Cinta pada santriwati

Cinta pada santriwati
Risau


__ADS_3

Siang telah berganti sore, ku sambut senja dengan angan yang membuat gelisah, cinta yang begitu memuncak membuat kepala ku di penuhi bayang sang perempuan bernama Halimah. Walaupun cahaya mentari yang sudah mulai turun ke arah barat nampak memerah dan membuat senja di kota ini semakin indah jika dipandang oleh orang yang senang melihat sunset terbenam tetapi tidak bagiku yang sedang merasa risau dengan keadaan pikiran ku yang semakin tertuju pada jawaban Halimah, jawaban dari surat yang ku berikan pada Halimah melalui Rika sahabatnya telah membuatku semakin risau, gelisah rasanya hati dengan keadaan ini. Betapa tidak sebatang rokok saja tidak membuatku merasa tenang, mungkinkah hati ku bisa tenang kalau aku sudah menerima jawaban itu atau aku akan semakin merasakan sakitnya cinta yang masih saja misterius bagiku. semua itu mungkin saja terjadi, sepertinya tidak ada lagi yang mampu menenangkan hati ku yang risau ini kecuali jawaban dari Halimah, sungguh kisah ini membuatku semakin kacau, jika boleh aku memilih maka aku akan memilih untuk tidak memiliki kisah ini terlebih dahulu sampai aku benar-benar siap dengan konsekuensi yang akan ku dapat, tetapi aku tidak bisa memilih karena cinta telah datang pada ku, lewat sosok anggun perempuan yang ketika tersenyum seperti bidadari.


Akankah aku bisa terlelap tidur malam ini sebelum aku menerima satu surat berisi jawaban dari Halimah, perempuan yang selalu ku damba untuk menjadi pendamping ku dalam mengarungi hidup di dunia yang mulai lupa akan cinta ini. setidaknya hanya itu yang selalu ada dalam pikiran ku saat ini, gelora cinta sungguh menyesakkan hati, kadang ia begitu sempurna tapi kadang ia menyiksa ku dengan segala yang ia berikan untuk kesempurnaan nya. akankah cinta ini gugur seperti bunga yang layu sembelum disemai atau cinta ini akan berbunga layak nya bunga yang mekar di musim semi ataukah cinta ini akan terus menyiksa hati ku, entah lah aku juga tidak begitu mengerti akan jalan pikiran ku saat ini, aku hanya berharap dia, perempuan yang telah membuat rasa ku bergejolak, kembang seperti mawar yang sedang mekar di taman, menerima cinta ini dengan tulus bukan karena kasihan dengan aku yang selalu mengharapkannya.


Hari ini tampaknya akan menjadi hari yang paling menyebalkan untuk ku, yang ada dalam pikiranku hanyalah Halimah, tidak ada tugas, tidak ada teman dan tidak ada siapapun, hanya Halimah, Halimah yang ku inginkan. Alif yang biasanya ku cari saja hari ini tak ingin aku temui karena aku sedang tak ingin ada yang menggangu ku walaupun aku ingin lepas dari bayang Halimah yang selalu menghantui pikiranku. Beban yang ku hadapi seakan semakin besar dengan perasaan yang tak karuan seperti ini, rasanya gila sekali aku dalam mencintainya, sampai aku terlalu berharap padanya. aku selalu mengharapkan dia di setiap langkah ku saat ini walaupun sebenarnya aku juga tidak begitu yakin dia akan mencintai aku seperti aku mencintai nya.


