Cinta Dibalik Layar

Cinta Dibalik Layar
BAB 19 Pulang dari perkemahan


__ADS_3

Pagi hari pun telah tiba dan seluruh murid dibangunkan oleh kak pembina untuk melaksanakan kegiatan terakhir mereka sebelum pulang.


Mereka semua segera bangun dan membersihkan diri mereka masing-masing di sungai terdekat, Tempat Cowo dan Cewe di pisah agak jauh.


Setelah selesai membersihkan badan mereka bersiap-siap dengan pakaian yang sangat lengkap, karena kegiatan terakhir hari ini adalah penjelajahan yang sering di lakukan di pramuka, mereka semua di bariskan Cowo dan Cewe di pisah supaya tidak bersatu.


"okey adik-adik, hari ini adalah hari terakhir kita berkegiatan sebelum kita pulang kerumah masing-masing, jadi kakak mohon kerja samanya, yang tertib dan mudah di atur itu saja sudah cukup, okey kita akan bagi beberapa kelompok dan setiap kelompok akan di bimbing oleh kakak pembina yang ada di samping saya ini, okey kita mulai saja pembagian kelompoknya."


(PEMBAGIAN KELOMPOK)


Okey itu lah kelompok kalian, Azka yang sangat hoki selalu satu kelompok dengan Dewi yang membuat hatinya begitu girang, dan Rehan juga satu kelompok dengan Sinta, dan mereka ber empat juga jadi 1 kelompok yang membuat mereka semakin bahagia, bisa terkumpul.


"okey adik-adik sekarang baris sesuai kelompoknya ya."


Semuaa murid pun langsung mencari-cari kelompok mereka dan segera berbaris dengan tertib, setelah barisan terlihat rapi, beberapa kakak pembina mulai maju dan mencari kelompok yang ingin di bimbing oleh mereka, dan kelompok kami di ambil alih oleh Bu Riska, Bu Riska di sekolah terkenal ramah dan baik semakin lengkap lah sudah kelompok mereka, terkumpul dengan orang-orang yang satu frekuensi.


Setelah panitia mengatakan "MULAI", Semua kelompok beserta kakak pembimbingnya mulai berjalan keberbagai arah, dan penjelajahan dikasih waktu 2 jam setelah itu mereka harus segera kembali ke lokasi perkemahaan.


Kelompoknya Azka berjalan menuju ke perbukitan, betapa indahnya pemandangan disini, tidak lupa mereka mengabadikan momen ini, mereka semua selfi di bukit untuk jadi kenang-kenangan mereka.

__ADS_1


Mereka semua sangat berbahagia di bukit tersebut, mereka saling berpasang-pasangan, Azka berjalan berduaan saja dengan Dewi di tepi bukit dan saling bercanda gurau, begitu juga yang lain.


Setelah 2 jam, mereka semua segera kembali ke tempat perkemahan untuk menghadap kakak pembina.


Azka tidak akan pernah melupakan momen ini dari pikirannya.


Dan mereka semua pun membereskan alat-alat yang mereka bawa sebelumnya, dan tenda-tenda juga mulai dirobohkan, setelah selesai siap-siapnya, mereka berdoa bersama untuk diberikan keselamatan di perjalanan pulang nanti.


Mereka bersama-sama berjalan keluar dari hutan tersebut.


Setelah sampai di luar, ada yang menunggu jemputan ada juga yang menyimpan motornya di tempat rumah orang, Azka yang meletakkan motornya yang tidak jauh dari lokasi tersebut berjalan kaki untuk mengambil motornya, ketika sampai di tempat motornya dititipkan, tidak lupa Azka memberikan beberapa uang untuk berterimakasih, lalu Azka membawa motornya kembali ke tempat tersebut untuk menjemput Dewi sang pujaan hati.


"Ayok Dew naik aku antar pulang."Ucap Azka.


Azka secara perlahan membawa motor nya agar lama sampai rumahnya Dewi dan bisa menghabiskan waktu berdua saja di jalan.


"Seru banget yah Az, perkemahannya." Ucap Dewi,dengan memeluk Azka dengan lembut sembari menceritakan momen-momen diperkemahan.


