
"Sampai hari ini belum ada yang berani mengakui kesalahanku kepadaku, dan itu hukuman tambahan untukmu" (Danny)
"Dasar lelaki gila...." emosiku membuncah, "Ada apa dengannya, kenapa sih suka sekali bikin tensi aku naik" aku merasa dipermainkan.
"Ehh, hello emang kamu siapa, ehhh gak ada yang gak berhak menghukum lelaki sinting macam kamu, mengganggu perempuan aja bisanya"(Send)_ aku kesal sekali padanya, entah mengapa aku merasa dia membuat aku naik pitam.
"Aku harap kamu jangan pernah hubungi aku lagi" (Send)_ kukirim lagi pesan menyusul yang terakhir kali.
Tak ku sangka dia memang bandel, sangat-sangat pandai membuat aku kesal setengah mati.
Diujung seluler... Danny📱
"Sudah ya, jangan marah, aku bercanda, aku hanya ingin kamu jadi temanku, maukah kamu memaafkan kesalahanku?" (Send)_
"Terserah padamu wanita kalau masih mau marah padaku" raut puas diwajah ku karna berhasil mengerjai wanita itu. Menurutku dia benar-benar susah ditebak, dan aku merasa penasaran.
"Kenapa aku jadi kayak gini, bukannya sebelum-sebelumnya aku selalu abaikan wanita" aku merasa tertarik ingin mengenalnya, profilnya diakun Facebook menurutku unik, entahlah ada apa dengan ku, mungkinkah benar aku menyukainya, aku mengagumi nya???? Masih dengan pertanyaan yang sama, bukankah hatiku beku selama ini, lalu kenapa dengan kehadiran wanita ini membuat aku merasa berbeda.
Lama sekali rasanya aku menunggu balasan dari wanita ini, wanita yang menyebut namanya dengan fikha.
Fikha📱
Disini pun sama merasakan kenapa lelaki ini nekat sekali mau berkenalan dengannya padahal ia benar-benar kesal.
__ADS_1
Saat aku benar-benar marah sampai ke ubun-ubun, dia malah minta maaf balik padaku...
"Sudah ya, jangan marah, aku bercanda, aku hanya ingin kamu jadi temanku, maukah kamu memaafkan kesalahanku?" (Danny)
" Iya, aku maafin kamu, dengan satu syarat jangan ganggu jam istirahatku, dengan membuat emosiku, karna asal kamu tau mulai besok aku kembali ke rutinitasku seperti biasa, dan sibuk dengan target-target👌" (Fikha)
"Siap komandan, perintah diterima, dengan senang hati menjadi temanmu, yang dimulai hari ini"(Danny)
"Sial, kenapa aku menjadi tunduk pada wanita ini" ujar Danny.
Sedangkan Fikha ketawa-ketiwi sendiri, sampai lupa bahwa dirinya baru saja marah-marah.
"Dasar lelaki aneh. Tapi, kenapa aku merasa senang ya saat harus berteman dengannya?"
Malam berlalu begitu cepat, sehingga pagipun menyapa. Pagi ini, pagi yang baru menurut Fikha maupun Danny, karena dengan bergantinya hari itu pertanda dimulainya rasa mereka. Hati seorang wanita yang sudah ditutup sejak 5 tahun belakangan ini mulai berbunga-bunga lagi.
Dan hati lelaki yang selama ini membeku, dingin, dan selalu membentengi dirinya sendiri, akhirnya mampu dirobohkan oleh seorang wanita yang menarik dan unik baginya.
Pagi itu benar saja, Danny minta nomor telepon Fikha, meski agak ragu dan terpaksa memberanikan diri.
"Pagi gadis, kirimkan nomor telepon kamu ya, dan jika benar kita sekarang teman" (Danny)
Fikha yang masih menyantap sarapannya di sebuah cafe dekat kantornya, melihat permintaan Danny tentu saja menyunggingkan senyum manis. Meski semalam mereka sempat beradu argument, akhirnya mereka berhasil menjalin hubungan pertemanan, dan itu pulalah yang membuat Fikha berani memberikan nomor teleponnya.
__ADS_1
"+62823....... atas nama Fikha" (Fikha)_ sedangkan Danny langsung menyimpan nomor Fikha ke memori telepon seluler nya.
"Test kontak👌, Danny" pesan Danny masuk di WhatsApp Fikha.
"hai Danny, udah aku save ya, Fikha" begitu balasannya.
Fikha maupun Danny memulai hari dengan sesuatu yang indah, mereka menjalin pertemanan, dan bahkan sudah ada perasaan istimewa untuk masing-masing.
Mereka mulai dengan kesibukan kerjaan di tempat masing-masing, tapi tak membuat Danny maupun Fikha lupa saling berkabar.
Contohnya dimalam ini, Danny bahkan menelepon untuk pertama kalinya, menanyakan kabar Fikha setelah kesibukan dikantor seharian tadi.
"Halo nona? Selamat malam" Danny membuka percakapan dengan nada sesantai mungkin.
"Hola tuan muda, malam kembali" balas Fikha, dengan cekikikan geli karena disebut nona.
"Lagi apa kamu?" (Danny)
"Baru selesai mandi, makan malam, dan sekarang tiduran malas ditempat tidur, kamu sendiri? Udah pulang kerjanya?" (Fikha)
"oh, Belum nih, masih diruangan, dan sepertinya aku menginap lagi disini, masih harus kejar target perbaikan keuangan sebelum kembali ke habitatnya" lelucon Danny sudah mampu membuat Fikha tertawa.
"Ya udah sana kerjain cepat-cepat, biar kelarnya juga cepat, udah aku mau istirahat, capek, dilain waktu kita teleponan lagi ya, sorry" begitu selesai percakapan itu Fikha tertidur, dan Danny melanjutkan pekerjaannya hingga malam terus merayap semakin larut.
__ADS_1