuman pengen lo cerita tentang dia"


"Cerita, apanya"


"Asal usulnya, siapa dia dan bagaimana dia ada di organisasi"


Ryan menghela nafas pelan, bersandar pada sandaran kursi kayu dibelakangnya.


"Dia dibawa pulang Papa sekitar dia umur 15 tahun" Ryan mulai mengenang.


"Seseorang yang sama sekali tak banyak bicara, gw dan Hani hanya tau saat itu dia anak teman bokap"


"Teman bos Marko" tanya Erlang.


Ryan mengangguk.


"Teman yang mana"


"Itu juga gw gak tau, kami gak terlalu peduli soal siapa dia. Walaupun dia mulai jadi anak kesayangan papa di rumah dan di organisasi"


"Dia gak pernah cerita soal keluarganya"


"Gak, kalau di tanya siapa orang tuanya dia akan bilang orang tuanya adalah bokap gw"


Erlang hanya diam mendengar perkataan Ryan.


"Apa dia mencoba meneror pacar lo" tebak Ryan.


"Gimana lo bisa berfikir seperti itu?" Erlang balik bertanya.


"Roni adalah seorang yang ambisius. Apa yang dia inginkan harus dia miliki"


"Dia gak peduli bagaimana caranya, yang pasti harus dia dapatkan" lanjut Ryan.


"Kayaknya lo juga tau gimana dia" ucap Ryan.


"Ya, gw tau. Membunuh bos bukan masalah besar sepertinya sama dia"


"Hanya itu informasi soal Roni dari Ryan" kata Erlang mengingat pertemuannya dengan Ryan kemaren.


"Berarti gak jelas dari mana Roni?" tanya Rima.


"Kalau sesuai penyidikan dari kartu identitasnya Roni lahir di Surabaya. Sebelum diangkat anak oleh Marko, ia tinggal di panti asuhan. menurut pengurus panti, ia dititipkan saat umur 8 tahun oleh Marko" jelas Toni.

__ADS_1


"Hanya itu? itu informasi dia sebelumnya kan" tanya Andre


"Ya, hanya itu"


"Pencarian selama 2 tahun ini ke tempat yang kira-kira ia tinggali, tempat organisasi sering ngumpul dulu sama sekali gak ada tanda-tanda dia disana" jelas Erlang.


"Sebenarnya dia bersembunyi dimana dan apa rencananya" ucap Andre lebih kepada dirinya sendiri.


Semua yang ada diruangan itu terdiam.


Erlang ingat dengan pembicaraan dia dengan Ryan sebelum ia pulang. Itu sama sekali tidak ia sampaikan di rapat kali ini.


"Tapi gw rasa Roni bukan lah orang yang meneror tanpa pemberitahuan sebelumnya"


"Maksud lo"


"Mungkin sebelumnya dia pernah mengatakan sesuatu sama cewek lo tentang hatinya"


"Atau mungkin pas di pantai dia ada berpesan sesuatu, Roni adalah orang yang menepati janji" jelas Ryan.


"Gw gak paham maksud lo"


"Lo masih ingat sama orang yang mengganggu Hani, Roni berjanji akan buat orang itu menyesalkan"


Erlang mengangguk, ia sangat ingat bagaimana Roni datang membawa jari tengah pria yang menganggu Hani. selang tak berapa lama kabar pria itu mati overdosis terdengar.


"Itu perbuatan dia" kata Ryan lagi.


"Mungkin saja Roni punya janji sama Feni, mungkin bertemu lagi mungkin" ucap Ryan dengan wajah mengejek.


"Jangan asal bicara lo"


Ryan tertawa.


"mending lo tanya cewek lo"


"Feni gak ada bilang apa-apa soal pembicaraan dia dengan Roni di pantai, Roni hanya menyelamatkan Feni dari Marko" bantah Erlang.


"Mungkin gak semuanya yang dia ceritain"


Erlang mulai gelisah, yang membuat Ryan tertawa mengejek


...****************...

__ADS_1


__ADS_2