Cinta Gadis Wedding Planner

Cinta Gadis Wedding Planner
BAB 10


__ADS_3

Bian dan Rian baru saja mendaratkan kakinya di Jakarta, mereka meninggalkan bandara langsung menuju cabang perusahaannya.


Kedua pemuda itu memasuki kantor mereka disambut oleh para karyawan, mereka heran kenapa Presdir datang mendadak tanpa pemberitahuan tapi tak sedikit juga di antara mereka tampak kagum dengan ketampanan kedua pemuda tersebut, terlebih mereka penasaran dengan sang pemilik perusahaan yang menunjukkan tampang datar dan dingin, berbeda dengan sang sekretaris yang dari tadi membalas senyum dari karyawan, terlebih jika karyawan itu perempuan.


Mereka langsung menuju ruangan CEO berada, CEO membuntuti jalan mereka.


"Mengapa sampai bisa terjadi seperti ini" ucapnya dingin kepada CEO setelah tiba di ruangannya.


"Saya juga tidak tau tuan".


"Tidak tau, terus apa yang kamu kerjakan selama ini sampai bisa terjadi penyelewengan dana sebesar itu" Bian menaikkan nada suaranya.


"Saya sudah bekerja dengan baik tuan, dan itu di luar kuasa saya". Sahut CEO sedikit gugup mendengar pemilik perusaan membentaknya.


"cihhh pandai sekali kau ber akting". Batin Bian


"Keluar sekarang". Bian marah dengan ucapan CEO nya dia ingin langsung berkata kalau dia itu melakukan pencurian uang, tapi dia tak punya bukti.


CEO itu pun menurut, dan keluar dari ruangan itu.


"Sepertinya kita akan lama disini" Ucap sang sekretaris tiba-tiba.


"CK, kamu benar Rian, kau lihat saja tadi, CEO saja seperti itu, sepertinya kita kecolongan mempercayai orang seperti dia" .


"Lalu sekarang aku harus apa, apa langsung menendangnya dari kantor ini" Sahut sang sekretaris sekaligus asistennya itu.


"Jangan dulu, kamu kerahkan tim Audit untuk memeriksa dana 2 tahun ini, kita akan membongkar siapa saja dalangnya dengan bermain cantik" ucapnya berseringai.


Sang sekretaris yang tau arti seringaian bos nya itu bergidik ngeri...


"Mati lah orang itu, membuat masalah dengan orang yang salah" Batin Rian.


"Ok, kau tenang saja aku akan mencarikan tim audit terbaik untuk mengurus ini".


"Good".


Keduanya berlalu meninggalkan perusaan menuju hotel Kalandra tempat meraka tinggal selama di Jakarta.


"Barusan Ken WA gue ngajak ketemuan". Ucap Rian ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Cepet banget dia tau kita ada di Jakarta".


"Dia liat story WA gue".


"CK, pantes".


"Jakarta makin macet aja ya Bi" ucap Rian mengalihkan pembicaraan, dia tau Bian kesal dengan dia karena membocorkan keberadaan mereka yang berada di Jakarta sekarang.


"hm" Balas Bian seadanya.


"Kembali lagi deh dinginnya" Batin Rian.


"Ehh Bi, bukannya itu cewek yang di bandara kemarin". Ucap Rian ketika mereka sedang berada di lampu merah dan Rian melihat ada seorang gadis di samping mobil mereka.


"Gadis mana, Bandara mana" jawab Bian acuh.


"CK, Bukan gadis biasa, itu yang di bandara ngehajar pencopet". sambung Rian lagi.


Bian pun menoleh dan melihat ke arah pandang Rian.


"Widi" Batin Bian.


"Oh Dia" respon Bian kepada Rian.


"Gilak beberapa hari gak lihat dia makin cantik aja tuh cewek" Rian masih terpesona.


Bian yang berada disampingnya tidak menanggapi, sudah biasa melihat sahabatnya seperti itu.

__ADS_1


"Apakah ini yang dinamakan jodoh, udah 2 kali ketemu tanpa sengaja" Ucap Rian lagi.