Azka cuman mendengarkan saja ceritanya Dewi tanpa harus membalas kata-katanya Dewi, membawa motor dengan senyum yang begitu tertampak di wajahnya Azka, akhirnya terwujud keinginan dia untuk bisa menghabiskan waktu berduaan dengan Dewi lebih lama, Tapi Azka juga kepikiran saat mereka lulus, Dewi ingin kuliah sedangkan Azka ingin langsung kerja, Jadi keinginan mereka berdua bertabrakan, Azka tidak bisa lagi berduaan dengan Dewi dan bucin-bucinan lagi dengan Dewi, apa lagi mengantar jemput Dewi sudah tidak bisa lagi, Dewi Rencananya ingin kuliah di Jakarta, Apakah Azka sanggup menahan segala kerinduannya kepada Dewi.

__ADS_1


Kelulusan mereka tinggal beberapa minggu saja lagi.


Tidak lama kemudian, Mereka telah sampai di depan Rumahnya Dewi, Dewi mulai turun dari motornya Azka.


"Makasih banyak yah Az sudah nganterin aku sampai kerumah, makin sayang deh sama kamu Az"Ucap Dewi, sambil mencubit pipinya Azka dengan Gemes.


"Iya sama-sama Dew" Sahut Azka, dengan senyuman yang tipis menatap ke arah Dewi, tatapannya itu seperti ingin menyampaikan sesuatu kepada Dewi.


Setelah itu Azka pamit kepada Dewi untuk pulang, dan Dewi mengiyakannya, Azka beranjak pergi dari rumahnya Dewi, ketika Azka pergi Dewi dibelakang meneriaki namanya sembari melambai-lambai, tetapi Azka sama sekali tidak menoleh ke arah belakang, untuk membalas lambaiannya Dewi, Tapi Dewi mengira mungkin Azka sedang lelah mangkanya tidak membalas lambaiannya, Dewi langsung masuk kedalam rumah untuk bersih-bersih badan yang sudah serasa lengket.


Azka yang sudah sampai rumah pun, langsung masuk kedalam rumah tanpa permisih dengan ibunya, langsung masuk ke dalam kamar, dan Azka melompat ke atas kasur dan menyelimuti dirinya, sambil terbayang-bayang kenangan dia bersama Dewi.


Walaupun mereka tetap berhubungan dan hanya terpisahkan oleh jarak seharusnya tidak jadi masalah, tetapi Azka orangnya yang tidak bisa jauh dari Dewi karena Azka pasti akan sangat merindukan kasih sayangnya Dewi kepadanya, Mereka berdua sudah pacaran kurang lebih 2 minggu dan itu sudah banyak momen yang terkumpul.


Tidak terasa Azka tertidur dengan sendirinya, bangun-bangun, jam sudah menunjukan pukul 7.00, Azka langsung kaget dan kelabrakan, mandi saja tidak menggunakan sabun dan berbagai alat mandi lainnya, cuman beguyur sama air beberapa kali dan langsung pergi untuk berpakaian, tanpa sarapan Azka langsung memakai sepatunya dan berlari ke arah motornya langsung tancap gas dengan cepat, Azka sudah terlambat untuk menjemput Dewi dirumahnya, Ketika sampai dirumah Dewi, tukang kebunnya Dewi yang berada di depan, berkata bahwa "Dewi sudah berangkat, baru saja tadi berangkatnya.",Ucap tukang kebun tersebut.


Azka langsung mengupal gasnya dengan penuh, sampai kecepatannya bisa dilihat mencapai 120 km/h, setelah sampai di sekolahannya, pagarnya sudah di tutup oleh pak satpam, Azka yang kenal dengan pak satpam mencoba membujuk pak satpam.agar dibuka kan pintu pagarnya, kebetulan Dewi lewat diteras atas dan melihat Azka diluar pagar, Dewi segera berlari kebawah dan mennyamperin Azka.


"Azka kenapa kamu bisa jadi telat? Tau gak tadi aku nunggu lama ku kira kamu gak masuk sekolah."Ucap Dewi, dengan suara yang sedikit kesel.

__ADS_1


"Aku tadi kesiangan bangunnya, mungkin karena kemah kemaren."Sahut Azka, menggaru kepala bagian belakangnya sambil tertawa kecil.


Tidak lama datang seorang Guru laki-laki, dan mendatangi Azka, dan tiba-tiba guru tersebut menyuruh pak satpam untuk membuka pagar tersebut dan membiarkan Azka untuk masuk kedalam.


__ADS_2