Cinta Dibalik Layar

Cinta Dibalik Layar
BAB 14 Perkemahan Part 3


__ADS_3

Setelah bel pulang berbunyi Azka dengan tergesa-gesa merapikan peralatan sekolahnya, dan langsung berlari ke arah UKS, Ketika Azka sampai di UKS Azka tidak menemukan siapa-siapa, Lalu Azka bertanya kepada sang penjaga UKS, dan penjaga UKS bilang bahwa Dewi sudah pergi duluan.


Azka langsung berlari dengan cepat sampai menyenggol orang-orang yang lewat di teras, Ketika Azka sampai di parkiran ia tidak menukan Dewi, Lalu Azka menghampiri pak Satpam yang sedang mengatur lalu lintas.


"pak"


"iyaa, ada apa Az"


"bapak lihat Dewi gak?"


"ouhh Dewi, tadi dia jalan sama Sinta ke arah sana" ucap pak satpam, sambil menunjuk arah yang di jalani oleh Dewi dan Sinta.


Gak berselang lama Rehan juga datang dan mencari keberadaan Sinta juga, lalu Azka memberi tau kepada Rehan kalo Sinta lagi jalan sama Dewi ke arah sana.


Lalu mereka berdua mengambil motornya masing-masing dan sesegera menyusul mereka berdua.


Setelah Azka dan Rehan menemukan keberadaan Sinta dan Dewi, mereka berdua enggan memanggil kedua cewe tersebut, Sinta dan Dewi sedang berbincang di pantai dengan happynya, Rehan dan Azka tidak mau mengacaukan momen tersebut jadi mereka memilih untuk menunggu mereka berdua selesai berbicaranya, supaya mereka berdua tidak bosan Rehan mengajak Azka untuk pergi warung sambil meminum segelas kopi, Azka menerima ajakannya Rehan.


Mereka berdua pun duduk-duduk di warung yang berada dipinggir jalan tersebut, mereka duduk sambil menatap pasangan mereka masing-masing dengan perasaan yang bahagia melihat pasangan mereka akur seperti itu dan bermain-main bersama, yang membuat mereka berdua bahagia.


Lalu Rehan bertanya kepada Azka secara tiba-tiba saat suasana masih dalam keadaan bahagia.


"Azka aku mau bertanya apa boleh?." Ucap Rehan, sambil memalingkan wajahnya ke arah Azka dan menatap matanya Azka, yang membuat Azka bingung.

__ADS_1


"boleh mau bertanya apa emang?." Sahut Azka, sambil menyeruput kopinya yang masih hangat.


"Apakah kamu masih ada perasaan dengan Sinta?"Ucap Rehan, Sembari melirik kembali ke arah Sinta yang sedang bermain dipantai.


Seketika Azka menyemburkan kopinya yang sudah berada dalam mulutnya ke tanah, Azka merasa kaget tiba-tiba Rehan bertanya begitu.


"Kenapa kamu Han jadi mempertanyakan itu?." Ucap Azka, tidak percaya dengan ucapannya Rehan yang meragukan cintanya Sinta kepada dirinya.


"aku bertanya demikian karena setiap aku melihat tingkah Sinta!, ketika kamu dan Dewi sedang bucin-bucinnya, Tingkah Sinta langsung berubah yang awalnya happy jadi badmood, sepertinya Sinta masih menyukaimu Az." Ucap Rehan


Azka membalas pertanyaan Rehan dengan santay.


"kamu bilang apa Han? Sinta masih menyukaiku? hahahaha, jika dia masih mencintaiku mengapa dia pergi meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas waktu aku menyukainya, dan Sinta adalah wanita pertama yang kusukai sebelum Dewi, dan dia meninggalkan ku demi berpacaran denganmu, terus apa alasannya dia masih menyukaiku? Jika pilihannya sudah tepat, dan aku juga sudah punya seseorang yang mengerti dengan kehidupanku, pasti aku akan menjaganya dengan seluruh tenagaku dan kemampuanku, jadi Han intinya janganlah kamu berpikiran seperti itu, palingan pas dia bertingkah seperti yang kamu bilang tadi, mungkin dia pas kenanya aja setelah itu enggakkan, coba kamu liat kearahnya dan tataplah dengan penuh perasaan, apakah mungkin dia melakukan hal begitu?."


