CINTA SEORANG MAFIA

CINTA SEORANG MAFIA
Bab 11


__ADS_3

"eh..kok jadi gagu gitu"agra mengganggu lamunan syafira.


"ih apasih nyebelin,ini orang lagi mikir tau"ucap fira kesal


"mikir nya jangan lama lama,kayak mau perang aja"


"ini kan emang kayak perang,perang hati"ucap fira lagi.


mereka pun saling melemparkan candaan untuk mencairkan susana,tak bisa di pungkiri rasa cinta sudah lama tumbuh di hati agra,namun tidak ia sampaikan,agra ingin melihat cinta itu datang duluan dari syafira.


"oke dil ya,senin depan aku kerumah mu,melamarmu"ucap agra sesaat kemudian.


"eh,loh,kok gitu,aku kan belum bilang setuju"


"nunggu kamu lama"agra tersenyum tipis dan sudah bangun dari duduk nya.


"tunggu dulu dong"syafira bangun mencegah agra pergi.


"iya,aku tunngu kok,tunggu kamu di pelaminan"ucap agra menggoda syafira.


"Aku gak bercanda ya tuan agra mahendra,mungkin bagi mu pernikahan itu hanya sebuah lekucon,tapi bagi ku enggak!"ucap syafira dengan suara agak meninggi.


"aku tetap akan menikahi kamu"ucap agra datar dan berlalu pergi meninggalkan syafira yang masih bediri dengan amarah menguasai hati nya.


"ada ya manusia yang memaksa gitu"gerutu fira


saat keluar dari butik agra berpapasan dengan david yang ingin masuk kedalam butik,sepertinya ia akan bertemu syafira.


David yang tidak mengenali agra berjalan lurus tanpa memperdulikan tatapan tajam agra.


ada rasa kesal di hati agra,akhirnya ia urung niat untuk pulang.Agra kembali masuk dan duduk di ruang tunggu tamu sesekali mata nya memandang ke arah david yang menuju ruang kerja syafira.


"maaf tuan david,mbak fira nya berpesan jangan di ganggu dulu"ucap nan sesaat kemudia menghentikan langkah david.


melihat itu agra tersenyum senang.


"jadi saya harus tunggu dimana?kapan dia bisa di jumpai?"tanya david sedikit kesal


"tunggu disitu saja dulu tuan,akan saya sampaikan pada mbak fira,jika tuan ingin bertemu"ucap nana sopan sambil tangannya mempersilahkan david duduk di sofa yang sama dengan agra.


melihat itu agra langsung menggeser duduk nya memberi ruang untuk david.


david tersenyum ke arah agra sedangkan agra cuek sambil memain kan ponselnya.


"mbak fira,ada tuan david di luar"ucap nana sesaat setelah masuk ke ruang kerja fira.


"hah david?"ucap fira terkejut


"iya mbak,gimana,apa saya suruh masuk saja"


"eh,jangan!!,biar saya saja yang kesana "ucap syafira mencegah nana yang ingin keluar memanggil david.


"baik mba"


syafira keluar dengan raut muka ia buat sesantai mungkin,seolah ia belum tau siapa david sebenarnya.

__ADS_1


"hai fir"senyum david menyapa fira


Syafira tak membalas sapaan david bahkan tak melihat kearah nya,mata syafira fokus menatap pria di samping david,


"kenapa agra masih ada juga disani" batin fira, hal itu rupanya di sadari oleh david sehingga membuat david bertanya tanya,siapakan pria yang sedari tadi bersamanya ini.


"kok kamu belum balik"tanya fira ketika mata agra kini menatap nya.


"Aku tadi mau balik,tapi ada sesuatu yang tertinggal,makanya aku kembali ke sini"jawab agra serius


"tertinggal?apa?"tanya fira


"kamu"jawab agra datar


mendengar itu syafira di buat terkejut begitu pun dengan david yang amat sangat terkejut dengan kata kata agra.


"eh maksudnya apa ini?dia siapa fira!"ucap david dengan nada agak sedikit meninggi


"Aku calon suami syafira"jawab agra lantang


"loh,gak mungkin,akulah calon suaminya,kami sudah di jodohkan"ucap david bersikeras


"jawab fira siapa calon suamimu"ujar agra dengan nada menekan.


lama syafira terdiam,melihat dua lelaki tengah memperebutkan dirinya,satu sisi syafira ingin jauh dari david namun jika begitu ia harus mengakui agra calon suaminya,di satu sisi ia masih ragu akan hati nya untuk agra.


