Cinta pada santriwati

Cinta pada santriwati
resah dan gelisah


__ADS_3

waktu berlalu dan senja telah tiba, itu berarti waktunya untuk memulai kegiatan sore sampai malam telah dimulai. Sama seperti biasanya kegiatan sore dimulai dari ngaji Al-Qur'an kemudian amalan sebelum adzan Maghrib lalu ngaji Al-Qur'an kembali terus dilanjutkan dengan sholat isya' berjamaah, dan yang terakhir sebelum istirahat adalah halaqoh untuk memperdalam tafsir quran.


Setalah selesai rentetan kegiatan langsung para santri mengantri untuk mengambil jatah makan yang telah disediakan pihak pondok. sama halnya dengan teman yang lain malam ini sebelum tidur, aku menyempatkan untuk bercengkrama sembari menikmati segelas kopi dan beberapa batang rokok.


Entah kenapa perasaanku malam ini terasa begitu menggebu tak karuan sampai-sampai ngobrol sama kawan-kawan aja aku merasa kurang nyaman, rasanya aku ingin sendiri duduk dikeheningan malam. Setelah agak lama bercengkrama bersama kawan-kawan aku langsung pergi naik ke lantai atas kamar ku dengan membawa secangkir kopi yang tak sempat terasa nikmatnya selagi di bawah tadi.


Setelah sampai pada tempat dimana aku bisa menikmati malam ini sendirian, aku langsung duduk di atas kursi yang memang selalu ada di lantai atas ini. aku duduk ditemani semilir angin malam yang terasa menusuk sampai ke dadaku. Ku nyalakan sebatang rokok ku sisa dari bawah tadi. Ditengah hisapan rokok ku tiba-tiba aku teringat pada sosok gadis yang aku lihat tadi pagi.


"oh tuhan apa yang terjadi pada diri ku, aku teringat wajahnya yang begitu anggun" batin ku dalam hati.


seandainya saja aku bisa memilikinya untuk kujadikan istri alangkah indahnya hidup ini. Dalam khayal ku aku ingin sekali menikahinya Sekarang tapi itu semua tidaklah mungkin karena aku sendiri masih ingin melanjutkan kuliahku dan aku tak ingin membuat kecewa orang yang aku sayangi. Tapi disisi lain aku ingin memilikinya,


kembali aku membatin dalam hati, "oh tuhan bagaimana caranya aku mendapatkannya sedangkan dia sungguh cantik dan anggun".


"oh tuhan, pasti banyak sekali lelaki yang menyukainya, bagaimana mungkin dia akan menyukai ku".


Aku sendiri tak tau apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkannya dan yang lebih parah lagi aku tidak begitu yakin dia akan menyukaiku seorang lelaki biasa yang kuliah karena biaya yang agak ringan disini.


"ah malam ini aku kok mikirin dia terus sih, seharusnya aku tak kepikiran dia toh aku udah janji pada diriku sendiri untuk tidak pacaran apalagi menikah sampai aku lulus kuliah"gumamku.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 01:00 dan aku segera bergegas ke kamar lagi untuk tidur dan kalau waktu subuh tiba setidaknya aku bisa bangun, pikirku. setelah sampai di kamar tubuh ku langsung aku rebahkan dan mata aku pejamkan, tetapi tetap tak bisa pikiranku selalu membayangkan wajah cantik jelita sang bidadari surga tadi siang.


Melihat aku yang bolak-balik badan dan tak bisa tidur Alif dan Rahmat langsung bertanya padaku,

__ADS_1


"kowe nyapo, *** ra iso turu ta (kamu kenapa, gak bisa tidur kah) ?" tanya Rahmat padaku


"kelingan wong wedok sing ayu mau paling hahahahahah (teringat cewek cantik tadi paling)" sahut Alif meledek aku yang sebenarnya memang terus teringat wajahnya yang anggun serta cantik jelita bagai bidadari surga.


"mana ada aku teringat cewek tadi Lif"


"gak tau nih dari tadi resah banget pikiranku" jawabku seolah menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya pada Alif dan Rahmat,


"alah bilang aja kalau kamu lagi mikirin cewek tadi sampai-sampai kamu gak bisa tidur" kata Alif yang terus meledekku.


" kagak lif aku itu hanya lagi kepikiran rumah soalnya kan bentar lagi kita mau liburan kan" aku terus berusaha untuk ngeles dari ledekan Alif.


"terus gimana, kamu mau balik tahun ini" ujar Rahmat


"atau gak gini aja(tersenyum)" Alif seakan akan ada ide untukku


"gini aja gimana" ujar aku dan Rahmat secara bersamaan


"cieeee kompak bener nih,heheheh" Alif meledek lagi karena aku dan Arif bicara secara bersamaan. ya, memang Alif ini orangnya agak cengengesan yang sukanya cuma meledek orang.


"jadi gini, kamu gak usah pulang aja. Kamu ikut aku ke pulau Bali, ke rumahku" ujar Alif yang terlihat serius soal tawannya itu.


" nanti disana kita bisa ke pantai yang kamu sukai, pantai pandawa, gimana ?" tanya Alif padaku,

__ADS_1


"aku sih oke-oke aja daripada diam disini ya gak !" ucapku yang kali beneran serius.


"aku juga ikut ini berarti" kata Rahmat


"nanti untuk makan, rokok, ongkos jalan, sama makan disana aku yang bayar" kata Alif


" kalo aku gak usah dibayarin ongkosnya yang penting makan sama tidur ada tempat" ujar Rahmat,


"nah kalo aku paling cuma bisa beli rokok buat kita disana" ujarku,


"maklum aku disini aja keseringan nebeng sama kalian"kataku lagi


"tenang aja kalo soal itu, yang paling penting kamu bisa ketemu sama malaikat tersayang mu itu, hahahahahaha" kata Alif yang lagi, lagi dan lagi meledekku.


"udah ah aku mau tidur nanti mau bangun jam tiga" ujar Rahmat,


"aku juga udah ngantuk banget nih abis ketawa tadi" ujar Alif,


"kalian tidur aja duluan" ucapku yang sambil merebahkan tubuhku


Mereka berdua pun langsung rebahan di kasur dan nampaknya langsung tertidur pulas. Sedangkan aku juga rebahan walaupun aku belum bisa tidur,


"ah aku mau ngambil wudhu dulu buar bisa langsung tidur" batin ku.

__ADS_1


Aku langsung bangun dari rabahan dan menuju tempat whudu. Setelah selesai whudu aku langsung kembali ke kamar dan rebahan kembali. Karena sudah sangat ngantuk aku pun langsung tertidur.


__ADS_2