Cinta Dibalik Layar

Cinta Dibalik Layar
BAB 11 Kebucinan Azka Dan Dewi


__ADS_3

Mereka memasuki lapangan permainan dan saling berhadapan, lemparan koin pertama dimulai dan yang dapat melempar bola pertama adalah timnya azka, timnya azka menyusuh formasi, azka dapat bagian paling belakang, mereka saling melindungi agar tidak terkena bola, sinta melempar bola dengan keras ke arah tim musuh nya, bola itu menyasar ke arah dewi tetapi dewi dilindungi oleh teman satu tim nya, cowok itu tidak tau kalo dewi sudah mempunyai seorang pacar, cowok itu lalu mengajak dewi saling tos-tos an dan memberikan semangat kepada dewi, azka yang melihat itu sangat cemburu,saat semua tim sudah habis yang menyisakan azka dan dewi, dan bolanya berada ditangan dewi, dewi melempar ke arah azka, azka cuman diam tanpa menghindari bola tersebut, setelah itu azka langsung pergi meninggalkan tempat itu, dewi yang melihat tingkah laku azka begitu merasa aneh, dan dewi mencoba mengejar azka cuman dihalangi oleh teman-teman satu timnya yang mengucapkan selamat kepada dewi telah memenangkan permainan itu.


Sinta yang melihat kesempatan itu ingin mendatangi azka cuman tangannya sinta langsung ditahan oleh rehan.


"kamu mau kemana?" ucap rehan sambil memegang tangannya sinta dengan erat.


"aku mau ke wc dulu" sinta mencari alasan biar bisa pergi dari situ.


"wc cewekan di sana, ngapain kamu arah kesana, mau nyamperin azka kah?" ucap rehan sambil menatap dengan tajam ke arah sinta.


Sinta yang melihat itu meurungkan niatannya untuk mendatangi azka.


Waktu istirahat pun tiba.


Dewi yang masih merasa khawatir kepada azka mencoba mendatanginya ke kelas, namun, setelah sampai dikelas azka, azka nya sudah tidak berada didalam kelas, lalu dewi bertanya kepada teman-temannya azka, " eh boleh nanya gak, kalian liat azka gak?" ucap dewi. "ouhhh azka, dia tadi pergi ke perpustakaan." sahut teman-temannya azka.


"okeyy makasih banyak yah" ucap dewi sambil bergegas pergi dari situ, dewi berlari menuju arah perpustakaan, ketika dewi masuk kedalam dan mencari keberadaan azka, dewi terkejut melihat sinta sudah berada di samping azka, dewi mencoba menahan rasa cemburunya dan pergi dari tempat itu dan tidak jadi untuk menemui azka.


"Azka kamu kenapa, kok muka kamu murung begitu?"ucap sinta, sambil menatap kearah azka dengan penuh hasrat.


"kamu gak perlu tau, lebih baik kamu pergi aku ingin sendirian saja." sahut azka, sambil menjahui sinta.


sinta yang merasa tersinggung dengan perilaku azka kepadanya langsung meninggalkan azka sendirian di situ.


Sekarang azka benar-benar sendirian tidak ada satu orang pun yang berada disampingnya.


Setelah bel masuk berbunyi, azka beranjak pergi dari tempat itu, ketika ingin keluar dari perpustakaan, azka tanpa sengaja berpapasan dengan dewi, ternyata sedari tadi dewi tidak meninggalkan tempat itu melainkan menunggu azka ditempat lain.


Azka yang melihat keberadaan dewi tidak menghiraukannya, dengan cekatan dewi langsung menghalangi azka dan bertanya ada apa dengannya, tetapi percuma azka cuman terdiam dan menatap kearah dewi, mereka saling bertatap-tatapan, sampai azka mau berbicara.


"Aku tadi merasa cemburu ketika melihat kamu dilindungi banyak cowo." ucap azka, sambil menarik kursi yang ada disebelahnya dan duduk.


