
Setelah selesai bercerita, mereka semua mulai membakar marsmellow di api unggun sambil bernyanyi ria dengan hati yang gembira, menyanyikan lagu khas api unggun, ditempani genjrengan suara gitar yang dimainkan oleh kakak pembinanya, Azka dan Dewi duduk bersampingan saling berpegangan tangan sebaliknya Rehan dan Sinta begitu, terlihat dimata mereka kebahagian menjelangan kelulusan mereka yang sebentar lagi di mulai.
hari sudah larut malam, kakak pembina meminta mereka untuk segera tidur, Azka mengantarkan Dewi ke tendanya, tetapi Dewi belum merasa ngantuk dan meminta Azka untuk menunggu di depan tendanya sebentar saja, Azka tidak bisa menolak permintaannya Dewi, Azka duduk didepan tendanya dan merangkul Dewi.
Hari yang gelap di tengah hutan dan udara yang sangat dingin, menambah suasana yang mencekam, Sinta yang mencoba tidur terngiang-ngiang dengan ceritanya kakak pembina tadi, Sinta berusaha untuk tidur, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tapi al hasil tetap sama Sinta tidak bisa tertidur, dan Sinta keluar dari tenda melihat Azka dan Dewi yang masih duduk di depan tendanya mencoba ikut duduk bersama.
"loh Sinta, belum tidur Sin?" Tanya Dewi kepada Sinta.
"iya nih Dew, aku keingetan terus dengan ceritanya Kakak Pembina tadi, jadi aku merasa takut untuk tidur sendiri." Sahut Sinta.
__ADS_1
Azka yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak.
"Sin, itu hanya cerita bukan sungguhan, buat apa coba takut ada-ada saja kamu ini Sin" Ucap Azka, mentertawakan Sinta.
"Ih kamu ini Az, gak boleh gitu sama temenku, ya udah kita tidur kedalam yuk Sin, kamu lebih baik ketenda dulu deh Az." Ucap Dewi, dengan wajah juteknya menatap kearah Azka, dan Dewi berdiri sambil merangkul Sinta dan mereka berdua masuk ke dalam tenda, Azka juga kembali ke dalam tendanya, melihat Rehan yang sudah tertidur dengan nyenyak, Kejahilan Azka muncul kembali, Azka mengambil balsem di dalam tasnya dan mengoleskannya ke telapak tangannya Rehan, dan Azka juga mengambil sebuah dauh dan mulai mengelus-elus di bagian telinganya Rehan dan juga didaerah pipi, Refleks tangan Rehan menepuk ke area tersebut, Azka tertawa tapi tawanya ditahan supaya tidak kedengaran oleh Rehan, dan Azka melanjutkan tidurnya.
"kenapa kamu teriak tadi Dew?" Ucap kak Pembina.
"Enggak kenapa-napa kak, tadi Azka aja iseng ngagetin aku" Sahut Dewi, menatap ke arah Azka dengan tatapan yang tajam membuat Azka tidak enak hati dan segera meminta maaf kepada Dewi dengan lembut.
__ADS_1
"kamu Azka ngapain keluar jam segini?"Ucap kak pembina, sambil menunjukkan jarinya kepada Azka.
"Saya tadi habis kencing kak, gak tahan lagi soalnya"Sahut Azka.
"okey, kalian berdua segera kembali kedalam tenda, besok siang kita akan siap-siap pulang."Ucap kak pembina.
"baik kak"
Lalu mereka berdua kembali ke tendanya masing-masing dan melanjutkan tidur mereka.
__ADS_1