Cinta pada santriwati

Cinta pada santriwati
Seuntai angan bersama Halimah


__ADS_3

hari berganti hari, waktu berlalu dengan cepatnya rasaku terhadap sosok perempuan berparas anggun bak seorang bidadari kian membesar. harap ku hanya bersamanya walau aku tak tahu akhir dari kisah seperti ini akan seperti apa. tampak nya hari ini akan jadi hari yang begitu sempurna jika hari ini ku ungkapkan rasa yang sudah lama terpendam didalam dada ini.


"akan ku coba ungkapkan rasa ini pada Halimah" pikir ku dalam hati,


"ya setidaknya aku bisa lega jika sudah terungkap rasa yang begitu menyiksa batin ku ini"


"kalaupun dia tidak bisa menerima aku untuk jadi yang spesial setidaknya aku bisa merelakan dia untuk mencintai pilihannya" lanjut ku dalam hati.


tanpa terlalu panjang aku berpikir, aku keluarkan sebuah buku untuk ku tulis sebuah surat untuk Halimah yang akan ku isi dengan ungkapan rasa ku yang berharap cintaku diterima oleh perempuan anggun itu.


"assalamualaikum .


apa kabar MAH , apa kamu baik-baik saja, rasanya sudah lumayan lama kita tak bersua dalam surat ini. langsung aja ya Mah, dari pertama aku melihat kamu dari kejauhan kamu telah membuai hati ini dengan kelembutan senyum mu, jikalau aku buatkan puisi maka seribu puisi pun takkan habis untuk menggambarkan indahnya senyum mu di setiap kali aku memandang mu. cinta rasanya telah bertahta dalam jiwa dan telah terlukis indah nama mu yang anggun nan jelita itu. didalam dada ku hanyalah rindu untuk mu, didalam pikirku hanyalah bayang senyum mu, hari-hari ku hanya ditemani oleh bayang mu, sehingga kian hari rasaku ini kian membesar. dalam surat ini ku pertanyakan pada mu adakah rasa itu ada pada mu atau tidak, jika tidak ada 'ya tidak apa, setidaknya aku akan membiarkan mu mencintai pilihan mu. karena dengan cara itulah aku bisa bahagia walau engkau tidak bersama ku. Halimah, perempuan anggun yang telah membuai hati ku, izinkanlah aku menginginkan mu, mau kah engkau menemani hari-hari ku yang hampa dengan hadir mu sebagai kekasih ku, maukah engkau menjadi wanita yang spesial di hati ini. inginkah engkau bersama ku dalam mahligai cinta yang sederhana. jika engkau mau maka balaslah surat ini dengan goresan tinta yang indah seindah wajah mu, goreskanlah tinta selembut senyum mu yang menggoda cinta ku.


Halimah ku harap surat ini bisa engkau baca dan yang paling ku harapkan adalah balasannya untukku.

__ADS_1


terima kasih Halimah telah hadir dengan cinta yang sempurna,


wassalamu'alaikum".


...dan pada akhirnya surat cinta untuk Halimah selesai dan akan ku berikan padanya melalui sahabat karibnya di pondok pesantren, Rika. Aku berharap rasa ini tidak diketahui oleh Alif karena aku tidak ingin Alif meledek ku terus-terusan....


... Aku harap ini akan jadi sebuah kabar yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk Alif dan teman-teman yang lain di pondok, apalagi ini masalah Cinta karena hal ini akan jadi rahasia yang akan ku simpan dalam dalam. hari ini waktu cepat berlalu ku lihat dari kejauhan tempat dimana aku duduk sendirian tepatnya di bawah pohon yang rindang, ada anak-anak madrasah Aliyah berhamburan tanda waktunya istirahat di mulai, aku lihat disitu ada Halimah sedang bercengkrama dengan karibnya Rika. entah apa yang sedang mereka bicarakan sehingga mereka terlihat seperti sedang bahagia sekali sementara aku disini risau dengan surat yang akan ku berikan untuk Halimah, ku lihat dari kejauhan senyum mereka berdua merekah sangat indah sekali jika di pandang....


"oh tuhan senyum nya sungguh indah, menawan sekali rasanya" gumamku sendirian dalam sunyinya keramaian


"iya kak, ada apa ?" jawab Rika sembari berjalan menghampiri ku,


"ada yang ingin aku berikan pada Halimah" lanjutku pada Rika,


"apaan kak," Rika bertanya pada ku setelah dia berada di dekat ku,

__ADS_1


"ini ka, ada surat ku untuk nya, tapi jangan bilang siapa-siapa ya, Ka" ucapku sembari memberikan goresan kata hati yang telah ku siapkan dari tadi.


"wah, surat apaan kak, surat cinta ya kak" ledek Rika pada ku,


"hehehehe, jangan bilang siapa-siapa ya" ujarku sambil tersenyum lembut mengarah ke Halimah yang sudah menunggu Rika kembali,


"iya kak, nanti aku sampaikan pada Halimah" ucap Rika pada ku,


"aku balik dulu kesana ya kak," lanjut Rika sembari melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Halimah,


"oke, makasih ya Ka" ucapku berterima kasih pada Rika yang bersedia membantu ku memberikan Surat Ku untuk Halimah.


Aku berharap perjalan cinta ini tak berhenti sampai sini sebab aku telah terlanjur mencintai seorang perempuan berparas anggun bak bidadari yang turun di pulau surga, terlahir atas nama Halimah.


Cinta yang begitu menggebu membuat aku telah larut pada dalamnya lautan rindu yang kian menyiksaku jika aku tidak mengungkapkan rasa ini. setidaknya hari ini aku bisa bernafas lega karena telah ku ungkapkan rasa ini, walaupun menunggu jawaban itu sangatlah membosankan dan membuat rasa hati semakin sesak. Hari ini akan ku lanjutkan dengan memulainya dengan pergi ke warung untuk memesan kopi dan menikmati nya dengan beberapa hisapan rokok yang ku harapkan bisa membuatku berpikir lebih tenang sembari menunggu jawaban itu.

__ADS_1


__ADS_2