"ouhhh masalah tadi toh, yaaa aku minta maaf deh azz, janji gak ngulanginya lagi, tadi juga aku merasa sedikit cemburu ketika melihat kamu duduk bersebelaham dengan sinta." sahut dewi, sambil mengeluarkan suara imutnya, yang bagi siapa aja yang kendengarnya bisa luluh hatinya.


"tapi aku sama sinta gak ngapa-ngapain juga,malahan aku menyuruh dia pergi soalnya aku rada risih kalo ada dia." ucap azka, tangan azka yang tidak bisa berhenti bergerak sambil menjelaskan membuat dewi tertawa kecil.


"kenapa kamu ketawa?" ucap azka.


"gak pp kok, lucu aja liat kamu ngejelasin tapi tangannya gak bisa diam." sahut dewi, dengan tertawa kecil melihat tingkah azka yang begitu lucu.


"heheheheh, sudah kebiasaan soalnya" ucap azka.


Setelah mereka mengobrol sambil tertawa ria, mereka sudah melupakan semua kejadian tadi kepada mereka berdua, azka langsung menarik tangan dewi dan membawanya ke kelasnya dewi sambil tangan berpegangan, semua murid yang melihat itu merasa bingung dan heran, dan azka tetap menarik tangannya dewi sampai masuk kedalam kelasnya, walaupun sudah dihentikan dewi tapi azka tetap melakukannya, dan dengan gilanya azka berkata.


"hallo semuanya, nama aku azka dari kelas XII IPA, dan disebelahku ini adalah bidadari yang begitu cantik, pasti kalian sudah kenalkan dengan dia, nah dia ini adalah pacarku"ucap azka, dengan memegang tangannya dewi sambil tersenyum ke arah para murid.


Guru yang menyaksikan itu merasa bingung betapa nekatnya anak satu ini, begitu juga para murid yang melihat itu merasa kaget ternyata dewi sudah mempunyai pacar.


Guru langsung berdiri dari tempat duduk nya dan langsung menjinjit telinganya azka.


"kamu sehat azkaaaa!." ucap pak guru, sambil menyeret azka keluar.

__ADS_1


"ayok sekarang kamu ikut bapak ke ruangan BK" ucap pak guru yang terus-terusan menjinjit telingannya azka.


"a a a a aduh pakkk, sakitttt." ucap azka yang sambil kesakitan.


Para murid yang melihat itu tertawa terkecuali sinta yang tidak senang melihat kejadian tadi, sinta merasa sangat cemburu, tanpa sinta sadari rehan dari tadi melihat kepada dirinya, rehan sadar bahwa sinta masih menyukai azka, dengan muka yang kesal rehan hanya bisa diam melihat kekasihnya menyukai cowo lain.


Ketika di BK, azka cuman cengar cengir seperti orang gila, gila karena cinta.


"kamu kenapa azka melakukan hal seperti tadi?."ucap guru BK sambil menuliskan nama azka dibuku poin.


"karena saya ingin memperkenalkan kepada seluruh orang bahwa dewi adalah punya saya dan akan tetap jadi milik saya." sahut azka, sambil membuka lebar lengannya ke arah atas.


dewi yang melihat tingkah azka makin menjadi hanya bisa tertunduk, sedangkan bapak BK yang mendengar itu hanya tertawa dan menepuk-nepuk pundaknya azka.


Setelah urusan mereka selesai di BK, azka menatap ke arah dewi berharap dapat pujian darinya malah sebaliknya azka malah mendapatkan jinjitan superrrr lebih sakit dari pada jinjitannya pak guru.


"kamu yahhh az bikin aku malu ajaaaa" ucap dewi, menarik telingannya azka dengan kencang sampai azka merasakan sakit yang luar biasa.


"a a aduhhh dew kenapa aku di jinjit, sakit dew, lepassssss aghhhhh, telingaaa ku serasa mau lepas dari kepala." ucap azka, sambil memegang telingannya.


"yaaa karena kamuuu, kenapa kamu harus melakukan hal tadi cobaaa" ucap dewi, sambil melepaskan tangannya dari telingannya azka.


