
"Hai boleh saya duduk disini" tanya Rian. Kepada Widi dan Mia.
Widi dan Mia yang sedang mengobrol tampak kaget dengan kedatangan Rian sehingga tak membalas ucapan orang didepannya itu mereka hanya berpandangan seolah berkata.
"Siapa sih orang ini".
"Hallo boleh gue duduk disini" tanya Rian lagi.
"Eh, silahkan duduk tuan" ucap Mia.
"Thanks, Kenalin gue Rian" ucap Rian bersalaman dengan Mia dan Widi.
"Gue Mia
"dan dia Wid" ucap Mia tersenyum.
Mia tau pasti Widi tak akan menyahut jadi dia berinisiatif memperkenalkan sahabatnya itu
Mia dan Rian terlibat obrolan yang entah apa, Widi tidak memperdulikan kedua orang itu dia hanya asik dengan handphone membuka akun Instagram Wedding Plannernya.
Sementara seorang pemuda yang baru datang langsung menghampiri tempat Bian berada.
"Hai Bro" ucap Pria tersebut.
Mereka pun berjabat tangan dan berpelukan ala lelaki.
Bian tampak heran kenapa Ken tiba-tiba ada disini
"Lama gak ketemu makin datar aja muka Lo, btw si Rian kemana" tanya Pria tersebut.
Bian tak menjawab dia hanya menunjuk dengan arah pandangnya dan pria tersebut langsung mengerti.
"CK, lagi pasang Bubu dia, ikut ah" ucap pria tersebut langsung meninggalkan Bian dan menuju meja Rian berada.
"Dasar teman sialan" gumam Bian yang masih tak beranjak dari duduknya.
"Bro" ucap pria tersebut seraya menepuk bahu Rian".
Rian pun terkejut dan terperanjat untung saja dia tak latah, kalau latah hancur sudah image cool yang ditunjukkan nya sedari tadi.
"Astaga elo, bisa gak sih jangan ngejutin kayak gitu".
Pria tersebut tak memperdulikan ucapan Rian matanya lekat melihat 2 gadis di depannya...
"Hai girls" sapa pria itu.
"Hai juga" balas Mia.
sedangkan Widi tak menanggapi, jangankan menanggapi mendengar pun sepertinya tidak.
"Kenalin gue Ken, temennya Rian" ucap Pria itu.
"Gue Mia, dan ini teman gue" ucap Mia terpotong.
__ADS_1
"Wid" panggil Mia kepada sahabatnya.
"Wid" panggil Mia lagi seraya menepuk tangan Widi.
"Kenapa mi, kalau Lo masih ngobrol ya ngobrol aja gue tungguin" balas Widi masih fokus dengan handphone nya.
"Main handphone nya nanti aja di rumah, ini ada yang nyapa dan mau kenalan"
Terpaksa Widi menghentikan kegiatannya.
"Kenalin gue Ken" mengulurkan tangannya bersalaman dan tersenyum manis.
"Widi" ucapnya datar.
Mia dan Rian kembali terlibat obrolan dan sesekali Ken ikut menimpali sedangkan Widi kembali dengan handphone nya.
"Maaf tuan-tuan saya permisi dulu, kalau kalian masih mau lanjut ngobrol dengan sahabat saya silahkan" ucap Widi yang teringat dengan janjinya kemarin mau memasak untuk makan malam bersama mama angkatnya.
"Wid kenapa buru-buru, kita gak ada agenda lagi setelah ini, semuanya sudah beres" ucap Mia.
"Kalau lo mau masih mau ngobrol, lanjutin aja Mi, gue ada janji mau masak sama Mama" ucap Widi tersenyum.
"Manisnya" Batin Rian yang melihat Widi.
Widi merasa bertemu dengan kedua pria itu adalah salah satu doa Mia yang terkabul beberapa hari yang lalu mangkanya Widi tidak buru-buru pergi dari tadi dan membiarkan temannya itu selagi laki-laki itu bersikap sopan.
"Mama, coba kalau mau cari alasan yang masuk akal dikit Wid, mereka ia bisa lo tipu gue enggak". Batin Mia.
"Gue ikut Wid, mau pulang juga" ucap Mia yang tak mau ditinggalkan sendiri.
"Kami permisi dulu ya Rian Ken, Widi mau masak dengan mamanya dan gue mau mandiin sapi tetangga" ucap Mia kelakar berpamitan dengan 2 pemuda tersebut.
