Cinta Gadis Wedding Planner

Cinta Gadis Wedding Planner
BAB 5


__ADS_3

Sementara disebuah hotel yang tak jauh dari kediaman Kalandra, Widi sedang sarapan pagi di restoran hotel.


Widi sarapan dengan lahapnya karena semalam setelah sampai di hotel Widi tidak memakan apapun.


Widi makan tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya dia tetap fokus pada makanan dan sesekali memainkan handphonenya.


Sementara tak jauh dari Widi duduk seorang pria memperhatikan Widi yang tampak fokus dari tadi.


Pria tersebut semangkin penasaran dan menghampiri meja dimana Widi berada...


"Sendiri saja".


"Iya" jawab Widi singkat dan datar.


"Boleh gue duduk disini" tanya pria tersebut.


"Silakan tuan, saya juga sudah selesai, permi..."


"Wait wait" potong pria tersebut.


"Kenalin gue Reynaldi Adrian Dinata, CEO Dinata grup" Ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangan dan tersenyum.


"Salam kenal tuan" jawab Widi masih datar tanpa membalas uluran tangan Rey.


Widi berlalu meninggalkan restoran hotel tersebut dan menuju kamarnya berada.


"Masih aja dingin kayak dulu". Batin Rey


"Sat cari biodata gadis tersebut" Perintah Rey kepada asistennya yang tenyata mengikuti Rey dari tadi.


"Baik tuan Rey" jawab sang asisten.


"Apakah ini benar kamu".


"Kamu yang ku cari selama ini".


Setelah memerintah asistennya Rey berlalu dari hotel tersebut pergi entah kemana....


*


*


*


Widi masih di hotel dan sedang bersiap-siap.


Dengan memakai dres panjang selutut ber lengan panjang di padukan dengan tas slin bag yang hanya muat tab dan handphone didalamnya dan sepatu kets bukan high heels...


Widi tampak cantik seperti remaja yang baru lulus SMA.


Widi meninggalkan hotel menaiki taksi menuju tempat yang telah klient janjikan sebelumnya.


Widi tiba di tempat tersebut yang rupanya restoran bernuansa alam.


Widi tampak takjub dengan restoran tersebut, sebagai lulusan fashion design Widi tau restoran tersebut di design oleh orang yang sangat berpengalaman di bidangnya.


Seorang karyawan Restoran menghampiri Widi, setelah Widi menjelaskan, Widi langsung diantar ke sebuah ruangan VVIP.


Tak menunggu lama setelah Widi duduk, client yang janjian dengan Widi untuk pernikahan anaknya sudah datang.


"Maaf membuat Nona menunggu" ujar klient tersebut.


"Tidak apa nyonya, saya juga baru sampai" ujar Widi.


"Kenalin Saya Dianti Kalandra". ucap Dian mengulurkan tangannya


"Saya Widi Zakeisha". Widi menjabat uluran tangan tersebut.

__ADS_1


"Saya kira yang datang ini Mia" ujar Dian.


Bukan tanpa alasan Dian berkata seperti itu sebab selama ini mereka hanya berhubungan melalui telpon dan yang selalu menghubungi nya itu Mia, itulah yang membuat dia berspekulasi sendiri.


Hari ini dia sengahja membuat pertemuan secara langsung dengan pimpinan Wedding Planner tersebut karena kalau hanya lewat telepon masih terasa ada yang mengganjal menurutnya.


Dan yang datang sekarang Widi bukan Mia itu artinya pimpinan yang sebenarnya adalah Widi bukan Mia itulah yang di simpulkan nyonya Dian.


Widi hanya tersenyum membalas pertanyaan tersebut.


Memang seperti itulah banyak klient berspekulasi sendiri bahwa Mia lah pimpinan Wedding Planner tersebut.


"Kita makan dulu Nona".


"Iya nyonya" jawab Widi.


"Ini semua makanan yang best seller di restoran kami" kata nyonya Dian lagi.


"Wah ternyata restoran yang luar biasa ini punya nyonya" Widi terkejut


"Jangan terlalu memuji" jawab nyonya Dian sambil tersenyum.


"Saya sangat suka konsepnya nyonya"


Perbincangan mereka berlanjut yang awalnya canggung menjadi mengalir seperti bukan orang yang baru pertama kali bertemu...


Setelah makan siang diselingi obrolan, saatnya mereka membahas tentang acara pernikahan anak nyonya Dian.


Widi mengeluarkan Tab dalam tasnya dan membuka catatan dan konsep elektroniknya, lalu menjelaskan kepada nyonya Dian.


"Begitu nyonya sesuai dengan permintaan nyonya yang telah disampaikan kepada Mia dan sedikit ide dari saya yang sudah saya jabarkan tadi, apakah nyonya setuju" tanya Widi.


"Luar biasa" hanya itu jawaban nyonya Dian.


"Tambahan ide tersebut tidak merusak tema yang telah putri nyonya impikan tetapi menambah kesan dan justru semangkin menonjolkan tema tersebut" ujar Widi lagi.


