Cinta Dibalik Layar

Cinta Dibalik Layar
BAB 15 Perkemahan Part 4


__ADS_3

Hari perkemahan sudah tiba setiap murid di pulangkan dengan cepat untuk mempersiapkan alat-alat yang perlu di bawa mereka, dan perkemahan akan dilaksanakan di hutan pinus.


Azka dan teman-temannya bergegas cepat-cepat untuk pulang dan mempersiapkan berbagai alat yang ingin di bawa, seperti pakaian, makanan, senter, dll.


Setelah mereka ber 4 siap, mereka berangkat ke lokasi secara bersama-sama, mereka sekarang sudah menjadi teman yang sangat baik, tidak iri satu sama lain lagi.


lepas mereka sampai di lokasi perkemahan, mereka mendirikan tenda bersebelahan, Sinta dan Dewi satu tenda sedangkan Azka dan Rehan juga satu tenda.


Acara perkemahan mereka pertama yang di atur oleh pembina Perkemahan yaitu lomba menumpulkan bendera yang sudah di letakkan oleh kakak-kakak pembina, dan mereka di bagi beberapa kelompok, 1 kelompoknya terdiri dari 4 orang.Azka dan Dewi satu kelompok dan beberapa orang lainnya, dan Rehan,Sinta juga 1 kelompok, kehokian yang sangat tepat, 1 pasangan dalam 1 kelompok yang membuat mereka makin semangat mengikuti kegiatan ini.


Setelah pertandingan dimulai mereka semua bergegas memasuki hutan semakin dalam, untuk mencari beberapa bendera yang diletakkan secara random.


Azka dan Dewi menemukan 1 bendera yang terletak di atas pohon yang lumayan tinggi, azka mencoba menaiki pohon tersebut cuman pohon tersebut sangat licin untuk di naiki, lalu tim nya Azka yang bernama Rizky membantu memeberi dorongan dari bawah yang membuat Azka hampir menggapai dahan pohon tersebut, teman satunya yang melihat tersebut juga membantu mendorong dari bawah yang membuat Azka makin mudah menggapai dahan tersebut, Azka terus naik keatas, dahan demi dahan Azka gapai tidak peduli kalo salah satu dari dahan tersebut sudah rapuh, "Azka hati-hati". Ucap Dewi, berteriak kepada Azka takut kalo Azka terjatuh.


Azka berhasil mendapatkan 1 bendera yang sangat susah untuk diambil, Azka mencoba turun kebawah dengan pelan-pelan dan hati-hati sebab pohon tersebut sangat licin, dan teman-teman lainnya sudah menunggu dibawah, waspada kalo Azka terjatuh atau sebagainya.

__ADS_1


Alhamdullilahnya,Azka berhasil turun dengan selamat, dan mereka berlari menuju arah kembali ke tenda mereka untuk menyerahkan bendera tersebut kepada kak pembina.


Sedangkan Rehan dan kelompoknya masih mencari-cari keberadaan bendera tersebut di dalam hutan yang begitu lebat, Semakin jauh mereka berjalan Suara keramaian dari tenda makin menghilang, dan juga hari mulai gelap.


Rehan memutuskan untuk kembali ke tenda sesegera mungkin sebelum hari gelap, mereka semua berjalan menuju ketenda tapi anehnya dari tadi mereka tidak mendegarkan suara keramaian, seharusnya mereka sudah bisa mendengar suara keramaian yang berada di tenda, Mereka semua makin takut dan panik apa lagi di kelompok mereka ada 2 orang cewe yaitu Sinta dan Aulia.


Rehan mencoba berteriak minta tolong tetapi tidak ada balasan sama sekali, dan dibantu oleh teman-temannya berteriak minta tolong al hasil sama saja tidak ada balasan sama sekali, Rehan memberikan arahan kepada mereka semua untuk tidak panik dan takut, tetap berjalan lurus siapa tau tenda berada di depan kita cuman jarak nya aja yang masih rada jauh yang membuat suara kita tidak terdengar oleh mereka semua.