Saat aku sedang bersantai di warung kopi tempat biasa aku nongkrong untuk menikmati kopi dan rokok yang sudah menjadi kebiasaan ku sejak dahulu, Alif datang dan di ikuti langkah Rika dan Halimah yang terlihat begitu anggun, mereka tersenyum pada ku sembari menyapa ku,


"eh Di, wes souwi Kowe Nang kene (udah lama kamu disini)" Alif duluan menyapa,


"Yo iyo, Kowe tak golek'i Ra enek, Yo aku ngopi dewek( ya iya, kamu aku cari tidak ada, ya aku ngopi sendiri)" ujar ku pada Alif,


"lah Iyo, tadi tu aku pergi ke kampus nyari referensi" ucap Alif pada ku,


"Oalah iya Lif, ada apa Lif kok tumben ke sini bertiga sama bidadari-bidadari anggun ini" ucap ku sembari tersenyum ke arah Halimah,


"tadi kebetulan emang aku mau ke sini, terus mereka manggil aku, katanya nyariin kamu" ucap Alif,


"eeeeh mana ada, kami tu mau cari lauk buat makan ntar malem" ucap Halimah,

__ADS_1


"tadi katanya kangen" ledek Alif pada Halimah yang melihat Halimah tersenyum tersipu malu,


"tenanan poooo, kangen ro aku, aku wes Ket mau Nandang kangen ro Halimah, pokok'e Halimah tok seng enek Nang ati ku saiki(serius apa, kangen sama aku, aku sudah dari tadi menahan rindu sama Halimah, pokok nya cuma Halimah yang ada di hati ku saat ini)" ucapku tersenyum ke arah Halimah,


"hahaha, ada yang sedang merayu nih" ledek Rika ke arah ku,


"kak tadi tu aku udah baca tulisan kakak, ini buat kakak, bacanya nanti aja kalau udah kegiatan malam selesai" ucap Halimah sembari memberikan kertas putih berisikan tulisan nya yang sejak tadi sudah aku harapkan,


"oke Mah (aku mengambil kertas dari Halimah) nanti aku baca" ucapku pada Halimah,


"cieeee" Alif meledek aku dan Halimah,


"apaan Lif, kagak usah meledek lah" ketus ku karena tidak terlalu suka ledekan Alif,


"eh katanya mau pesen lauk buat nanti malem" ucapku mengalihkan pembicaraan,


"eh iya, Bu kami pesen sambel tempe 10 ribu ya Bu" ujar Rika sambil memesan lauk pada pemilik warung,


"Iyo nduk, tunggu sebentar ya" jawab pemilik warung,

__ADS_1


"oke Bu" Halimah dan Rika menjawab secara bersamaan,


"eh Di, ngomong-ngomong kamu jadi kan ikut ke Bali nanti" Alif bertanya pada ku,


"ya jelas lah Lif aku akan ikut, toh yang bayarin kamu, hehehehe" jawab ku sambil tersenyum,


"iya tenang aja, asalkan kamu bisa bertemu sama pujaan mu aku akan bahagia kok bayarin kamu ke Bali" ledek Alif sambil memainkan matanya ke arah Halimah,


"hehehehe oke Lif, nanti akan ku temui dia" ucapku tersenyum ke Halimah,


di tengah keasyikan kami mengobrol, sang pemilik warung sudah selesai menyiapkan pesenan Rika dan Halimah yaitu sambel tempe,


"ini nduk, pesenannya udah siap" ujar pemilik warung pada Rika dan Halimah sambil memberikan sebungkus sambel tempe,


"makasih ya Bu, ini uang nya" ucap Halimah,


"kami balik ke asrama dulu ya kak" ucap Halimah lagi sambil melambaikan tangan ke arah aku dan Alif,


"iya hati-hati di jalan ya, nanti kalau jatuh berdiri sendiri ya" ucap Alif bercanda pada mereka berdua,

__ADS_1


"iya kak" ucap Halimah,


setelah mereka berdua pergi dan tinggal aku dan Alif saja di warung untuk lanjut menikmati kopi dan merokok sebelum kembali ke asrama santri putra dan mengikuti kegiatan malam yang akan segera di mulai, dan tidak lupa Alif segera memesan kopi hitam manis kesukaan nya dan mengeluarkan rokok untuk kami nikmati berdua di tengah senja yang indah hari ini.


__ADS_2