Cinta pada santriwati

Cinta pada santriwati
Siti Nur Halimah


__ADS_3

waktu menunjukan pukul 03:00 tiba-tiba aku terbangun dari tidurku yang baru sebentar, seperti biasa aku harus membangunkan semua santri yang ada di asrama. Mungkin karena sudah menjadi tugasku, jadi aku terbiasa bangun jam tiga pagi, tapi kali ini aku tidak sendirian, aku ditemani Andi si anak kamar sebelah yang juga kebetulan mendapat tugas dari ustadz untuk menemaniku pagi ini. Aku bergegas keluar dari kamar untuk cuci muka terlebih dahulu dan berkata pada andi,


"tunggu sini dulu ya An, aku mau cuci muka dulu" ujarku pada Andi,


"oke siap bang" ucap Andi padaku.


setelah selesai cuci muka, akupun langsung mengajak Andi untuk membangunkan para santri yang masih asik tidur


"An kamu nanti bangunin santri di kamar lima dan enam ya !" ucapku pada Andi,


"oke bang nanti cara banguninnya gimana bang ?" tanya andi padaku.


Aku ya memaklumi kalau Andi masih bertanya cara membangunkan santri,


"kamu cuma bilangin sama mereka, ayo bangun, bangun ! sambil kamu pegang badannya. Mengerti kan ?" kataku pada Andi


"paham aku bang, ayolah kalau gitu bang" ujar Andi.


Kami pun segera membangunkan santri dimulai dari kamar satu sampai empat aku yang membangunkan, untuk kamar lima dan enam yang membangunkan si Andi. Setelah semua beres aku dan Andi pun langsung bersiap untuk memulai kegiatan hari ini, untuk kegiatan pagi dimulai ngaji quran qoblah subuh, sholat subuh berjamaah, kemudian lanjut ke tempat amal sholeh atau tempat bimbingan usaha.


waktu menunjukkan pukul lima pagi, ngaji dan sholat subuh telah usai, aku berganti pakaian dan langsung pergi amal sholeh berbarengan sama Alif. Aku dan Alif satu tempat amal sholeh yaitu di kebun cabe milik pondok, setiap hari kami berdua merawat tanaman cabe di sana.


kebetulan hari ini di kebun cabe pondok yang aku sama Alif garap mulai panen hari ini. Jadi santriwati dikerahkan untuk membantu kami berdua,


"Lif, hari ini ada yang bantu kita gak ?" tanyaku pada Alif di perjalanan menuju kebun,


"tentu ada Di, yang bantuin kita tuh santriwati SMA Di !" ujar Alif,


"ah yang bener, boong paling"kataku tidak percaya pada Alif,

__ADS_1


"iya betul, ada cewek yang kemarin loh ! hari ini dia bakalan disini untuk memandang kowe, heheheheh" ledek Alif,


"hehehehehe, terus aja ledek aku Lif biar kamu puas" cetusku agak kesal sama Alif yang selalu meledekku,


tidak lama kemudian datanglah segerombolan santriwati di kebun, mereka asik sekali bercanda tawa sembari sesekali saling ejek agar tidak merasa bosan.


"mas, kami suruh ngapain ?" tanya salah seorang santriwati itu pada Alif,


"tanya orang itu(sambil menunjuk ke arahku), dia koordinatornya disini mbak" jawab Alif,


"panggil aja kak Aldi heheheh" lanjut Alif karena melihat perempuan tadi kebingungan.


"kak Aldi, kami suruh ngapain" tanyanya padaku yang membelakangi posisi mereka.


Setelah aku membalikkan badanku ke arahnya, aku melihat sosok bidadari kemarin yang bertanya padaku,


"alamak, dia sungguh mempesona sekali, cantik, anggun luar biasa" batinku,


"nggak apa-apa kok, kalian petik aja buah cabe yang udah mateng ya, nanti kalian kumpulin di dalam glangsing(karung) yang udah kami sediakan, ok !" ujarku padanya.


"ok kak !" jawabnya.


aku pun kembali melanjutkan kerjaanku memetik cabe yang udah matang di pohonnya, ku lihat si Alif sangat akrab sama cewek yang sangat cantik itu, mereka ngobrol layaknya orang yang sudah saling kenal dari dahulu. Tiba-tiba Alif bicara agak keras pada perempuan itu,


"mbak ! ada yang suka sama kamu nih" sontak para santriwati itu langsung melihat ke arah Alif,


"siapa mas ?" tanya perempuan cantik itu,


"ada temenku, tapi dia gak berani nanya tentang kamu, malu katanya !" ujar Alif cekikikan sambil melihat ke arahku,

__ADS_1


seakan sudah mengerti maksud Alif perempuan itu langsung bilang namanya pada kami semua,


"mas bilangin namaku Siti Nur Halimah" ucapnya tersenyum manis ke arahku.


"oh tuhan, sungguh manis sekali senyuman wanita ini, membuat jantungku berdebar begitu cepat" ucapku dalam hati


"siapa Lif yang suka sama santri putri, heheheh" ujarku pada alif agar aku tidak terlihat menyukainya,


"ada pokoknya, dia akrab banget sama aku , tiap jalan bareng aku terus" kata Alif


"nanti aku kasihkan nomer hp ku mas"ucap nya pada Alif,


"okay, sekarang kita lanjutin kerja dulu ya, nanti dimarahin bos kalau ngobrol terus" ucap Alif.


Kami pun melanjutkan pekerjaan kami sampai waktu pukul sembilan pagi dan langsung pulang bagi para santriwati, tidak kelupaan wanita cantik tadi memberikan nomer handphonenya pada Alif di selembaran kertas. Setelah diterima Alif nomer handphonenya, perempuan tadi langsung pulang ke pondok putri yang berbelakangan dengan pondok putra.


sementara itu aku dan Alif harus membereskan semua peralatan yang ada untuk disembunyikan di balik pohon pisang dan setelah semuanya beres kami pun pulang dengan membawa pulang cabai sebanyak 2 karung yang dipanen tadi. Diperjalanan aku bertanya pada Alif perihal perempuan itu,


"Lif lu kenal sama cewek tadi ta ?" tanyaku


"ya kenal lah !,orang dia satu kampung sama aku" ujar Alif padaku,


"oh, siapa namanya Lif, kan bisa satu kampung kita kalau aku bisa jadi suaminya, hehehehe" ujarku pada Alif sembari bercanda,


"ini nomernya baca aja sendiri ada namanya disitu(sambil memberikan kertas yang diberikan perempuan tadi),"ujar Alif padaku,


"oh Siti Nur Halimah ta namanya, makasih ya Lif, semoga kita bisa satu kampung,hahahahaha" candaku pada Alif,


"Hahahahaha"Alif juga ketawa,

__ADS_1


tak terasa kami sudah sampai di depan gerbang pondok dan kami berhenti berbicara soal perempuan karena takut ada pengurus pondok yang mendengar. Kami berdua pun menuju dapur pondok dan memberikan dua karung cabai ke pengurus dapur untuk diolah.


setelah selesai kami pun menuju kamar untuk mandi kemudian istirahat sembari menunggu jam sarapan pagi.


__ADS_2