Sinta yang merasa sangat takut mendekati Rehan dan memelukanya,Rehan mencoba menenangkan Sinta,"jangan takut Sayangku,Ada aku disampingmu yang akan selalu menjagamu apa pun yang terjadi." ucap Rehan, yang memeluk balik Sinta dengan erat.


Rehan yang juga sebenarnya merasa takut berusaha memberanikan diri menghadapi kegelapan ini tanpa sebuah penerangan sekalipun mereka cuman menggunakan cahaya dari bulan yang begitu cerah.


"kak ini ada salah satu kelompok yang belum kembali ke tenda."ucap Dewi, sambil memegang tangan Azka, Dewi dengan percaya diri berbicara kepada kak pembina.


"kalo kakak boleh tau, adek tau kelompok siapa yang belum datang lagi?" Sahut kak pembina, mempertanyakan kelompok yang masih di dalam hutan yang sangat gelap tersebut.

__ADS_1


"kelompoknya Rehan dan Sinta kak, mohon bantu cari mereka kak."Ucap Dewi, dengan mata yang mulai ber air karena Dewi takut sahaba dia itu terjadi sesuatu, Dewi dan Sinta sudah berteman sangat lama.


"baiklah, tunggu disini ya dek" Sahut kak pembina yang langsung beranjak pergi mendatangi para petinggi disana dan berbicara dengan cara berbisik-bisik, setelah mereka selesai berbicara salah satu dari pembina mengambil toak dan berbicara.


"untuk setiap murid diharapkan memasuki tendanya masing-masing dan jangan keluar." Ucap kak pembina, menyuruh semua murid agar masuk ke dalam tenda agar tidak menimbulkan kepanikan di sana, dan supaya lebih enak dalam pencarian.


Semua pembina atau panitia perkemahan mulai melakukan observasi di daerah hutan tersebut, Dewi yang mulai nangis dan ditenangkan oleh Azka, Dewi sangat sedih kalo temannya kenapa-napa, Azka memeluk Dewi dan mencoba menenangkan Dewi.


Sedangkan Rehan, Sinta, dan teman-teman lainnya, masih berusaha mencari jalan keluar untuk kembali ke tenda mereka, cuman mereka merasa jalan yang mereka jalani tersebut belum pernah mereka lewati, apakah mereka berjalan semakin jauh dari tenda atau semakin dekat, tidak ada yang tau, mereka cuman bisa berjalan terus menerus sampai bisa keluar dari hutan ini sesegera mungkin.


Tim observasi terus mencari sambil meneriaki nama yang sudah di beritaukan oleh Dewi sebelumnya, "REHANNN" "SINTAAA, teriakan para panitia tidak terdengar oleh kelompoknya Rehan, Sinta yang merasa takut mulai menangis,Rehan langsung mendekati Sinta dan memeluknya dengan erat dan mencoba menenangkan Sinta, bahwa mereka pasti akan keluar dari tempat ini.


Rehan langsung menggendong Sinta di punggungnya, dan melanjutkan perjalanan mereka, Aulia juga terlihat lemas, mau tidak mau mereka harus beristirahat ditempat itu juga, yang begitu gelap dan bunyi-bunyi hewan yang bermacam-macam, Rehan membaringkan Sinta di pangkuannya dan Rehan bersandar di pohon yang sangat besar.


Sinta dan Aulia mula tertidur sedangkan Rehan dan temannya yang bernama Anto, masih terbangun untuk menjaga mereka berdua, Rehan dan Anto saling bertukar cerita untuk mengisi keheningan disana.

__ADS_1


sedangkan para panitia masih tidak bisa menemukan keberadaannya kelompok Rehan memutuskan kembali ke tenda dan meminta bantuan kepada para murid cowo.


setelah sampai di daerah perkemahan, panitia langsung mengambil toak dan membuat pengumuman, " perhatian kepada para murid cowo diharapkan berkumpul disumber sekarang juga." Pengumuman yang dibuat oleh panitia.


__ADS_2