Cinta Gadis Wedding Planner

Cinta Gadis Wedding Planner
BAB 1


__ADS_3

"Aaaaaaaaaaaaa.... "


"Gilaaaak lama-lama begini bisa stres dan pengangguran beneran gue, dari mana juga ibu-ibu itu dapat gosip murahan kayak gini, makin hari mangkin sip gosokan nya"


Dia baru saja tiba dirumahnya setelah joging berkeliling mengitari komplek dan bertemu ibu-ibu gosip yang membicarakan dirinya dengan lantang seolah sengahja ingin di dengar.


"Masih muda sih tapi sayang jadi simpanan"


"Ia kemarin aja aku lihat pulangnya tengah malam, apalagi kalau bukan dari senang-senang dengan ATM berjalan"


"Paling juga setelah ini di grebek"


"Ngandelin kecantikan doang buat jerat suami orang".


Omongan ibu-ibu gosip tadi masih terngiang-ngiang di pikirannya


"Apa gue harus jujur dengan pekerjaan gue sebenarnya, tapi buat apa dan apa juga untungnya."


"Banyak untungnya biar lo gk di remehin dan di gosipin macem-macem lagi".


"Biar nampol mulut comberan ibu-ibu tetangga lucknat lo".


Bak seperti bertanya dan dijawab oleh dirinya berwajah merah yang ada di sebelah kiri padahal ia hanya sendiri di rumahnya.


Ya begitulah kehidupan seorang Widi Zakeisha gadis cantik dengan tinggi 170 cm dan berat badan ideal, hidup sendiri tanpa keluarga, kedua orang tuanya telah meninggal ketika dia masih berumur 5 tahun dalam sebuah kecelakaan dan sejak saat itu Widi kecil tinggal di sebuah panti asuhan sampai dia lulus SMA, lalu setelah itu ia hidup sendiri untuk memulai hidup yang sesungguhnya.


Drt drt drt....


"Hallo..."


"......."


"Kenapa harus gue, kan biasanya juga lo yang ngadepin client "


"......."


"Astaga, 2 jam lagi gue sampai kantor".


"......"


"Oke oke 1 jam 30 menit lagi".


Tut


Widi mematikan telpon nya secara sepihak tanpa kata penutup.


Belum selesai rasa kesalnya terhadap ibu-ibu gosip tadi tiba-tiba sekretarisnya meminta dia untuk kekantor, padahal hari ini dia sudah merencanakan rebahan sambil nonton Drakor.


Mau tak mau Widi harus pergi juga.


Widi langsung bergegas mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi ke kantornya dan bertemu klient yang di beritahu sekretarisnya melalui telepon beberapa saat yang lalu.


Beberapa saat kemudian Widi keluar dari kamar mandi, ia mengeringkan rambutnya dan memakai pakaian yang telah dia siapkan untuk pergi kekantor, tak lupa memoles wajahnya dengan make up tipis supaya lebih fresh.


Walaupun hanya berdandan natural kecantikan Widi tetap terpancar.


Setelah selesai Widi berjalan keluar rumah dan tak lupa ia mengunci pintu.


"Neng mau kemana ?" Tanya Bu Marni salah satu ibu-ibu yang yang sedang mengelilingi gerobak tukang sayur.


"Paling juga nyamperin Sugar Deddy nya" ujar ibu di sebelah Bu Marni.


"Biasalah anak muda jaman sekarang jarang keluar rumah tapi punya barang mewah, apalagi kalau bukan simpanan om-om" sahut Bu Tika salah satu ibu-ibu tetangga lucknut Widi.

__ADS_1


"Huuuh" Widi Menghela nafas panjang yang pastinya tidak dengar oleh ibu-ibu yang mengelilingi gerobak tukang sayur itu.


Tanpa menjawab pertanyaan dari ibu-ibu, Widi langsung bergegas masuk kedalam mobil ber merk BMW miliknya lalu meninggalkan rumah minimalis tempat dia tinggal beberapa tahun ini, rumah minimalis hasil kerja kerasnya membangun usaha jasa.