"Elo baru 2 gue udah 4" Batin Bian.


*


Widi hari ini pergi ke kantor sudah cukup dia ber kamuflase menjadi pengangguran seharian kemarin, ya walaupun pergi siang hari tidak seperti pekerja pada umumnya, tapi siapa yang melarang kan dia bosnya.


"Ya ampun lama banget lampu merahnya" gumam Widi.


"Ini AC juga kenapa gak terasa dingin"


Widi merasa kepanasan ketika terik matahari menyinari ibu kota, terpaksa ia membuka kaca mobilnya dari pada mati kepanasan di dalam mobil, gak estetik sekali bukan kalau nanti timbul berita Seorang Wanita cantik bermobil BMW meninggal di lampu merah


"Akhirnyaaaa" Widi bernafas lega ketika lampu berubah menjadi warna Hijau.


Widi Pun kembali melajukan mobilnya menuju kantor.


"Akhirnya datang juga lo Wid". Ucap Mia ketika Widi memasuki ruangannya.


"Gimana kemarin pertemuannya dengan klient". Tanya Mia.


"Lancar jaya, semuanya sesuai dengan yang kita inginkan" Jawab Widi.


"Syukurlah" ucap Mia sebab dia merasa khawatir klient tersebut akan membatalkan kerja sama mereka, sebab ketika berbicara di telepon sebelum pertemuan itu, klient tersebut hanya merespon seadanya.


Mia sangat kagum dengan kemampuan sahabatnya itu, tak diragukan memang keahlian publik speaking dan cara dia menghandle klient, dalam 2 hari dia sudah menyelesaikan tugas itu sendirian dengan sempurna.


"Hari ini jadwal gue apa Mi" tanya Widi.


"Meeting dengan calon klient di hotel Kalandra jam 1 siang" Jawab Mia.


"Oke siapkan semuanya mi, bentar lagi kita berangkat".


"Semuanya udah beres".


"Asiiikkk" gembira Mia.


Dia tak melupakan sahabatnya itu, walau bagaimana pun dia yang sudah ada di dekatnya selama 7 tahun ini.


"Kok naik taksi Wid" Tanya Mia ketika mereka sudah berada di lobby dan menunggu taksi menjemput.


"Mobil gue AC nya mati" jawab Mia.


"Astaga, percuma beli mobil mahal-mahal, coba mobilnya di beliin Boba udah dapat satu kolam" Sahut Mia


Widi hanya menggeleng dengan respon sahabatnya itu.


"Pak saya Nitip kunci mobil ya, sebentar lagi ada montir yang jemput" pinta Widi kepada pak satpam di kantornya.


"Beres nona" sahut pak satpam itu.


"Oh ya pak ada oleh-oleh untuk bapak dan keluarga didalam mobil, ambil satu ya pak jangan semua nanti Mia nangis kalau bapak ambil semua" ucap Widi.


"Siap, makasih nona".


Lagi-lagi Mia salut dengan sahabatnya itu walaupun sekarang Widi sudah berkecukupan dia tidak melupakan kebiasaannya yang berbagi dengan orang lain, tak perduli orang itu siapa.


"Mia, mau ikut gak" teriak Widi ketika dia sudah berada dalam Taksi tapi sahabatnya masih mematung di lobby.


"Ikut lah Wid, tapi oleh-oleh gue gimana". ucap Mia yang tengah menyusul Widi dan masuk menuju kursi kosong di sebelah Widi


"Hotel Kalandra Pak" Ucap Widi kepada supir taksi.


"Siap Nona".


"Oleh-olehnya gak bakalan hilang Mi, kalaupun hilang lo beli aja nanti pas kita ke kota B" sahut Widi gampang.

__ADS_1


"Tapi kan beda Wid, oleh-oleh itu gratis sedangkan kalau beli pakai uang sendiri" ucap Mia cengengesan.


Widi hanya menggeleng dengan kelakuan Sahabatnya yang tak berubah dari dulu itu.


