Cinta Dibalik Layar

Cinta Dibalik Layar
BAB 16 Ditemukannya Rehan dan Sinta


__ADS_3

Setelah pengumuman itu, para murid cowo yang ada di perkemahan tersebut segera berkumpul di depan panitia dan pembina perkemahan.


"baiklah kalian bapak kumpulkan disini karena ada beberapa teman kita yang tersesat di hutan tersebut, jadi bapak mau minta bantuan kepada kalian untuk mencari mereka bersama-sama, nanti akan bapak bagi beberapa kelompok untuk mencari mereka." Ucap bapak guru yang bertanggung jawab di perkemahan tersebut.


Setelah kelompoknya di bagi, mereka langsung berangkat untuk mencari keberadaan Rehan,Sinta,Aulia,dan Anto yang masih berada di dalam hutan.


Azka dan kelompoknya mulai pertama memasuki hutan, dan menelusuri dengan teliti, Azka mengikuti arah yang mereka ambil saat perlombaan tadi sore, Azka dan kelompom juga ber insiatif memanggil nama-nama mereka, siapa tau salah satu dari mereka ada yang mendengar panggilan kelompoknya Azka.


Sedangkan itu Rehan dan Anto tetap dalam keadaan terbangun mereka enggan untuk tidur, karena di tempat mereka ada 2 cewe yang harus dijaga.


Rehan mencoba membuat tanda untuk mempermudah para pencari menemukan mereka, Rehan mengambil Kaos kaki yang ia kenakan dan di ikat nya di atas pohon, begitu juga Anto melepaskan kaos kakinya juga dan mengikatnya di pohon sekitar agar tanda yang mereka buat mudah dilihat oleh kelompok yang lagi mencari mereka.


Tiba-tiba di balik semak-semak ada suara yang menggraum, Rehan dan Anto sangat waspada mereka takut kalo itu adalah serigala, jadi Rehan langsung mengambil sebuah kayu yang berada dekatnya lalu di arahkan nya kearah semak-semak tersebut, dengan tangan yang gemetaran Rehan memberanikan diri untuk memperiksa apa yang ada di balik semak-semak tersebut, perlahan-demi perlahan Rehan melangkah menuju ke semak-semak tersebut, Anto juga merasakan sangat tegang, takut kalo perkiraan mereka benar di balik semak-semak tersebut adalah serigala atau hewan buas lainnya.


Setelah sudah di hadapan semak-semak tersebut Rehan mencoba ingin membuka semak-semak tersebut dengan tangan yang gemetaran.


Rehan membuka semak-semak tersebut, "aghhhhhh" teriakan Rehan sampai membangunkan Aulia dan Sinta, setelah semak-semak itu terbuka ternyata dibaliknya cumanlah tupai yang lagi makan, Sinta yang melihat itu mentertawakan Rehan, Rehan yang melihat Sinta sedang mentertawakannya merasa malu.

__ADS_1


Rehan kembali ketempatnya, "sekarang bagaimana, ini sudah semakin lama dan kita masih belum ditemukan, apakah kita harus melanjutkan perjalanan?" ucap Sinta, dengan muka yang merasa tegang dan ketakutan kalo mereka akan tersesat seterusnya.


Rehan terdiam sambil berpikir sejenak, " alangkah baiknya kita menunggu pagi hari tiba, jadi itu mempermudahkan kita untuk mencari jalan kembali ketenda, kalo kita jalan pada malam hari ini takutnya kita makin kesasar." Ucap Rehan, dan mereka pun mengikuti arahannya Rehan dan melanjutkan tidurnya, Sinta memeluk Rehan dengan nyaman agar bisa tertidur dengan nyenyak dan nyaman.


Sedangkan Rehan dan Anto tidak bisa tidur karena mereka harus menjaga mereka berdua, Mereka berdua sudah terlihat seperti orang yang putus asa, karena mereka tidak bisa menemukan jalan kembali untuk para cewenya, karena mereka sering membolos saat latihan pramuka dahulu, yang membuat mereka menyesal.


Tiba-tiba Rehan melihat gemerlap lampu yang menyinari keberbagai arah, Rehan bergegas membangunkan Sinta dan Aulia, Sedangkan Anto disuruh mengejar sumber cahaya tersebut, Anto langsung bergegas berlari dengan kencang ke arah cahaya tersebut.


