
Saat aku sedang menikmati sebatang rokok yang kedua, datanglah Alif dan Rahmat membawa dua gelas kopi untuk kami minum bertiga dan hal itu terasa nikmat sekali dengan beberapa candaan di malam hari. Ya, kami bertiga memang selalu duduk menikmati malam di lantai atas asrama, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari lantai atas asrama ini. Hanya saja disini selalu bisa membuat jiwa merasakan ketenangan kalau pikiran dan hati lagi kacau. Setidaknya disini kami akan selalu disapa oleh angin malam yang berhembus sepoi seakan-akan ingin menyampaikan nikmat tuhan yang terkadang kami masih lupa mensyukuri nya.
Malam ini rasanya aku damai sekali berada ditengah malam dan masih dengan kebiasaan aku akhir-akhir ini yaitu terbayang paras Halimah yang sangat mempesona. Dan yang paling penting dari kenikmatan malam ini adalah aku akan berbincang-bincang masalah liburan pondok yang sebentar lagi akan tiba.
"Gimana nih, malam ini kita ngobrolin apa ya biar gak terlalu bosen kita nongkrong" ucapku pada Alif dan Rahmat untuk memulai pembicaraan sama mereka berdua sembari meneguk satu tegukan kopi hitam yang masih panas,
"Ngobrolin apa ya biar enak ! Gimana kalau kita ngobrolin perihal cewek" celetuk Alif yang memang kalau berbicara tentang perempuan sangat tertarik bahkan nomer satu pembahasannya,
"Alah, kalau soal cewek aja duluan awakmu Lif, Lif" ujar Rahmat dan aku serempak, ya memang sih aku dan Rahmat tau betul kalau tentang perempuan dan dunia percintaan si Alif jagonya,
"Kita ngobrolin perihal pulang aja gimana" lanjut Rahmat mengusulkan idenya, Rahmat ini orangnya memang sangat jujur dan transparan kalau bicara dia berbicara sesuai dengan realita dan pengetahuannya tidak seperti Alif yang kalau berbicara sukanya meledek. Tapi walaupun begitu kami bertiga selalu menjadi sahabat karib yang selayaknya sahabat, tidak pernah membandingkan ataupun berbicara dibelakang untuk menjelekkan ciptaan tuhan lainnya. Bagi kami semua makhluk tuhan itu sama, tidak ada yang sempurna.
"Nah kalau ini aku setuju banget nih, kita bahas aja masalah pulang dan rencana kita nanti pas pulang,"jawabku langsung menyetujui apa yang di ucapkan Rahmat,
"Iya deh, aku sih setuju-setuju aja sama pendapat kalian"ujar Alif mengalah,
"Gimana ? Kalian jadi kan, ikut aku pulang" lanjut Alif lagi,
"Ya jadilah Lif" jawab aku dan Rahmat berbarengan,
__ADS_1
"Cieeee, barengan" ledek Alif pada kami berdua,
"Tuh kan, diajak serius malah bercanda kamu ini Lif, udah jelek, maunya bahas perempuan mulu, untung hidup kamu ini Lif, Lif" ledekku pada Ali,
"Biarin aja yang penting kan hidup"sahut Alif,
"Hahahahaha," kami bertiga tertawa lepas sekali dengan tingkah Alif yang kadang mengundang gelak tawa,
"jadi gimana nih ? nanti pas di Bali kita mau ngapain aja" ujar Rahmat,
"ya nanti paling kita istirahat dulu sehari terus kita wisata dulu, baru abis itu rencana yang lainnya" jawab Alif serius,
"oke kalau gitu, aku setuju"jawabku pada Alif dan Rahmat,
"sehabis itu kayaknya kita harus sosialisasikan pondok deh ke sekolah-sekolah disana"lanjut Rahmat mengusulkan,
"iya itu ide bagus untuk kemajuan pendidikan Islam dan kemajuan pondok pesantren kita yang sudah mulai tergerus zaman" jawabku pada mereka berdua,
"terus kita bisa mengadakan pelatihan sistem pembelajaran yang di pakai di pondok ini" aku mengusulkan sebuah ide yang terlintas dipikiranku,
__ADS_1
"jadi disana kita tidak hanya liburan dan sosialisasi pondok aja tapi praktik pengalaman mengajarkan sebuah sistem yang diciptakan untuk kemajuan belajar agama islam yang benar" lanjutku,
"yups, that's right, ini ide brilian yang tidak pernah terpikirkan oleh beberapa orang disini termasuk aku" ucap Alif sambil garuk-garuk kepala yang aku rasa tidak gatel sama sekali,
"ya iyalah Lif, emangnya kamu, adanya ide merayu perempuan dan meledek temen doank, hehehehe" ucap Rahmat sambil meledek Alif,
"hehehehe" Alif ketawa bahagia karena malam ini giliran dia yang kami bully,
"ono no, Aldi paling yang kerjaannya cuma mikirin bidadarinya doank, hahahaha" Alif balas meledekku,
"ah mana ada aku mikirin perempuan, aku hanya lagi kagum sama orang itu aja, hehehe" jawabku sembari tertawa,
"ya sama aja itu namanya di, toh paling Halimah orang yang kamu kagumin, ya gak Lif"ujar Rahmat seakan-akan lagi kompak sama Alif untuk nge-bully ku yang memang lahi kepikiran sama Halimah sang bidadari,
"nah kalau itu bener mat, hahahaha" jawabku sambil ketawa.
pembicaraan terus berlanjut, tidak terasa waktu berlalu sangatlah cepat, kopi kami habis dan waktu pun telah larut malam, sudah saatnya untuk kami kembali ke kamar untuk tidur dan mempersiapkan diri untuk membangunkan semua santri saat dini hari telah tiba.
"gimana nih, kopi dah habis lagian udah larut malam juga, balik ke kamar dan waktunya kita tidur nih"ajak Alif pada kami berdua,
__ADS_1
"tumben otak lu encer Lif, hehehehe" ujar aku sama rahmat sambil tertawa dan Alif hanya tersenyum dengan tingkah aku dan Rahmat yang malam ini nge-bully nya habis-habisan.
kami pun langsung bergegas turun menuju kamar untuk bersegera tidur. sesampainya di kamar kami bertiga sebelum tidur selalu menyempatkan waktu untuk berwudhu agar tidak terganggu oleh apapun dalam tidur nanti.