"tapi kamu senangkan dew?" azka dengan lembut kedua tangannya diletakkan di kedua pipinya dewi dan menatap dewi dengan penuh kasih sayang.


Dewi yang melihat itu terdiam membeku tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Tiba-tiba azka menarik pipinya dewi dan langsung melarikan diri.


"Awas kamu az nanti ku balas" ucap dewi sambil memegang kedua pipinya dengan tersenyum.


Seperti biasa azka menunggu dewi didepan pintu kelasnya, dewi yang melihat itu tersenyum sambil memeluk buku yang lumayan banyak, azka mencoba membantu membawakan buku itu, tetapi dewi selalu menolak bantuannya azka, taku merepotkannya, tetap azka orangnya yang rada jahil, langsung merampas buku itu dan berlari dengan cepat ke arah perpustakaan, dewi pun mengejar azka sambil memanggil-manggil nama azka, azka tidak menghiraukan panggilannya dewi dan tetap terus berlari, setelah sampai di perpustakaan dewi yang berhasil menyusul azka langsung memukul badannya azka, azka tidak membalas malahan azka merasa lucu, lalu azka kembalikan buku itu kepada dewi.


Dewi bergegas masuk kedalam perpustakaan sebelum tutup, azka cuman menunggu diluar saja, setelah dewi selesai mengembalikan bukunya, azka seperti memberikan kode kepada dewi, alis nya azka naik turun sambil tersenyum dan kepala azka mengangguk-angguk sambil menatap kearah dewi, dewi yang tidak paham apa yang dimaksud oleh azka mulai bertanya.


"Kenapa az?"ucap dewi sambil ikutan menganggukan kepalanya.


"aduhhh masa sih gak paham, kan kita mau kerumah ku pas pulangan sekolah ini" ucap azka, sambil garuk-garuk kepala.


"hehehehe srry gak paham aku sama bahasa isyarat kamu az" ucap dewi sambil tersenyum ria.


"ya sudah, ayok keburu ibu ku nungguin lama"ucap azka, sambil menarik tangannya dewi menuju ke motornya azka.


Setelah sampai dimotornya azka, dengan romantisnya azka membukakan pijakan motornya supaya dewi lebih enak naiknya, dewi yang melihat itu mulai baper dan senyum-senyum sendiri, azka juga memakaikan helm ke kepalanya dewi yang bikin dewi makin salting dengan azka.


"gimana dew udah siap berangkat?"ucap azka.


"SIAPPP!" sahut dewi sambil berpegangan dengan azka.


Diperjalanan azka merasakan sangat senang karena ini pertama kali dia membawa pacarnya ke rumah, "semoga aja tidak terjadi apa-apa nantinya" ucap azka dalam hatinya.


Sampai lah mereka dirumahnya azka, dewi turun dari motornya terus berjalan kedepan pintu, azka menyusul dewi setelah mereka sampai didepan pintu rumah, azka langsung mengetok pintu dan memanggil-manggil ibu nya, tidak lama ibunya keluar dan membukakan pintu untuk azka.

__ADS_1


"ehh anak ibu sudah pulang, ini pacarmu yah az, cantik yah, ayokk silahkan masuk" ucap ibunya azka, menyuruh dewi masuk kedalam rumah.


"iyaa tan" dewi mulai masuk kerumah azka untuk pertama kalinya.


"silahkan duduk dulu yahh, tante nyiapkan makanannya dulu"ucap ibunya azka, yang sedang sibuk didapur.


"iyaa tan"sahut dewi sambil melihat sekeliling rumah azka.


"bagus juga yah rumah kamu az" ucap dewi sambil melirik-lirik setiap sudut dari rumah tersebut.


"iyaa dong kan ibuku orangnya sangat suka dengan kebersihan jadi semua barang harus tertata rapi" sahut azka sambil ngemil yang ada di atas meja.


Tidak lama kemudian ibunya azka datang sambil membawa hidangannya, dewi yang melihat itu ingin membantu ibunya azka, tetapi tidak diperbolehkan oleh ibunya dewi.