Mereka tiba di hotel Kalandra dan langsung menuju restoran tempat pertemuan dengan klient.


"Calon klient nya udah datang belum mi" tanya Widi.


Mia melebarkan arah pandangnya mencari klient meraka.


"Itu sepertinya" ucap Mia setelah melihat seorang wanita melambaikan tangannya.


Widi dan Mia menghampiri.


"Selamat siang Nyonya, Maaf kami telat" Ucap Mia.


"Selamat siang juga, bukan kalian telat tapi saya sengahja datang lebih awal". Ucap calon klient tersebut.


"Perkenalkan saya Widi dan ini sekretaris saya Mia" ucap Widi kepada klient tersebut seraya mengulurkan tangan bermaksud untuk bersalaman.


"Saya Kinanti, Salam kenal juga buat nona-nona" ucap Client tersebut seraya membalas uluran tangan Widi kemudian bersalaman dengan Mia.


"Jadi ini wajah asli pemilik Keisha Wedding Planner yang misterius itu, selama ini saya kagum dengan semua dekorasi dan make up yang kalian posting di akun Instagram" Ucap Kinanti.


"Terima Kasih nyonya". Sahut Widi dan Mia bersamaan


"Jadi langsung saja, maksud dan tujuan saya ingin bertemu kalian adalah ingin berkonsultasi dan berharap kalian bisa menghandle pernikahan putri saya" Jelas Kinanti.


"Terima kasih nyonya telah mempercayakan kepada kami, kalau boleh tau kapan acaranya akan dilaksanakan" tanya Mia.


"2 Bulan lagi"


"Insya Allah kami bisa Nyonya" ucap Widi.


"Alhamdulillah, saya sangat berharap dengan tim kalian karena sejak melihat hasil dari WO kalian di TV pada saat itu saya sudah berniat jika putri saya menikah nanti akan menggunakan jasa kalian" ucap Kinanti.


"Terima kasih nyonya" ucap Mia.


"Tapi acaranya di Malaysia" ucap Kinanti.


"Tidak apa-apa nyonya di manapun acaranya dan bagaimanapun konsep yang nyonya inginkan kami sebagai Wedding Planner akan berusaha memberikan hasil yang terbaik" ucap Widi.


"Syukurlah, saya kira kalian akan menolak setelah saya menyebutkan tempatnya" ucap Kinanti.


Mereka pun lanjut membicarakan tentang acara pernikahan tersebut Widi yang mengobrol dengan Kinanti sedangkan Mia mencatat apa saja poin yang mereka bicarakan.


"Terima Kasih atas pertemuan nya nyonya, semoga nanti acara pernikahan anak nyonya berjalan lancar" ucap Widi.


"Saya juga berterimakasih kepada kalian karena mau jadi WO pernikahan anak saya yang jauh-jauh sampai ke Malaysia".


Ketiga orang tersebut yang terlibat pembicaraan saling berjabat tangan setelah meeting tersebut, Kinanti lebih dahulu berpamitan kembali ke kamar hotelnya karena suaminya sudah menunggu, sedangkan Widi dan Mia masih berada di restoran tersebut.


"Lo beneran mau nerima kerjasama ini Wid"tanya Mia agak sedikit ragu.


"Lo ragu mi" tanya Widi.


"Gak, kita lakukan yang terbaik demi nama Wedding Planner Lo go Internasional" Sahut Mia yang melihat muka Widi tak ada keraguan sedikit pun.


Tanpa mereka sadari, dari tadi tak jauh dari mereka berada 2 orang laki-laki memperhatikan mereka, lebih tepatnya hanya satu saja yang memperhatikan yang satunya lagi tampak acuh.


"Ayo kita ke sana Bi" ucap Rian lalu melangkahkan kaki menuju meja Widi dan Mia berada.


ya orang yang memperhatikan Widi dan Mia itu adalah Rian dan Bian.


"CK" ucap Bian hanya berdecak tanpa mau menuruti sahabatnya itu.


"Hai boleh saya duduk disini" tanya Rian. Kepada Widi dan Mia.

__ADS_1


__ADS_2