Cinta pada santriwati

Cinta pada santriwati
Pandangan pertama


__ADS_3

Namaku Aldi, aku orang sumatera tepatnya di provinsi Bengkulu kabupaten Bengkulu Selatan atau biasa disebut kota Manna. Sekarang aku tinggal di asrama salah satu pondok pondok pesantren di Jombang, Jawa timur. Dan aku adalah seorang mahasiswa semester awal yang juga butuh cerita cinta, ya walaupun begitu aku sudah berjanji untuk tidak berpacaran sampai aku lulus kuliah pada saat aku mau berangkat ke tanah Jawa. karena janji ku itulah yang membuat aku bersemangat kuliah dalam beberapa semester sebelumnya. Walaupun bulat tekad ku untuk tidak berpacaran dulu sampai aku lulus kuliah, godaannya itu sangatlah banyak apalagi godaan dari teman-teman yang terkadang membuat tekadku agak goyah. Namun ada satu hal yang membuat aku bisa kembali pada tekadku semula yaitu orang tua.


orangtuaku yang selama ini membiayai sekolahku harus bisa bangga anaknya punya gelar sarjana.


Semua berjalan lancar sesuai rencana awal, tidak boleh pacaran sampai lulus kuliah. Tapi, itu hanya beberapa semester saja. Suatu ketika saat aku mau berangkat kuliah, kulihat dari kejauhan tampak seorang wanita dengan anggunnya memakai pakaian sekolah dan melihat ke arah jalan yang lagi ramai para penjual makanan dan santriwati yang sedang asik membeli sambil ngobrol, entah apa yang mereka obrolankan sehingga mereka terlihat sangat asik dan bisa tertawa lepas.


Pandanganku masih tertuju pada perempuan tadi yang memakai pakaian sekolahnya dan melihat ke arah jalan. Aku masih terkagum-kagum pada sosok itu sampai-sampai ada temenku yang bernama alif ternyata sudah lumayan lama ada di belakangku sembari memperhatikan tingkahku yang sesekali tersenyum sendiri karena kekagumanku pada sosok perempuan itu.


Tiba-tiba ada suara besi yang sengaja dijatuhkan temanku yang sontak membuatku langsung berucap,


"astaghfirullahal'azim"


"ngagetin aja loe ***" ujarku


"abisnya kau asik banget liatin tu cewek"ujar alif kepadaku,


"biasa aja, ayo kita jalan ke kampus nanti telat bisa-bisa dimarahin sama dosen" kataku pada alif

__ADS_1


"okay, nanti mampir dulu ya ! ke warung bu Tina, aku mau beli rokok" katanya sambil tersenyum meledek kejadian tadi.


aku sama alif pun sama- sama berjalan ke kampus yang jarak nya dari asrama sekitar dua kilo.


di perjalanan alif memulai obrolan untuk mengejekku,


"di(sapaan akrab dia ke aku), kamu suka ya sama anak tadi ?" ujar alif sembari menghidupkan rokok yang tinggal setengah batang lagi,


"mana ada aku suka sama dia,aku kan gak mau pacaran lif" kataku sepontan karena itu emang tekadku dari awal,


"cewek itu cantik banget di, banyak sekali teman-teman kita yang suka sama dia, ternyata seleramu lumayan tinggi ya di" alif melanjutkan,


"ayok ke warung dulu kita beli rokok " katanya sambil belok ke arah warung bu Tina,


setelah selesai membeli rokok di warung, aku dan alif pun melanjutkan perjalanan.


"ini rokok" katanya sambil menyodorkan rokok yang sudah dibukanya,

__ADS_1


"makasih lif" kataku sambil nyalain rokok,


"oh iya di, kamu udah selesai tugasnya pak Ali Mustofa ?" dia bertanya padaku, soalnya emang dari dulu dia tau kalau aku gak pernah telat kalo bikin tugas.


"udah lif, kamu mau lihat ?" kataku sambil membuka tas yang berisi biku satu buah dan makalah yang sudah lumayan lama selesai aku bikin.


"mana coba aku lihat" ujar Alif.


aku pun memperlihatkan tugasku pada Alif.


"ini mah bagus banget di, tapi masih kalah bagus sama cewek tadi, iya gak,hehehehe" ledek Alif.


"hehehehe" aku memaksakan untuk ketawa walaupun aku tidak terlalu suka sama ledekan Alif yang kemungkinan akan meledek terus.


Selang beberapa waktu kami pun sampai di kampus dan langsung masuk kelas karena materi akan segera dimulai.


Beberapa jam kemudian waktu pulang pun tiba, aku dan Alif langsung pulang ke asrama. Sesampainya di asrama aku langsung masuk kamar untuk mandi dan bersiap untuk melanjutkan kegiatan pondok selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2