Setelah pembahasan tersebut Widi dan Nyonya Dian berlalu dari ruangan tersebut menuju parkiran dengan berjalan santai.


"Sampai kapan nak Widi ada di kota ini" tanya nyonya Dian yang telah mengubah panggilannya menjadi lebih akrab.


"Mungkin sampai 3 hari ke depan nyonya" jawab Widi.


"Panggil tante aja nak supaya lebih akrab, tapi kalau kamu gak mau panggil mama juga boleh "usul nyonya Dian.


"Baik nyo, em Tante".


"Widi di sini sampai 3 hari ke depan, soalnya Widi harus survei toko bunga untuk dekor nanti dan ada beberapa meeting dgn klient yang Widi ajak kerjasama untuk menyukseskan pernikahan putri nyonya eh maksud Widi tante" jawab Widi.


"Kalau begitu bisa dong nanti kita ketemu lagi" ujar nyonya Dian.


"Bisa tante, nanti juga ada meeting dgn pihak catering dan rencana saya pihak pengantin datang untuk tester rasa dari makanannya, tante dan kalau ada keluarga lain mau ikut silakan".


"Oh ya tan bagaimana kalau nanti beberapa menunya dari restoran ini" usul Widi.


"Ide yang bagus, saya setuju, nanti saya beritahu manager disini untuk menghubungi nak Widi" jawab nyonya Dian.


Mereka sudah sampai di parkiran Widi sudah menaiki taksi dan melambaikan tangan kepada nyonya Dian dan meninggalkan restoran tersebut.


"Gadis cantik yang unik dan pintar" batin nyonya Dian setelah mengetahui status Widi yang ternyata belum menikah.


*


*


*


Sementara di sebuah mall oma, opa dan cucu nya sedang berada di sebuah store pakaian branded, sang cucu masih dengan muka jengkelnya menunggu sang Oma yang sudah mencoba pakaian kesekian kali tapi belum juga ada yang di beli.

__ADS_1


Sedangkan sang opa sudah pergi ke dunia mimpi saking lamanya menunggu sang istri tersebut.


"Gimana yang ini bi" tanya oma Maya yang baru saja keluar dari ruang ganti.


"Emm bagus oma" jawab Bian seadanya


"Ck, yang ini di bilang bagus, yang tadi bagus, komentarmu itu itu aja"


"Emmm coba oma pakai yang ini "usul Bian sambil mengulurkan sebuah gaun tipis kepada sang oma.


"Bocah semprul" semprot oma Maya sambil menimpuk pelan Badan Bian dengan tasnya.


Bian hanya tertawa terbahak dia berhasil mengerjai sang Oma.


"Tapi".


"Tapi apa Oma".


"Gaun yang ini cocok kamu belikan buat istrimu melayani kamu di atas ranjang" bisik sang Oma.


"Upps oma lupa, kamu gak punya istri" oma Maya terkekeh menjahili cucunya


Bian kalah telak dari sang oma, muka Bian yang tadi masih dengan tawanya sekarang berubah 90 derajat.


*


Akhirnya sang oma memilih gaun yang pertama kali di cobanya tadi.


Setelah membangunkan sang opa, mereka bertiga berlalu dari store pakaian branded menuju sebuah restoran yang masih didalam mall itu juga.


"Kita makan dulu, kalau makan di rumah nanti jadi makan sore namanya bukan makan siang" usul sang opa.


"Kau selalu tau apa yang ada dalam pikiranku honey" jawab oma Maya


"Oke opa".


Opa Haikal dan oma Maya bergandengan tangan meninggalkan sang jomblo jalan sediri.


Setelah sampai di restoran dan memilih menu yang akan mereka makan.


"Iri gak" tanya Oma.


"Iri lah masa enggak" jawab opa Haikal yang tau maksud sang istri tersebut.


"Siapa juga yang iri, yang ada oma dan opa gak tau malu bergadengan di tempat umum seperti ini" jawab Bian .


"CK, Ini bukan tak tau malu, tapi romantis" jawab oma Maya.


"Cihh".


Mereka lanjut makan siang dengan lahapnya, opa Haikal menyuapi sang istri begitupun sebaliknya.


Bian yang melihat keromantisan pasangan suami istri tersebut hanya semangkin membuatnya sedikit iri, bisa-bisanya oma dan opanya beradegan seperti itu di depan dirinya.


"Mangkanya cepat cari pasangan bi" opa tiba-tiba berbicara seakan tau maksud dari pandangan cucunya itu.


Bian hanya diam tak tau harus berkata apa.


Setelah makan siang mereka ber 3 berjalan menuju lobby, Bian berjalan di depan oma dan opanya ia tak mau menyakiti matanya melihat kemesraan oma dan opa lebih lama lagi.


BRAK


Bian yang masih jengkel dengan oma dan opanya berjalan tidak terlalu fokus dan akhirnya menabrak seseorang hingga orang tersebut jatuh kelantai.


"Maaf" kata Bian seraya membantu orang tersebut berdiri.


Deg

__ADS_1


Deg


__ADS_2