"Sampai jumpa" Ucap Mia lagi.
Lalu Widi dan Mia pun meninggalkan kan restoran tersebut.
"Lo ya Wid gak habis-habis alasan Lo kalau ketemu cowok, pura-pura mau ini lah, mau itu lah, gue kan masih mau ngobrol Wid, mana temennya yang baru datang gak kalah ganteng lagi" ucap Mia yang sudah hapal dengan Widi jarang merespon laki-laki itu.
"Tadi kan udah gue bilang kalau Lo mau ngobrol ya lanjutin aja, lagian gue beneran ada janji dengan mama gue Mi" ucap Widi.
"ya Allah Widi" Batin Mia
"Wid maafin gue". Ucap Mia tiba-tiba merasa bersalah
"Karena ?" Widi bingung dengan sahabatnya.
"Karena belum bisa jadi sahabat yang bisa ngertiin elo dan selalu ada buat elo" Ucap Mia.
"Ngomong apa sih mi, salah minum obat Lo".
"Elo yang salah minum obat sampai berhalusinasi mau masak sama mama lo". Ucap Mia.
"Oh jadi elo tiba-tiba minta maaf tadi karena Lo beranggapan gue gila gitu, tapi gue beneran punya mama Mia" ucap Widi.
__ADS_1
"Ck, udah jangan bahas itu lagi mending sekarang kita pulang dan elo tidur, gue rasa elo terlalu banyak bekerja jadi begini" ucap Mia yang masih tidak percaya dengan ucapan Wid.
Widi mau bicara lagi tapi buru-buru Mia menutup mulut Widi lalu menarik tangannya.
Keduanya pun masuk kedalam taksi dan pulang kerumah masing-masing.
*
sementara itu masih di restoran hotel
"Ah elo gangguin aja Ken, coba elo gak datang gak pergi mereka" Ucap Rian.
"Mereka pergi itu karena bosan lihat muka Lo" jawab Ken sekenanya.
"Ciiihh, Padahal sedikit lagi gue dapat nomor salah satu dari mereka". Rian berlalu meninggalkan Ken menuju meja Bian berada.
Ken pun mengikuti temannya itu.
"Jadi elo juga baru kenal dengan mereka yan" ucap Ken seraya duduk.
"Bisa dibilang begitu, tapi gue udah pernah lihat salah satu dari mereka sebelumnya.
Bian yang dari tadi diam tapi sesekali memperhatikan temannya dengan 2 orang gadis hanya menarik sedikit senyumnya yang tak kelihatan.
"Lo masih mau bahas cewek yan" ucap Bian tiba tiba.
Bian dan Rian seketika memberhentikan ucapannya yang sebarnya masih banyak yang ingin di katakan tentang Widi dan Mia tadi.
"Ah elo sesekali bikin gue bahagia bisa gak si" ucap Rian.
"Jangan mainin anak orang yan".
"Siapa juga yang mainin gue cuman mau ngobrol dan minta no Handphone nya" ucap Rian.
"CK Serah lu dah, tapi Lo bilang tadi Auditornya mau kesini tapi mana sampai sekarang belum datang" ucap Bian.
Rian menghela matanya malas.
"Tu dia orangnya" tunjuk Rian kepada Ken.
"Ken ?" tanya Bian.
"Yoi, elo lupa kita punya teman auditor dan detektif terbaik yang memecahkan kasus korupsi sampai ke pemerintahan" ucap Rian.
"Lo udah tau kan Ken permasalahannya, jadi mulai besok Lo masuk kantor nyamar jadi Wakil manager keuangan". ucap Rian yang sebelumnya sudah memberitahu tentang permasalahan di kantor Bian.
"Siap, tapi Lo tau kan jasa gue gak murah" Sahut Ken.
"CK sama temen aja perhitungan Lo" ucap Rian.
"Gue bayar sesuai mau Lo asal kasus ini terpecahkan dan juga satu lagi selidiki oknum yang mempengaruhi warga yang gak mau jual tanahnya untuk pembangunan hotel itu" Ucap Bian.
"Urusan gampang". ucap Ken.
__ADS_1
Mereka pun lanjut mengobrol dan bercerita tentang masa sekolah bersama sahabat-sahabatnya yang lain.