Setelah itu mereka berdua kembali tertawa dan melupakan hal yang tadi, betapa indahnya kedua pasangan ini.


Setelah Sinta dan Dewi sudah selesai bermain-main di pantai, Dewi mau pulang karena hari sudah sore bentar lagi malam, Sinta pun juga, setelah mereka berdua ingin berjalan arah pulang tiba-tiba mereka di hampiri oleh pasangan mereka masing-masinh, Dewi yang melihat Azka begitu senang, ternyata sedari mereka menunggu kita selesai bermain, Dewi berlari kearah Azka dan memeluknya dengan erat sambil berkata.


"terimakasih sudah mau menungguku sampai selesai."Ucap Dewi, sambil memeluk Azka dengan erat.


Sebaliknya Sinta dan Rehan mereka seperti kaku, tidak tau apa yang mau di omongkan.


"Sin, pasti kamu capek habis main nih air buat menghilangkan rasa hausmu."Ucap Rehan, sambil menyerahkan sebotol minum kepada Sinta.

__ADS_1


Sinta kaget melihat perilaku Rehan berbeda, seringnya dia tidak pernah perhatian seperti ini, lalu Sinta ambil minumannya dan berpura-pura kalo dia kesusahan membuka tutup botolnya, seketika botolnya diambil oleh Rehan dan dibukakan tutup botolnya oleh Rehan, tiba-tiba Sinta menyentuh dahinya Rehan untuk mencek badannya panas apa enggak.


Rehan hanya tertawa sambil menggandeng tangannya Sinta dan mengajaki Sinta untuk pulang bersama, akhirnya Sinta tersenyum untuk pertama kali kepada Rehan, ini bukan Senyum terpaksa tapi Senyuman yang penuh dengan Cinta yang membuat siapa saja melihatnya bisa merasakan jantung berdebar-debar.


Lalu mereka ber empat mulai pulang kerumah mereka masing-masing.


Ke esokan harinya, wali murid datang kekelas-kelas untuk meminta surat ijin orang tua, setelah selesai meminta surat orang tua para wali kelas meninggalkan ruangan, dan para murid melanjutkan pelajaran seperti biasa, Azka hari ini begitu semangat menjalani setiap pelajaran yang ada, sampai gurunya yang dulu sering melihat Azka suka melamun dan bengong sekarang sangat rajin menulis setiap catatan yang diberikan oleh guru dan tugas-tugas sekolah.


Bel waktu istirahat pun berbunyi, Azka langsung keluar dari kelas dan menuju kekelasnya Dewi, ternyata Dewi yang pertama menunggu kehadirannya Azka di lorong Sekolah.


"ehem lambat yeee, aku duluan yang sampai disini, yang telat harus traktir."Ucap Dewi, sambil menggandeng tangannya Azka.


"ya sudah hari ini aku yang traktir di kantin, ayok gass kita ke kantin" Sahut Azka, merangkul Dewi sambil mereka berdua berjalan ke arah kantin.


Azka dan Dewi semakin hari mereka semakin dekat, Begitu juga dengan Sinta dan Rehan sekarang mereka mulai dekat ketika melihat perubahan Rehan yang tidak cuek lagi kepada Sinta, yang bikin Sinta sudah tidak badmood lagi walaupun melihat kemesraan Dewi dan Azka, dia ingin mempertahankan hubungannya dengan Rehan, selama sikap Rehan tetao begini.


Mereka ber empat duduk di satu meja dan saling berbicara, sesekali mereka membahas perkemahan yang bentar lagi akan dimulai, mereka saling bertanya apa saja yang sudah mereka persiapkan untuk perkemahan ini, mereka ber empat sangat bahagia seperti tidak ada beban pikiran sama sekali.


...****************...


KATA-KATA YANG INGIN DISAMPAIKAN OLEH AUTHOR:


Cinta memanglah sangat indah apa lagi kalo di lewati secara bersama-sama sampai ke pernikahan, alangkah lebih baiknya begitu, Tetapi anak muda sekarang lebih memilih untuk pacaran terlebih dahulu padahal mereka tau kalo hal itu dilarang di agama.

__ADS_1


MUNGKIN ITU SAJA DULU YANG BISA AUTHOR BERIKAN NANTI AKAN DI BIKINKAN KATA-KATA YANG LEBIH HEBAT LAGI DITUNGGU AJA YA SEE YOU.


__ADS_2