Cinta pada santriwati

Cinta pada santriwati
Surat dari Halimah


__ADS_3

Dengan nafas yang masih ngos-ngosan aku pun akhirnya sampai di depan gerbang asrama, aku bergegas untuk langsung masuk kedalam kamar. Kulihat waktu menunjukkan pukul 02:45, itu berarti waktu ashar telah tiba, aku bergegas mengambil air wudhu dan setelah wudhu aku pun langsung ke masjid pondok untuk adzan ashar. Setelah selesai adzan dan menunggu beberapa menit, ku kumandangkan iqomah yang menandakan sholat ashar berjamaah segera dimulai. Setelah selesai sholat ashar berjamaah aku langsung kembali ke kamar.


Di dalam kamar, aku langsung mengambil sebuah buku dan kertas putih yang berisikan tulisan yang aku sendiri tidak tahu sama sekali tentang isinya. Ku siapkan buku supaya kalau ada teman-teman yang melihat seolah-olah aku lagi belajar. Kemudian aku mulai membaca surat itu dalam hati,


"Assalamualaikum kak, ini aku Siti Nur Halimah, kakak boleh memanggil aku Halimah. Oh ya kak aku senang bisa tahu nama kamu, ya walaupun itu dari Alif temen satu kampung sama aku dari Bali tapi aku seneng banget bisa tau nama kakak, oh ya kak maaf kalau lancang ngasih kakak surat ini. oh iya kak, kakak orang mana ? Kalau aku boleh tau sih kak ! Dan juga aku sering banget loh liat kakak lagi ngopi di lantai paling atas sana kalau lagi gak kuliah, kakak juga aku lihat selalu bawa buku kalau disana, kakak suka nulis juga ya kak?"


"Oh tuhan ternyata dia benar-benar bidadari surga yang engkau turunkan di pulau surga, tempat impianku selama ini. Tuhan, sungguh aku menginginkan nya" batinku dalam hati.


Sungguh aku senang sekali membaca surat ini, aku baca berulangkali dan surat ini membuat aku tersenyum sangat bahagia. Ingin sekali rasanya aku berteriak kalau aku benar-benar bahagia hari ini karena sebuah nota berisikan goresan tinta yang indah terbentuk satu salam dan beberapa pertanyaan yang sungguh membuat hati semakin bergetar.


Aku masih duduk di tempat tidur dan tanpa kusadari lagi lagi Alif sudah ada di sampingku, tiba-tiba saja dia berbicara agak keras,

__ADS_1


"Cieeeee yang lagi bahagia" ujar Alif padaku


"Apaan sih Lif" ucapku spontan sambil menutup buku yang berisi surat itu,


"Kamu benar-benar cinta ya sama Halimah" bisik Alif yang kali ini bicaranya sangat pelan,


"Kagum aja Lif, kan dia cantik ya lif tapi tadi dia ngasih aku kertas tadi Lif" ucapku,


"Ya nantilah lif kalau aku tertarik membalas surat itu" ucap ku sembari meletakkan buku dan langsung mengambil handuk,


"Aku mandi dulu ya" lanjutku pada Alif,

__ADS_1


"Oke di, jangan mikirin dia kalau mandi, nanti kamu kepeleset di, hahahaha" ledek Alif,


"Ya" ucapku dengan nada agak ketus karena Alif mulai meledekku lagi.


Aku pun bersegera mandi karena waktu kegiatan sore akan segera dimulai. Setelah selesai mandi, aku langsung pergi menuju kamar dan berganti pakaian kemudian langsung pergi ke serambi masjid untuk membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an. Setelah membaca beberapa ayat suci, aku duduk terdiam sesaat. sungguh aku masih terbayang senyum manis dan sorot mata yang tajam dari Halimah. Dia sangat mempesona, anggun, cantik luar biasa. kulitnya di wajahnya yang bening memancarkan aura pemikat hati para lelaki. aku rasa sangatlah beruntung orang yang bisa mendapatkan cinta dari Halimah. Tanpa kusadari aku benar-benar mencintainya dan aku ingin memilikinya, tentu saja hal ini akan sangat sulit karena banyak sekali kaum adam yang tergila-gila pada sosoknya yang begitu anggun.


"ah, aku ini hanyalah manusia biasa yang tak punya apa-apa dan aku ini hanyalah manusia yang ingin belajar agar bisa membahagiakan orang tua, tidaklah mungkin dia akan mencintaiku" gumamku dalam hati,


"oh tuhan kenapa bisa aku terjebak dalam hal ini sebelum aku lulus kuliah, aku ingin kuliahku selesai terlebih dahulu tuhan ! mengapa ini terjadi padaku tuhan" batinku yang tidak percaya cinta akan datang secepat ini padaku.


dalam hal percintaan aku sebenarnya dari dulu aku tidak pernah ambil pusing, aku bersekolah sampai aku kuliah aku seakan-akan sangat cuek dengan percintaan walaupun beberapa kali aku berpacaran tapi itu semua aku lakukan bukan karena aku mencintai dia tapi lebih pada penambah semangat untuk belajar di sekolah. Banyak sekali yang telah terjadi padaku tapi masalah apapun selama ini bisa aku atasi dan aku tidak pernah sampai terbayang-bayang di pikiranku.

__ADS_1


Tapi kini semua itu sudah berbalik padaku, aku terjebak pada dunia yang menurutku sendiri belum bisa masuk dalam kehidupanku, aku masih ingin menuntut ilmu. Tapi semua terjadi begitu saja tanpa aku sadari aku telah terjebak di dunia percintaan. aku telah jatuh cinta pada sosok bidadari surga dari pulau surga. Aku sungguh mencintainya dan aku ingin sekali memilikinya tapi aku belum berani mengutarakan perasaanku padanya karena aku takut kuliahku akan kacau balau. Disisi lain aku sangat ingin memilikinya dan hal inilah yang membuat pikiranku saat ini menjadi tidak menentu dan seperti sangat berbeda sama diriku yang sebelumnya.


__ADS_2