Cinta Gadis Wedding Planner

Cinta Gadis Wedding Planner
BAB 6


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


"Hantu Bandara"


"Astaga Elo lagi ?"


"Hm"


"Kalau jalan pake mata, hobi banget nabrak orang, blm 24 jam lo udah nabrak gue 2 kali".


"1 kali. Yang di bandara itu lo yang nabrak gue, jadi sekarang kita impas" sahut Bian.


"Ok, deal" sahut Widi yang tak mau ribet. Tubuhnya lelah aktifitasnya hari ini cukup padat sehingga membuatnya malas berdebat.


Oma Maya dan opa Haikal yang melihat dua anak manusia bertabrakan itu langsung menghampiri mereka.


"Ada apa ini Bi" tanya opa Haikal.


"Gak ada opa, hanya insiden kecil" jawab Bian.


"CK, mangkanya kalau jalan itu hati-hati bi" kata Oma Maya.


"Iya Oma, siapa suruh Oma dan opa mesra di dekat Bian, jadi Bian buru-buru tadi" jawab Bian yang tak mau disalahkan sepenuhnya.


Widi yang mendengar percakapan itu membuatnya iri, satu hal yang tidak pernah dirasakannya. Diperhatikan oleh seorang nenek.


Widi berniat melanjutkan jalannya menuju ke dalam pusat perbelanjaan itu.


"Maaf, saya permisi" ujar Widi di sela-sela obrolan Oma, opa dan cucunya, lalu dia melanjutkan jalannya.


"Kalau mau pergi ya pergi aja, siapa elo pakai pamit segala" ucap Bian sinis.


Widi tak memperdulikan ucapan Bian dia tetap melanjutkan jalannya tanpa berpaling menoleh kearah bian.


"Huss gak boleh ngomong gitu Bian" jawab Oma Maya.


"Semalam aja kayak singa sekarang berubah jadi marmut" batin Bian yang matanya masih mengikuti langkah Widi tanpa memperdulikan yang Omanya katakan.


"Bi bi bi, Bian, Fabian Dewangga Kalandra" Oma Maya melambaikan tangan di mata sang cucu.


"Heh ya Oma" jawab Bian tersentak yang baru tersadar dari lamunannya.


"Ngelamunin apaan".


"Gak ada opa" sahut Bian.


"Yakin".


"Enggak, ehh yakin".


"Omonganmu tadi ituloh kayak udah sering ketemu aja sama gadis itu, gak boleh di biasain bi ngomong gitu" nasehat Oma Maya.


"Gak sering Oma, cuma baru 2 kali ini ketemu" jawab Bian tanpa sadar.


"Kamu kan baru sampai kemarin malam, kenapa udah dua kali ketemu" kata opa Haikal.


"Semalam ketemu di bandara Opa" jawab Bian.

__ADS_1


"Jangan-jangan itu jodoh kamu Bi, belum 24 jam udah 2 kali lo ketemu padahal kota ini luas" celetuk sang Oma.


"Jodoh apaan si Oma" jawab Bian malas.


"Ya jodoh kamu, istri kamu, ibu dari anak-anak kamu kelak, teman hidupmu untuk menua bersama" jawab sang Oma lengkap.


"Semoga aja dari pada kamu menjomblo sampai tua, lagian gadis itu juga cantik" celetuk sang opa.


"Cantik belum tentu baik opa" sahut Bian.


"Siapa taukan Bi, tapi dilihat dari tingkahnya tadi kayaknya baik deh kalau enggak ya pasti udah marah-marah sama kamu karena kamu nabrak dia tadi" goda sang opa.


"Opa gak tau aja kemarin di bandara dia kayak singa" Batin Bian.


Ketiga orang itu melanjutkan perjalanan keluar dari lobi menuju supir dan mobil mereka berada.


Mobil pun melaju meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut, beberapa saat kemudian mereka tiba di kediaman keluarga Kalandra...


Ketiga orang tersebut memasuki rumah .


Bian melangkah menuju sang mama yang tengah duduk santai di kursi ruang keluarga.


"Gimana hari pertama mu disini Bi" tanya mama Bian melihat anaknya mendekat.


"Kurang baik ma" sahut Bian sambil mendudukkan dirinya di samping sang mama.


"Kok bisa"


"Oma dan opa bermesraan gak tau tempat, udah gitu belanjanya lama, eh pas mau pulang ketemu hantu bandara" adu Bian.


"Hantu bandara, kamu mimpi ya bi" sang mama menaikan alisnya heran kepada sang putra.


"Hantu bandara dari mana, tadi anak bujang mu yang tampan tapi jomblo ini ketemu calon istri, gadis cantik" celetuk sang Oma mendengar pembicaraan anak dan cucunya.


