Cinta Dibalik Layar

Cinta Dibalik Layar
BAB 13 Perkemahan Part 2


__ADS_3

Pak satpam membantu membawa dewi keruangan UKS, Azka diperjalanan sambil menggendong Dewi, Azka tidak berhenti-henti memanggil nama Dewi, Azka sangat khawatir sekaligus merasa bersalah, Karena dialah Dewi jadi begini coba aja kalo dia tadi tidak menakut-nakuti Dewi pasti hal ini tidak akan pernah terjadi.


Setelah mereka sampai di UKS, mereka segera meletakkan Dewi diatas kasur dan Azka bergegas mencari minyak air putih, setelah menemukannya Azka menciumkan minyak air putih tersebut ke hidungnya Dewi, pak satpam yang melihat itu segera pamit kepada Azka karena pak satpam ada pekerjaan yang harus diurus.


Tidak lama kemudiam Dewi tersadar dari pingsannya.


"ahhh dimana aku."ucap Dewi sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


"tenang Dew kamu sekarang berada di UKS sekolahan kita."Sahut Azka, Sambil memeluk Dewi saking khawatirnya Azka kepada Dewi, takut terjadi Sesuatu.


"emang tadi aku kenapa Az?" ucap Dewi, sembari mengingat-ingat apa yang terjadi tadi.


"tadi aku mengkagetkan mu terus kamu berlari di lorong sekolah dan akhirnya tadi kamu terbentur dinding, aku minta maaf Dew, aku tidak berniat mencelakanmu."ucap Azka, Sembari memeluk Dewi dengan Erat.


"iyaa Az gak pp, aku maaf kan kok." sahut Dewi, sambil memegang kepalanya yang begitu sakit.


Tidak lama para murid sudah mulai berdatangan, dan penjaga UKS pun memasuki ruangan UKS dan melihat mereka berdua, lalu penjaga UKS mendatangi Azka dan Dewi, dan penjaga tersebut bertanya kepada mereka apa yang terjadi.


Lalu Azka menjelaskan semuanya kepada penjaga UKS tersebut, setelah mendengarkan semua itu penjaga UKS terdiam sejenak, lalu berjalan ke arah otak obat dan mengambil sesuatu yaitu perban dan petadin untuk mengobati luka Dewi yang memar dibagian kepala.

__ADS_1


Sang penjaga lalu menyuruh Azka untuk kembali kekelas, awalnya Azka menolak tetapi setelah di yakinkan oleh Dewi, Azka langsung nurut dan pergi ke kelasnya dengan rasa hati yang begitu sangat sedih.


Disepanjang lorong sekolah Azka hanya bengong dan diam karena rasa bersalahnya, sampai didalam kelas pun Azka begitu diam di sepanjang pelajaran sampai ditanya dengan guru tentang materi hari ini Azka tidak menjawab pertanyaan tersebut sama sekali.


Tidak lama pelajaran berlangsung ada pengumuman dari speaker ruangan TU untuk semua siswa berkumpul di lapangan sekolah.


Semua murid bergegas ke lapangan sekolah termasuk dengan Azka, ada yang mau disampaikan oleh kepala sekolah kepada seluruh murid di sekolahan.


"assalammualaikum wr wb, selamat pagi semua anak-anak yang bapak cintai, ada sesuatu yang mau bapak sampaikan kepada kalian semua, bahwa sekolahan kita akan mengadakan perkemahan tahunan, yang akan dimulai pada minggu depan, jadi diharapkan semua murid dapat mengikuti kegiatan tersebut, nanti akan dibagi surat ijinnya oleh wali kelas kalian, okey mungkin itu saja dari bapak, bapak akhiri wassalammualaikumsalam wr wb." ucap pak kepala sekolah, menyampaikan diadakannya perkemahan tahunan yang akan diikuti oleh seluruh siswa dan siswi.


Azka yang mendengar pengumuman itu merasa semangat karena dia dapat menghabiskan waktu seharian bersama Dewi.