"Sin bangun sin, Au bangun au, kita akan segera kembali, cepat bangun." Sambil menepuk pipinya Sinta untuk membangunkannya, dan Aulia yang sudah terbangun lebih awal, langsung di suruh oleh Rehan untuk mengikuti Anto mengejar sumber cahaya tersebut, Aulia langsung pergi, sedangkan itu Sinta masih belum terbangun juga, lalu Rehan menyentuh dahinya Sinta, betapa kagetnya Rehan ketika merasakan badannya Sinta yang panas, Rehan langsung menggendong Sinta ke pundaknya, seketika ada cahaya yang berlari ke arah mereka berdua ternyata itu adalah Azka yang sedang mencari mereka.


"kalian baik-baik saja?" ucap Azka,Sambil ngos-ngosan yang habis berlari ke arah mereka berdua.


Dan Azka tanpa basa basi langsung membantu Rehan untuk menggandeng Sinta dan membawanya kembali ke tenda agar cepat dapat bantuan.


Mereka berdua sangat tergesa-gesa, dan tidak lama mereka sampai di tenda, yang membuat para panitia lega untuk sementar, terus Dewi yang keluar melihat temannya Sinta yang terbaring tidak sadarkan diri, langsung berlari ke arahnya sambil bertanya kepada mereka apa yang sudah terjadi kepada Sinta, air matanya Dewi terus menetes melihat sahabatnya yang tidak sadarkan diri, Rehan tidak bisa menjawab apa-apa, karena Rehan merasa kalo ini semua adalah salahnya, tidak bisa menjaga Sinta dan tidak bisa membimbing kelompoknya menuju jalan yang benar, Rehan hanya bisa tertunduk.


Sinta langsung dibawa oleh para panitia ke dalam tenda guru dan di berikan pengobatan pertama sambil menunggu pagi hari tiba untuk membawa Sinta ke rumah sakit yabg terdekat dari daerah mereka kemah sekarang.

__ADS_1


Azka melihat ke arah Rehan, melihat Rehan yang terlihat sedih dan penuh tekanan, mencoba menenangkan Rehan agar semua masalah ini tidak di bawa ke dalam pikirannya.


Rehan tidak menjawab apa-apa hanya terdiam.


Azka yang memahami kalo Rehan ingin sendiri, lalu meninggalkan Rehan sendiri disitu dan mendatangi keberadaan Dewi, karena Dewi masih di rundung rasa kesedihan setelah melihat apa yang terjadi kepada sahabatnya tersebut.


Para panitia yang melihat kericuhan tersebut lalu mengambil toak dan menyuruh semua murid untuk segera kembali ke dalam tenda nya masing-masing, Azka menggandeng Dewi untuk masuk ke dalam tendanya.


Rehan mulai menangis ketika melihat kekacauan ini karena salah dia.


lalu panitia mendatangi Rehan yang masih saja berdiri di situ untuk menyuruhnya masuk ke dalam tendanya, tetapi Rehan hanya terdiam dan tidak menjawab apa yang di perintahkan oleh panitia, dan panitia yang mengira Rehan masih merasa trauma setelah apa yang terjadi padanya.


Panitia memanggil Azka untuk membawa Rehan untuk masuk ke dalam tenda, lalu Azka merangkul Rehan dan membawanya masuk kedalam tenda.


Setelah kondisi di perkemahan tersebut mulai terkendali, mereka semua mulai tertidur dan kegiatan perkemahan banyak yang di tiadakan, yang membuat beberapa murid merasa kecewa.


Keesokan paginya, semua murid dibangunkan, mereka mengira akan dipulangkan ternyata tidak, kakak panitia memberikan pengumuman, " pada pagi hari ini kita akan mengadakan lomba masak, kalian bebas memilih kelompoknya masing-masing."Ucap kak panitia.

__ADS_1


Rehan yang masih merasa tidak semangat memutuskan untuk kembali ke dalam tenda dan melanjutkan tidurnya. Seketika ada yang memanggil namanya, "Rehannnn", lalu Rehan menoleh ke arah belakang ternyata itu adalah Sinta yang sudah terlihat sangat sehat, senyuman di wajah Rehan kembali dan berlari ke arah Sinta dan langsung memeluk Sinta, tanpa melihat di sekitarnya, "Ehem Ehem" di senggol ama kak panitia, yang membuat Rehan malu sendiri.


__ADS_2