
Sungguh malam-malam ku dihiasi sebuah kerinduan yang aku sama sekali tidak tahu kapan akan berakhir. Cinta yang begitu besar membuat aku semakin sesak menahan rindu itu. Bukankah aku tidak ingin hal ini terjadi padaku dalam waktu dekat, aku ingin kuliahku selesai tepat waktu tanpa ada yang bisa menghalangi. Nampaknya cinta akan menjadi penghalang yang luar biasa dalam masa pendidikanku yang saat ini masih tergolong lancar, walaupun begitu saat ini pikiranku hanya tertuju pada wanita berparas bidadari yang sudah mengalahkan tekad pendidikanku.
Entah sampai kapan hal ini terjadi padaku, apakah hal ini akan terhenti pada titik dimana aku berhenti mencintainya ataukah akan terus belanjut seperti ini sampai aku lulus kuliah,
"Oh tuhan aku tak tau hal ini akan terjadi sampai kapan, aku ingin dia tapi aku masih ingin pendidikan ku selesai tanpa halangan apapun. Aku tidak ingin aku gagal dalam menyelesaikan pendidikan ku ini"
__ADS_1
"Tuhan, beri aku petunjuk mu, aku tak tau apa yang harus aku lakukan tuhan, saat ini aku terjebak dalam situasi yang sulit untuk aku pilih"
"Apa yang harus kulakukan, dia mengirim surat, aku ingin membalasnya tapi aku takut hal ini terus berlanjut, tapi aku sangat merindukannya dalam hati ini" batinku dalam hati.
Kegalauan yang terus berlanjut sampai saat ini dan aku sangat yakin kalau hal ini akan berlanjut terus karena aku sangat yakin bahwa cintaku padanya sudah terlalu besar pada wanita berparas bidadari itu, apalagi kalau dia seorang yang asalnya dari pulau Bali yang sangat aku impikan ingin menjumpainya dalam perjalanan ku mencari setitik ilmu, pulau itu aku namai pulau surga yang keindahannya tiada yabg bisa menandinginya.
__ADS_1
"Berjuanglah Aldi, kamu gak boleh kalah sama apapun, gapai pendidikan dan dapatkan cintanya secepat mungkin" gumamku optimis mendapatkan semuanya walaupun aku tahu itu akan sulit sekali terjadi.
Aku mulai berpikir untuk membalas suratnya, menulis surat itu tidak semudah mengetik pesan lewat ponsel pada aplikasi chat yang sedang digandrungi manusia zaman sekarang ini. Aku mulai memikirkan kata-kata yang tepat agar dapat mengambil hatinya. Aku ingin dia tersenyum bahagia membaca surat cinta dariku. Semoga hal itu bisa terjadi dan aku mendapatkan cinta seorang bidadari layaknya Jaka Tarub dan Nawang Wulan dalam cerita kolosal yang dulu sering aku tonton ketika masih berseragam SMP. Dalam cerita itu dapat dibayangkan betapa indahnya hidup berdampingan dan bersama menghabiskan masa-masa hidup bersama wanita berparas bidadari.
Aku benar-benar larut dalam kisah cinta yang pelik dan rumit, terjebak di dalamnya lautan cinta terkadang memang sulit untuk keluar dan yang lebih parah lagi ini kali pertama aku benar-benar mencintai seorang perempuan. Dan ini bagiku sungguh aneh sekali. Aku yang tadinya acuh tak acuh pada perempuan sekarang malah terjebak pada cinta yang aku sendiri pun tidak tahu apakah cinta ini akan terbalas atau hanyalah angan belaka. Tapi aku sungguh ikhlas mencintainya walaupun akan ada banyak rasa sakit di sudut hati yang terdalam. Aku tahu kalau mencintai berarti siap menerima sakit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Ah, entahlah semua berlaku begitu saja, semua seakan sedang menguji hatiku. Begitu beratnya kerinduan dan cinta ini membuat aku lelah tapi tidak ingin berhenti mencintainya walaupun sekarang aku mencintainya dalam diam dan hanya aku dan tuhan yang tahu saat ini. Aku percaya rencana tuhan itu indah dengan mempertemukan aku dengan wanita itu. Sungguh dia adalah wanita idaman setiap lelaki karena parasnya yang begitu mempesona. Sulit memang mendapatkan seorang wanita idola para lelaki, apalagi banyak sekali lelaki yang begitu tampan dan keren dari daerahnya dan dia adalah wanita yang sangat mudah bergaul dan hal ini membuat galau berhari-hari bahkan aku sering melamun sendiri akhir-akhir ini. Kegalauan yang belum bisa aku putus mata rantainya karena aku selalu rindu ingin melihat paras anggunnya yang sangat mempesona. Akhirnya aku pun memutuskan untuk membalas surat darinya dan memulai menulisnya sambil memikirkan kata-kata yang tepat dan indah untuk sang bidadari surga dari pulau surga.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Maaf kalau mengganggu kamu dek, aku hanya ingin menjalin silaturahmi dengan kamu dek, jujur aku bahagia banget bisa kenal kamu, aku senang bisa membuat sebuah cerita dengan mengenal wanita berparas bidadari seperti kamu dek. Kamu sungguh terlihat mempesona dan begitu anggun sekali. Belum pernah ku temui wanita seperti kamu dan itu merupakan anugerah yang luar biasa dari tuhan. Ini mungkin terlalu berlebihan bagimu tapi itulah bentuk asli dari kekagumanku pada tuhan yang telah menciptakan bidadarinya dan yang paling istimewanya setelah diciptakan bidadari itu diturunkan di pulau surga dan pertemuan kita juga di tanah surga. Ini bukanlah sebuah bualan saja dek. Inilah rasa kagumku yang hanya bisa aku tulis lewat sebuah kertas putih ini. Hal ini membuatku selalu terbayang paras anggun mu yang begitu menarik pikiranku ke bayang-bayang diri mu. Makasih atas keakrabannya sama aku dek. Senang kenal dengan kamu. (Aldi)"
Setelah beberapa lama aku menulis dan memikirkan kata-kata untuk sebuah surat dan penggalan kekagumanku padanya, akhirnya ku lipat kertas itu dan ku masukan saku jas ku dan akan ku kasihkan pada wanita itu besok pagi. Aku sudah tidak bersabar diri untuk bertemu dengannya besok dan mengasihkan surat itu sambil berharap nantinya surat itu akan dibalas olehnya sehingga aku akan lebih cepat menyatakan perasaanku ini. Ya, walaupun baru surat pertama yang aku kirimkan padanya, aku senang dan aku mengungkapkan apa yang aku rasakan pada wanita itu untuk mengakrabkan diri pada wanita berparas bidadari yang turun di pulau surga.