"Dasar ibu-ibu rempong sehari aja gak ngomongin orang bisa gak sih"


Mobil melaju sekitar 30 menit dan sampai di area kantor yang paling kecil tapi estetik di antara deretan kantor di daerah tersebut, kantor yang ber plang Keisha Wedding Planner .


Setelah memarkirkan mobilnya, Widi keluar dari mobil dengan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya.


"Pagi Nona" ucap pak satpam menyapa Widi.


"Pagi pak" Sahut Widi seraya dengan senyumannya lalu melanjutkan jalannya ke lantai 5 dimana ruangannya berada.


"Akhirnyaaa datang juga lo, tau gak klient udah telpon gue berkali-kali cuma nanyain lo udah datang apa belum, bentar lagi dia sampai lo siap-siap" ucap sahabat sekaligus sekretarisnya yang bernama Mia itu.


"Lagian kenapa sih mau ketemu gue, ketemu lo aja bisa kan seperti klient lainnya, ribet banget dah"


"Kemarin udah ketemu sama gue, dia mau ngomong sesuatu yang sangat penting dengan pemilik kantor ini, jadi gue saranin aja ketemu Lo hari ini"jawab Mia.


"ngomongin apa ya kira-kira Mi".


"Mana gue tau, tapi katanya sangat penting bagi kelangsungan Wedding Planner lo.


"Lo gak bikin masalah kan Mi sebelumnya".


"Rasanya gak ada deh mi" jawab Mia


"Btw mana klient nya Mi, gue udah buru-buru sampai kesini padahal".


"Tadi katanya bentar la...." ucap Mia tepotong.


Tanpa mengucapkan salam atau pun mengetuk pintu seorang Wanita paruh baya masuk keruangan Widi.


"Silakan duduk nyonya" Ucap Widi Ramah.


"Mia tolong siapkan minuman dan cemilan".


Mia langsung berlalu menuju Pantry minimalis yang ada di ruangan itu juga.


"Selamat datang di kantor Kami nyonya, perkenalkan saya Widi" ucap Widi ramah mengulurkan tangannya bermaksud untuk bersalaman.


"Saya Nyonya Sinta Aditiya pemilik Butik SA galery" Sinta mendekapkan tangannya di dada tanpa membalas uluran tangan Widi.


Widi masih tersenyum melihat apa yang dilakukan lawan bicaranya itu.


"Oh jadi kamu pemilik Asli Wedding Planner ini, sok misterius". Ucap Sinta sinis


"Ada yang bisa kami bantu nyonya" tanya Widi tanpa menanggapi ucapan nyonya Sinta yang seolah meremehkan itu.


"Bukan kamu yang bantu saya, tapi saya yang bantu kamu".


Widi mengernyitkan matanya tak paham apa yang nyonya Sinta bicarakan.


Mia datang membawa 3 gelas minuman dan cemilan, setelah menata ia mendudukkan diri di kursi samping Widi.


"Silakan diminum Nona Widi dan Nyonya Sinta" Pinta Mia


"Terima Kasih Mia" ucap Widi.


"Maaf nyonya saya masih tak paham apa yang nyonya maksud tadi" lanjut Widi.


"Putra saya manager di Perusahaan SA grup, akan menikah dengan seorang model terkenal, saya mau kamu mengurus semuanya untuk pernikahannya".

__ADS_1


"Semuanya ?"


"Daebak" Gumam Mia tanpa bersuara sambil memikirkan keuntungan yang akan mereka dapatkan.


"Tapi saya mau ini gratis" Jawab bu Sinta to the point.


"WHAT"


"Haaaah" sahut Mia dan Widi terkejut.


" Iya..." jawab bu Sinta santai sambil mengangkat kakinya keatas meja.


"Maaf nyonya, kenapa bisa gratis" jawab Widi cepat.


"Anak saya kali ini menikah dengan seorang model terkenal followersnya banyak, dia bisa mempromosikan Wedding Planner ini di akun sosial medianya sebagai ganti pembayaran" ucap nyonya Sinta nya sombong.


