
Pagi itu setelah sarapan pagi, aku bergegas untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus karena ada mata kuliah yang diganti harinya. Sehabis mandi dan menyiapkan semua perlengkapan yang harus dibawa aku pun langsung keluar kamar dan berjalan menuju kampus, tidak seperti biasanya, hari ini suasana di sekolahan santri putri terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa orang saja yang terlihat lagi berlalu lalang keluar masuk sekolah.
Aku terus berjalan sampai tiba di warungnya bu Tina, aku segera mampir untuk membeli sebungkus rokok dan sebuah pena. Dan betapa kagetnya aku ketika aku mau masuk ke dalam warung, kulihat ada Siti Nur Halimah disana lagi membeli sesuatu. Karena memang aku lagi membutuhkan sebuah pena dan sebungkus rokok, ya terpaksa aku tetap masuk ke dalam warung walaupun sedikit agak malu karena disitu ada sosok yang beberapa hari ini aku kagumi dan berharap sekali dapat memilikinya,
"hai" sapaku padanya,
"hai juga kak"jawabnya dengan tersenyum,
"oh tuhan sorot matanya begity tajam, senyumnya sunggu manis sehingga aku semakin menyukainya"batinku dalam hati,
"kakak mau beli apa ?"tanyanya padaku
"pena sama rokok mbak"jawabku sedikit agak kaku,
"oh, terus mau kemana nih kak ? gak usah pakai mbak lah kak, pakai adek aja biar lebih akrab !"ujarnya padaku
"mau ke kampus dek ada mata kuliah yang harus diikuti"ucapku padanya mengakrabkan diri,
"oalah iya kak, by the way kemarin udah kakak save nomer hp ku kan ?" tanyanya padaku,
"udah, tapi aku gak pegang hp buat hubungin kamu" jawabku,
"sama berarti kak, aku juga sekarang gak pegang hp kok, itu buat nanti kalau pulang ke Bali aja kak, iya gak !"ujarnya padaku,
"ini kak(memberikan selembar kertas yang dibikin seperti amplop), nanti dibaca ya !" ujarnya lagi,
"okay, nanti aku baca pas di kamar aja"ucapku
"oke kak, aku pergi dulu ya, assalamu'alaikum" ucapnya lalu berjalan pergi,
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawabku menjawab salam darinya,
aku pun langsung memasukkan kertas tadi ke dalam sakuku,
__ADS_1
"bu, aku beli rokok dong sebungkus sama pulpen satu" ucapku pada bu Tina yang dari tadi memperhatikan percakapanku dengan Siti Nur Halimah,
"rokoknya apa lek ?" tanya bu Tina padaku
"rokok yang biasanya bu, surya 12, masa gak hafal-hafal sama rokok ku bu, hehehehe" ucapku sambil ketawa,
"ya kan siapa tau mau ganti rokok," ujar bu Tina
"itu cewek tadi cantik ya lek" lanjut bu Tina
"biasa aja bu, tapi sentumnya lumayan bu," jawabku menghindar dari pertanyaan bu tina,
"ini lek, rokok sama pulpennya,semuanya 18 ribu lek" ujar bu Tina
"makasih bu, ini uangnya ya bu, aku pergi dulu, assalamualaikum" ujarku pada bu Tina sembari berjalan menuju kampus,
"waalaikumsalam, hati-hati lek kalau jatuh nanti langsung berdiri ya" canda bu Tina padaku,
"oke bu,"jawabku terus melanjutkan perjalanan.
"gimana kabarnya hari ini Prass" tanyaku pada Achmad Prassojo teman akrabku anak luar pondok,
"Alhamdulillah apik(bagus) Di, lah kowe piye kabare(lah kamu gimana kabarnya)" ujarnya padaku sekaligus bertanya kabarku,
"Alhamdulillah juga Prass hari ini apik tenan(sangat baik) Prass" jawabku yang memang sedang bahagia,
"rokok'an dulu kita Prass(sambil mengambil rokok di saku dan meletakkannya di atas meja kantin)"ujarku,
"oke, aku minta ya Di" ucap Prassojo,
"iya prass slow aja, ini rokok buat kita habiskan, heheheheh" ujarku pada Prassojo.