"sini tan biar dewi bantu" ucap dewi.


"gak usah kan tante yang ngundang kamu kesini jadi kamu cuman perlu duduk aja dan menikmati makanan yang tante buat" sahut ibunya azka, sambil meletakkan semua hidangan di atas meja makan.


Azka yang melihat itu tertawa, dengan refleks dewi menatap kearah azka.


"apa yang kamu ketawain?" ucap dewi, sambil melotot matanya ke arah azka.


"eh gak ada kok, aku tertawa karena ini nih lucu, ha ha ha ha" sahut azka dengan gugup.


Dewi pun percaya dan membuat azka merasa lega, setelah semua hidangan sudah di letakkan diatas meja, ibunya azka mempersilahkan untuk mereka menyantap hidangan tersebut, dewi yang masih malu-malu, enggan untuk mengambil lauk pauk disana, ibu azka yang melihat itu malah memarahi azka, karena dia lebih mentingkan dirinya sendiri, tidak melihat kekasihnya yang masih canggung karena pertama kali datang kerumah sini.


"AZKA! Kamu gak liat kah pacarmu itu gak nyentuh makanan sama sekali, kenapa gak sekalian kamu ambilkan juga buat dia lauk nya."ucap ibunya azka dengan nada sedikit membentak dan marah.


"eh gak pp kok tan, dewi cuman malu aja, soalnya pertama kali disini." sahut dewi, dewi langsung mengambil makanan diatas meja, belum juga menyentuh makanan, sendok nya langsung direbut oleh azka.


"sini biar aku aja yang ngambilkannya." ucap azka, sambil mengambil satu per satu lauk yang ada diatas meja.


Ibunya yang melihat itu tersenyum dengan sembunyi-sembunyi, "ternyata anakku bisa bucin juga yah" ucap ibunya azka dalam hati.


Sambil makan sambil mereka berbicara.


"sudah berapa lama kalian pacaran?" tanya ibunya azka.


"baru kemaren bu"sahut azka, sambil menyuap makanan.


"ouhhh baru kemaren, semoga tahan lama yah hubungan kalian, ibu dukung kok kalo kalian pacaran, asalkan jangan berbuat macam-macam." ucap ibunya azka, sambil menatap kearah mereka berdua.


"i iya tan, dewi janji juga bakalan jagain azka biar dia tidak main dengan cewe lain." sahut dewi sambil melirik kearah azka.


Azka yang mendengar itu seketika tangannya menggetar, karena takut oleh tatapannya dewi yang begitu tajam.


"bagus! Kalo kamu liat anak tante selingkuh, pukulin aja, kalo bisa gebukin dia sampe tidak berdaya lagi" ucap ibu azka sambil tertawa kecil yang diikuti oleh dewi, berbeda dengan azka dia merasa tertekan oleh ibunya dan pacarnya sendiri, azka langsung berdiri dari tempat duduk dan pamit mau pergi ke wc, ibunya azka yang melihat itu makin kencang ketawanya, "ternyata anakku juga bisa merasakan takut karena cewe" ucap ibunya azka sambil tertawa dengan kencang.


"aduhhh tante tidak pernah melihat tingkah laku azka seperti itu, mangkanya tante merasa bahagia dan ngakak." ucap ibunya azka.


"emang azka dulu gimana tan?" sahut dewi sembari bertanya kepada ibunya azka.

__ADS_1


"dulu itu azka orang nya sangat tertutup dan pendiam, jarang dia memiliki teman, sekali mempunyai teman dia selalu dimanfaatkan oleh teman-temannya yang membuat azka memilih untuk tertutup, setelah tante mendengar dia mempunyai seorang pacar. Awalnya tante kaget, tante kira cewe yang mendekati azka itu cuman ingin memanfaatkan azka, ternyata salah, kamu orangnya baik."ucap ibunya azka, menjelaskan kronologi yang sudah berlalu.


Dewi yang mendengarkan itu merasa bahagia karena dia adalah satu-satu nya wanita yang pernah dimiliki oleh seorang azka.


__ADS_2