
San Junior, begitu biasa aku dipanggil di lingkungan keluargaku, sejak kecil aku sudah terbiasa dengan itu, aku anak ketiga dari empat bersaudara, San itu maksudnya Santoso, nama kakekku, banyak yang bilang, ketampanan, kebijaksanaan, kepintaran dan pola pikir yang aku gunakan semuanya aku warisi dari almarhum kakekku.
Meskipun begitu aku merasa, aku bukan lah aku yang sesempurna yang orang lain katakan.
Baiklah aku akan mulai dari kesibukan ku sehari-hari.
Sebenarnya aku masih menangani kantor cabang Wilayah Jawa Timur, tapi sejak satu minggu ini, ayah jatuh sakit karena kesibukannya sebagai direktur utama Bhakti Karya Group yang menguras tenaganya.
__ADS_1
Aku kasihan sekali melihat ayah yang harus terbaring lemah di rumah sakit, akhirnya aku memutuskan untuk menggantikan posisi ayah sementara, menangani kantor pusat, sedangkan sekretaris kepercayaan ayah yang menggantikan posisiku di kantor cabang, sedangkan sekretarisku, ikut serta pindah tugas sementara. Ya, sementara ini yang aku tau, karena aku sangat berharap ayah lekas sembuh.
Mengenai pendidikan yang aku tempuh, aku lulusan termuda dan tercepat di sebuah universitas di luar negeri, saat itu usiaku baru 20 tahun, dan itu berarti aku kuliah hanya memakan waktu dua setengah tahun, setelah lulus S1 aku ditawarkan beasiswa kuliah S2 juga, dan bahkan sampai S3, yang aku selesaikan dua tahun lalu. Dan langsung mengabdikan diri pada perusahaan keluarga kami yang sudah turun-temurun.
Kakekku mendirikan perusahaan ini beserta rekannya ketika masih muda. Sempat krisis dipendanaan saat berusia 3 tahun berdirinya, hingga akhirnya kakek harus kehilangan temannya sendiri, karena ketahuan dialah penyebab penurunan keuangan diperusahaan. Dan kini usia Bhakti Karya Group mencapai 63 tahun.
Dikampusku, meskipun aku bukan asli penduduk disana, dan bahkan aku cenderung seperti fisik orang Indonesia lainnya, berkulit hitam (jika dibandingkan mereka). Tapi, entah kenapa begitu banyak wanita yang ingin mencuri perhatian dariku, padahal aku tak menggubris mereka sama sekali, mereka tetap terus mencari perhatian, berlomba-lomba mendekatiku, sehingga aku merasa jijik sendiri pada mereka.
__ADS_1
Entah ketika ada seorang wanita yang mengomentari postinganku dengan sangat bersemangat aku kirimkan pesan bahwa aku ingin mengenalnya lebih dekat lagi.
Menurutku dia tipe wanita yang sangat mengasikkan jika sudah saling mengenal.
Tapi aku harus memendam kekecewaan ku, sudah hampir 2 minggu setelah pesanku yang terakhir, belum juga ada balasan darinya, dengan begitu aku masih terus menunggu dengan sabar, entah apa aku pernah seperti ini sebelumnya, tapi jelas aku belum pernah sepenasaran ini pada seorang wanita.
Dan aku putus asa untuk menunggu setelah 2 minggu berlalu, aku kirimkan kembali pesan padanya.
__ADS_1
"Oh hai, sedang apa?" (send)_ begitu akhirnya pesanku terkirim, dengan berharap pesanku diterima, dan dibaca, mengenang yang terakhir masuk saja tidak.
Hari ini aku masih menggeluti kesibukanku sebagai pengganti ayah, berita baiknya ayah sudah pulang kerumah, mulai membaik. Tapi, masih enggan untuk bekerja kembali, sehingga aku masih tertahan di ibu kota yang padat ini, dengan jadwal kerjaku yang padat pula. Tidak ada kata bersantai bagiku sedikitpun, bahkan jam pulang ku terkadang jauh terlambat dari karyawan dikantor, bahkan terkadang aku tak punya kesempatan untuk pulang kerumah, dan tidur dikamar khusus diruangan direktur, disaat-saat seperti ini aku baru tau betapa keras perjuangan ayahku selama ini untuk berjalannya Bhakti Karya Group. Seperti yang mendiang kakekku jalankan.