Kami pun bercerita sambil merokok dan ngopi di kantin kampus, tidak beberapa lama datang Alif, Faisal, Rahmat, dan kang Sufi sulaiman. Mereka berempat menyusul kami di kantin karena bosan menunggu dosen di kelas yang dari tadi belum datang dan belum ada konfirmasinya sama sekali.
__ADS_1
Setelah selesai memesan kopi mereka langsung duduk di meja tempat aku sama Achmad Prassojo duduk,
"piye-piye cah, ra onok dosen ta(gimana-gimana, gak ada dosen ya)" ucap Prassojo pada anak-anak,
"nyapo loh ngenteni dosen ra tau masuk blassss kui(kenapa masih aja nungguin dosen gak tau masuk itu), mending ngopi di kantin, hahahahaha" ucapku melanjutkan.
Kami semua pun langsung tertawa, menertawakan kami yang sedang menunggu dosen masuk,
"kamu tadi ketemuan ya Di, heheheh" ucap Alif memulai untuk meledekku,
"kapan, gak ada aku ketemuan" ucapku mengelak dari pertanyaan alif,
"cantik gak Lif ?" tanya Prassojo penasaran,
"cantik banget lah Prass, Aldi mana bisa suka sama perempuan kalau bukan cantik, hahahaha" jawab Alif makin menjadi-jadi,
"cieeeee ada yang jatuh cinta ni yeeee" Prassojo, Rahmat, dan kang Sufi Sulaiman menjawab bersamaan,
tak terasa kopi yang kami nikmati pun sudah habis, biar tidak diejek terus menerus aku pun berniat untuk mengajak mereka ke kelas dan melakukan presentasi mandiri,
"sudahlah, kita ke kelas yuk, presentasi mandiri kalau dosen emang gak ada, nanti tinggal kirim file hasilnya aja" ujarku pada mereka semua,
"alah bisa aja nih ngelesnya biar gak jadi bahan bullyan terus" sahut Alif,
"ayolah, biar nanti bisa langsung pulang" ujar Prassojo,
"aku juga harus mengantar kombong (kandang ayam dari bambu) nanti kalau udah pulang" lanjutnya bersemangat.
Sebenarnya aku juga sudah tidak sabar untuk pulang ke asrama, aku sudah tidak sabar ingin membaca kertas yang diberikan bidadari surga tadi pas di warung bu Tina. Kami pun langsung ke kelas dan melakukan presentasi mandiri sesuai yang aku katakan tadi dengan proses yang sama persis seperti kalau ada dosennya, dimulai dari pembukaan moderator, penyampaian materi dari kelompok yang bertugas, sampai tanya jawab. Kami semua memang bersemangat kalau presentasi di kelas soalnya kami bisa bertanya sepuasnya sampai kami benar-benar paham materi yang dipresentasikan. rentetan kegiatan presentasi pun sudah berjalan semua, kami merasa puas dengan presentasi hari ini karena debat seru terjadi, pemateri sangat menguasai materi nya walaupun banyak pertanyaan yang sangat menjebak dari audience.
Setelah selesai semua termasuk mengirimkan file hasil presentasi ke dosen, kami pun bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing atau ke asrama bagi santri pondok. aku berjalan agak tergesa-gesa karena sudah tidak sabar ingin membaca surat tadi,
"Lif aku pulang duluan ya, soalnya ada yang mau aku kerjain Lif, tadi disuruh ustadz" ujarku pada Alif biar dia tidak curiga,
__ADS_1
"oke, hati-hati ya Di" ucapnya
aku pun langsung berlari-lari kecil supaya agak cepat sampai di kamar dan bisa langsung membaca surat tadi.