"Kamu punya pacar bi" cecer Dian kepada sang anak.


"CK, jangan dengerin ucapan Oma ma, Bian aja gak kenal dengan orang itu".


"Bian ke kamar dulu ya ma oma" pamit Bian kepada nenek dan mamanya menghindari pertanyaan tentang hal itu lebih lama.


Dian menatap menelisik kepada sang mertua...


Oma Maya hanya menampilkan senyum tak bersalah nya


"Hehe sorry, mama cuma bercanda" ucap Oma Maya


"Dian padahal udah seneng lo ma kalau beneran Bian punya calon istri orang sini, itu artinya dia gak akan kembali ke negara A lagi" ucap Dian.


Sementara itu di sebuah pusat perbelanjaan Widi baru selesai meeting dengan klient, ia keluar dari sebuah restoran.


Widi lalu berkeliling pusat perbelanjaan tersebut tampak menikmati keramaian sesekali dia masuk kedalam sebuah store dan keluar lagi tanpa membeli apapun.


Setelah puas berkeliling dan sedikit merefresh pikirannya dari capeknya urusan pekerjaan, Widi lalu memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum bertemu klient lagi nanti malam.


*


Keesokan paginya


Di kediaman Kalandra setelah makan pagi tampak semuanya telah bersiap melakukan aktifitas hari ini.


Papa Bayu siap untuk pergi ke kantor, Bianka siap untu pergi pemotretan Prewedding, sedangkan Mama Maya dan sang anak laki-lakinya akan ketemu WO, sang Oma dan suaminya setelah makan pagi tadi langsung ke taman belakang mengurus kebun bunga dengan semangat 45.

__ADS_1


"Kamu gak ikut papa aja ke KA group bi" tanya sang papa kepada anak sulungnya...


"Bian udah janji buat nemenin mama pa" ucap Bian yang padahal jika tidak ada janji pun dia tetap memilih ikut sang mama, entah kenapa Bian selalu malas berurusan dengan perusahan sang papa.


"Ya udah kalau gitu" Papa Bayu tak memaksa anaknya itu.


"Papa pamit dulu ke kantor" ucap papa Bayu kepada keluarganya.


"Hati hati pa" jawab mama Bian menyerahkan tas kerja sang suami lalu menyalami dengan takzim punggung tangan suaminya nya.


Papa Bian membalas dengan mengecup kening sang istri setelah itu pergi meninggalkan rumah.


Bian memandang dengan tersenyum melihat interaksi kedua pasangan suami istri yang tak lagi muda itu.


"Semoga mereka sehat terus Tuhan".


Satu jam kemudian ibu dan anak itu juga meninggalkan kediaman Kalandra.


Sang anak siap mengikuti kemana saja ibunya pergi hari ini.


"Kita kemana ma".


"Kita ke KA hotel Bi" jawab sang mama.


"Siap bu bos" sahut sang anak di balik kemudi kuda besi tersebut.


Iya hari ini Bian menyetir sendiri mobilnya, dia sudah kangen menyetir dari kemudi yang berada di sebelah kanan dan mengarungi aspal di negara kelahirannya.


Bian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang beberapa waktu kemudian sampai di KA hotel.


Bian menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas disana untuk memarkirkan mobilnya dengan aman lalu ibu dan anak itu memasuki hotel tersebut.


"Selamat pagi nyonya, Selamat pagi Tuan muda" Sapa Pak Satpam yang bertugas.


"Pagi juga pak" Sahut mama Dian.


Sedangkan sang anak hanya diam saja di samping sang mama.


"Selamat pagi nyonya dan tuan Muda, klient sudah menunggu di ballroom" kata sang manajer hotel kepada Istri dan anak pemilik Hotel tempat dia bekerja itu.


Ya benar KA hotel adalah salah satu bisnis dari Keluarga Kalandra.


"Terima kasih, apa semuanya sudah siap".


"Sudah nyonya, klient tersebut sudah menyiapkannya, kami hanya menunjukkan ruangan yang telah disiapkan, semuanya dia dan timnya yang mengurusnya".


"Good".


"Kamu lanjut saja bekerja, saya akan di temani Bian".


"Baiklah nyonya, Terima Kasih".


Anak dan ibu itu langsung menuju lantai 6 dimana Ballroom berada.


Mereka berjalan dengan santai menuju lift sesekali membalas sapaan dari para pekerja hotel tersebut.


Lift terbuka menandakan ibu dan anak itu sudah sampai di lantai yang mereka tuju.


Ibu dan anak itu memasuki ballroom, tampak tak jauh dari mereka seorang gadis menuju arah mereka berada.


Bian sedikit menggosok matanya tak percaya dengan yang dia lihat.

__ADS_1


"Dia lagi".


"Kebetulan macam apa ini".


__ADS_2