Setelah seluruh murid dibubarkan, Azka menemui Dewi di UKS sekolah, setelah sampai Azka melihat Dewi yang sedang tertidur, Azka makin berasa bersalah kepada kejadian tadi, Azka mengambil kursi dan duduk disebelahnya Dewi,Azka sambil menatap wajah Dewi dan sesekali mengelus kepalanya Dewi, betapa sayangnya Azka kepada sang pujaan kekasihnya yaitu Dewi, tidak sengaja sinta yang ingin masuk ke UKS melihat itu, dan mengurungkan niatannya untuk masuk ke UKS karena rasa cemburunya tumbuh kembali.


"Sin kamu kenapa? Mana obat yang aku minta kamu ambilkan?" ucap Rehan, sambil menjulurkan tangannya untuk meminta obat.


"ah iya lupa aku Han ngambil obatnya sorry ya, aku lagi ada urusan nih jadi kamu ambil sendiri yah, bye Han." sahut Sinta, seperti orang yang ingin bergegas pergi dari tempat itu.


Rehan yang melihat tingkah Sinta begitu cuman bisa mempercayai setiap kata yang dikeluarkan oleh Sinta.

__ADS_1


Setelah Dewi pergi meninggalkan Rehan, Rehan berjalan menuju ke arah UKS untuk mengambil sebuah obat untuk meredakan sakit gigi yang ia rasakan,Setelah sampai di UKS ketika Rehan ingin masuk, Rehan melihat kalo di sana ada Azka dan Dewi, dan Rehan tau kenapa tingkah Sinta tadi jadi begitu, Reham tetap masuk kedalam karena rasa sakit yang enggan ia tahan, Rehan mengambil obat di kotak dan langsung meminumnya di tempat, setelah meminum obat Rehan mendatangi Azka dan menyapanya.


"Hallo Az, ada apa dengan Dewi Az?"ucap Reham menyapa sekaligus bertanya apa yang sudah terjadi.


Lalu Azka menjelaskan kepada Rehan apa yang sudah terjadi, Rehan yang mendengar itu hanya menyuruh Azka untuk bersabar, tiba-tiba Dewi terbangun dari tidurnya, Rehan langsung pamit dengan Azka, Rehan tidak enak kalo dia tetap berada disitu.


"Dew kamu udah bangun yah"ucap Azka,Sambil menatap ke arah Dewi sengan rasa bahagia.


"tadi rasanya aku mendengar suara Rehan mana dia" Ucap Dewi, bertanya kepada Azka keberadaan Rehan.


"Rehan tadi sudah pergi kekelas duluan." Sahut Azka, memegang tangan Dewi dan mengusap-usapnya.


"eh iya Dew, sekolahan kita nanti mengadakan perkemahan tahunan, untuk lokasi kemahnya belum dikasih tau, kamu ikutkan? Biar kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi." Ucap Azka, yang sesekali mencium tangannya Dewi dam terus menerus mengusap tangannya Dewi.


Dewi hanya mengangguk dan menatap kearah Azka dengan senyumannya yang begitu manis yang menandakan bahwa Dewi juga akan ikut pada acara tersebut.


Azka yang paham dengan maksudnya Dewi, langsung bahagia kegirangan, melompat-lompat di dalam ruangan UKS seperti monyet yang lepas dari sangkarnya.


Dewi yang melihat tingkah laku Azka mulai mentertawakannya, tidak lama penjaga UKS masuk kedalam ruangan dan melihat Azka begitu, Dewi sudah mencoba mengasih tau kepada Azka, cuman Azka yang begitu bahagia tidak memperhatikannya, seketika telinganya Azka ditarik oleh penjaga UKS dan menyeretnya keluar, "kamu yahh, ditinggal bentar udah loncat-loncat gak jelas didalam ruangan UKS."Ucap penjaga sembari terus menarik telinganya Azka dan menyeretnya keluar, " aaaaaaa sakit buuu sakittt." Azka merasakan kesakitan sembari memegangi telinganya yang di tarik keras oleh penjaga UKS.

__ADS_1


Walaupun telinganya merah dan rasanya yang begitu sakit Azka tetap merasakan bahagia karena dia akan selalu bersama dengan Dewi sepanjang hari, Azka tidak sabar lagi hari perkemahan itu tiba.


Kertas surat ijin untuk orang tua sudah dibagikan ke setiap murid dan harus ditanda tangani, setelah di tanda tangani surat tersebut harus dikumpulkan besok.


__ADS_2