"Haaaah, nyonya kalau itu yang nyonya minta, mohon maaf kami tidak bisa penuhi, silahkan cari Wedding Planner lain yang bisa menunaikan keinginan nyonya, dan maaf kami hanya melayani orang yang mau membayar kami" jawab Widi tak kalah to the point.


"Dan masih banyak orang diluar sana yang mau membayar kami" lanjut Widi membalas perkataan bu Sinta yang dari tadi jumawa itu.


"Dasar sombong, baru punya Wedding Planner begini aja sudah berani berucap seperti itu, menantu saya kali ini model terkenal tentunya dapat mempromosikan Wedding Planner yang tidak seberapa ini" sahut Sinta dengan muka meremehkan.


"Maafkan kami nyonya, Wedding Planner yang tidak seberapa ini tidak dapat memenuhi kerjasama yang nyonya harapkan, silahkan nyonya cari Wedding Planner lain yang mau di promosiin menantu Model TERKENAL nyonya itu" ucap Widi dengan menekankan kata terkenal kepada Sinta.


"Baik kalau begitu, kamu akan menyesal menyia-nyiakan kesempatan yang saya berikan ini" jawab bu Sinta seraya menurunkan kaki dari atas meja.


Tanpa berpamitan kepada Widi dan Mia, bu Sinta melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dan segera pergi dari kantor Widi.


"Gimana ini, dimana aku mencari Wedding Planner yang sebagus ini untuk Pernikahan Dimas, aku gak mau ngeluarin uang yang banyak untuk pernikahannya kali ini " ucap bu Sinta dalam hati sambil berjalan keluar dari kantor Widi.


Sementara itu didalam ruangan.


"Gilaaaak Wid, ini gilak banget, gue kira dia beneran mau nyerahin semuanya buat kita kerjain, dan gue udah ngitung bonus yang bakalan gue dapetin dari lo" ucap Mia.


"See Mia, ini klient yang Lo bilang penting" ucap Widi seraya menghembuskan nafas kasar ia cukup kesal dengan sekretarisnya


"Lain kali kalau ada yang modelan kayak gitu lagi tolak dari awal, ini bisnis gue bangun dengan keringat dan jerih payah, seenaknya aja minta gratisan"


"Maaf Wid, kain kali aku gak akan ceroboh lagi"


"Gue cuman kesel rencana gue tiduran guling-guling di kasur seharian terganggu dengan hal yang tidak penting kayak gitu Mia"


"Dan apa lo lupa ibu itukan yang setahun lalu pakai jasa kita yang acaranya hampir berantakan gara-gara pengantin perempuannya telat datang"


"Yang Venue nya hotel Kalandra itu, yang belum selesai acara udah di bubarin pestanya dan kita terpaksa bongkar dekorasi karena ternyata dia cuma sewa Venue setengah hari ?"


" Yup benar yang itu Mia" .


"Astagaaa baru ingat gue Wid, maaf ya Wid"


"Udah gapapa Mia,


Kepalang tanggung sudah sampai di kantor dan malas untuk pulang lagi Widi dan Mia melanjutkan pekerjaannya mereka memastikan setiap detail komponen acara yang akan mereka handle dalam waktu dekat sudah berjalan dengan baik oleh karyawan yang lain.


Widi selama ini dia lebih sering bekerja dari rumah, berkomunikasi dengan klient hanya melalui telepon kecuali ada meeting penting yang harus dia hadiri...


Pekerjaan yang menyangkut karyawan dipercayakan kepada sekretarisnya, dia jarang turun langsung ke tempat acara dia hanya memastikan bahwa acara akan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang dia dan klient harapkan.


...****************...


...Ya begitulah kehidupan Wedding Planner teman² banyak yang PHP, Banyak juga yang minta diskon, minta harga teman, sampai yang gak tau diri minta gratisan dengan tameng endorse tanpa mikirin yang punya gaji karyawan gimana pun ada....


...Ini karya pertamaku, kalau ada yang baca ini doain semoga aku bisa konsisten ya. Mohon masukkannya....

__ADS_1


__ADS_2