
#Fikha
Diusiaku siapa yang akan mengira bahwa aku masih belum memiliki cinta, ahhhh sangat susah ku meyakinkan diriku sendiri akan hal satu ini, apalagi semenjak terakhir kali aku menjalani hubungan harus kandas karena ada orang ketiga.
Kebetulan sekali hari ini kerjaanku sedang tidak begitu sibuk, jadi aku akan bersantai ria di kos-kosan ku. Aku membuka sosmedku, tapi tetap saja kosong, dan sepi.
Aku berbaring dalam kesendirianku, sembari bersenandung sesekali...
"Aku memang belum beruntung, untuk menjatuhkan hatimu, aku masih belum beruntung, namun tinggi harapanku..."
(Cuplikan lirik)
Iseng saja ku buka akun Facebookku, ku utak atik lagi, buka sana buka sini, mataku tertarik ingin mengomentari sebuah postingan seseorang disana.
(post)
"Buah kedondong, biji selasih"
"Sudah ditolong, tapi tidak berterima kasih"
..... mari kita berbalas pantun...
Begitu postingnya, dengan senyum-senyum sendiri aku mulai berfikir untuk jawabannya...
(komen)
"Buah kedondong, buah manggis"
"Meminta tolong, tapi tidak digubris"
__ADS_1
Setelah itu aku menutup Facebookku, dan terlelap dalam tidur, disore hari saat aku bangun aku melihat ada pesan masuk lewat messenger, dari seseorang yang belum pernah aku kenali sebelumnya, meskipun kami berteman di media sosial.
"Hay, bolehkah aku mengenalmu?"
Tentu saja aku terkejut, dan tersenyum, "bukankah dia orang yang tadi siang aku komentari postingannya ya" batinku...
"Iya, tentu saja" _(send) kubalas pesannya.
Disitulah awal mulai cerita ini...
#Danny
Disisi lain, seseorang yang sedang pusing karna masalah pekerjaannya, ya itu adalah Danny yang tak sempat beristirahat, meeting dengan klien-klien penting memang menguras energinya.
Begitu selesai meeting Danny langsung menuju ruangannya, sampai didepan pintu ruang kerjanya.
"Iya Dann, oh ya saya mau memberikan berkas yang kemarin sekalian" Elsa mencari sesuatu ditumpukkan berkas dimejanya dan,
"Ini dia, nih berkasnya"
Elsa adalah sekretaris kepercayaan Danny, jadi karena memang teman semasa sekolah sekalian bekerja sama di kantor.
"Ok, saya masuk dulu, cepat ya makanan saya" setelah itu Danny berlalu, masuk ke dalam ruangannya.
#Diruangan kerja Danny
Danny langsung duduk dan memeriksa berkas yang tadi diserahkan oleh Elsa sekretarisnya.
Dibolak balik, setelah melihat tidak ada masalah berkas tersebut disimpannya ke dalam laci meja kerjanya.
__ADS_1
"Oh ya ampun handphoneku ketinggalan di ruangan meeting." Danny menepuk jidatnya sendiri.
Kan akhir-akhir ini dia menjadi mudah lupa, barangkali karena pekerjaan dikantor memang benar-benar kalut minggu-minggu ini, dari keuangannya yang tidak beres-beres. Ditambah lagi ayahnya yang sudah satu minggu ini dirawat dirumah sakit, dan keadaannya belum juga membaik, alhasil Danny lah yang menggantikan posisi ayahnya dikantor pusat seperti sekarang.
Danny keluar lagi dan mengambil ponselnyanya ke dalam ruang meeting, dan kembali ke ruangannya lagi.
Sembari menunggu makanan pesanannya Danny membuka ponselnya, melirik pesan masuk di messenger dari Fikha Andreancy.
Balasannya singkat tapi cukup membuat Danny menyunggingkan senyumnya.
"Iya, tentu saja"
"Hmmmm, kayaknya perempuan ini agak susah dimengerti ya" batin Danny,
"Buat aku tambah penasaran aja sama dia" Danny senyum-senyum sendiri tanpa sadar.
15 menit kemudian pintunya diketuk.
"tok_tok_tok" ketukan di pintu kedua kalinya.
Pintu terbuka dan Elsa masuk membawa nampan berisi makanan pesanan Danny, setelah meletakkannya di meja tanpa aba-aba Elsa keluar lagi, dan menutup pintu kembali.
Sementara Danny mulai menikmati makan siangnya dengan lahap seperti orang kelaparan, bagaimana mungkin tidak kelaparan sekarang saja sudah pukul 14.23 WIB, sudah lewat waktunya makan siang malahan, setengah jam lagi akan meeting lagi, menguras energinya lagi, maka ia putuskan untuk istirahat dulu, berbaring di sofa ruang kerjanya.
Sesaat sebelum terlelap Danny membalas pesan itu lagi.
"Kalau begitu sebutkan namamu, usia, asalmu darimana, dan ada dimana kamu tinggal" langsung saja ia kirim balasannya, yang tadinya niatnya mau bercandain tapi karena terkirim mau tidak mau ya sudahlah. Danny terlelap dan terjaga 15 menit kemudian.
Ketegangan meeting kembali lagi, perdebatan, demi perdebatan, solusi lagi, dan begitulah hari itu dilewati oleh Danny, dan juga Fikha yang memulai ceritanya dengan sebuah komentar di postingan.
__ADS_1