"Ah,pusing,kalian berdua tolong keluar dari butik ku"ucap syafira kemudian dan berlalu pergi masuk ke ruangan nya.


david dan agra saling memandang sinis,lalu mereka pun pergi meninggalkan butik ke arah berlawanan.


...----------------...


di kediaman farhan,Aisyah di bantu mak ijah tengah menyiapkan makan malam.


"wow,enak nya masakan istri abang memang best"rayu farhan memuji istri nya.


"duduk bang,kita makan.mak ijah juga duduk sini"ucap aisyah


Aisyah sudah menganggap mak ijah seperti ibu nya,jadi jika makan,mereka makan bersama,tidak ada perbedaan majikan dan pembantu.


"iya,makan lah dulu,mak mau bersihkan dapur dulu"ucap mak ijah sambil berlalu pergi.


"udah lah sayang,mak ijah segan tu,jangan di paksa,Ayo makan"ucap farhan sambil mengulas senyum di bibir nya.


"bang,sya masih gak percaya kalau nathan pura pura hilang ingatan"aisyah membuka pembicaraan,sambil tangan nya menyendok nasi masuk kemulut nya.


"ya,begitulah kenyataan nya sayang,masalah yang dia hadapi berat,dia butuh tempat berlindung waktu itu"


"dan abang percaya,kalau dia betul betul ada masalah?"


"kalau itu abang pun gak tau jelasnya,yang abang tau memang ada yang ingin mencelakainya waktu itu,karna abang lihat dengan mata kepala abang"


"semoga saja dia baik baik saja ya bang,aisyah kasian jika memang semua yang ia katakan itu benar,malang sekali nasib anak itu,punya harta melimpah tapi orang tua di bunuh dengan cara yang sadis"


"iya sayang,kita doakan saja"

__ADS_1


...----------------...


Datuk adnan baru saja pulang menunaikan sholat isya dengan berjalan kaki menuju rumanya,tiba tiba dari kejauhan sebuah mobil jeep berwarna hitam berhenti di depan nya,dari dalam mobil keluar seorang lelaki setengah baya seperti nya dan satu orang anak muda.


"masih ingat aku?"tanya lelaki itu


"lu..is?tebak adnan


"bagus juga ingatan mu adnan"


"buat apa kamu kemari,aku tak punya urusan denganmu maupun alex,semua sudah masa lalu"


"tenang adnan,aku kesini bukan karna suruhan alex,lagi pun alex tidak bisa menyuruhku lagi,alex sudah lama mati"


"Apa?!"


"rupanya kamu belum tau,gak usah banyak basa basi,aku kemari mau meminta kau serahkan semua berkas aset yang kau jalankan dulu bersama alex,rupanya di belakangku,kalian membangun bisnis yang menggiurkan"


"berkas apa?,aku tak punya,sudah lah luis cukup kamu dengan semua bisnis haram itu,jangan sia siakan umur mu"


"gak usah berkhotbah di depan ku adnan,kamu sama kotor nya dengan ku,hanya saja sekarang kau bertopeng iman palsu itu"


"aku tak punya waktu meladeni mu"adnan pergi meninggalkan luis.


"aku harus cepat sampai rumah,jangan sampai fira atau aisyah tau tentang masa laluku"batin adna


syafira baru saja membantu nana menutup butik nya,ia memutuskan pulang lebih awal,karna banyak hal yang membuat hari nya hari ini begitu menguras pikiran.


mobil syafira sudah melaju membelah kepadatan jalan malam di ibu kota,dari kaca spion mobil nya,fira bisa melihat ada satu mobil hitam sedang mengikutinya,syafira memacu laju mobil nya,berharap mobil itu tak lagi mengikuti nya.


Namun tetap saja mobil itu masih saja menyamakan laju nya.


syafira berusaha meraih ponsel nya,mencari kontak yang bisa ia hubungi saat ini.satu nomor di panggilan masuk teratas ia jadikan pilihan.


"iya halo"terdengar suara bariton agra di ujung telpon


"Tolong aku,aku diikuti seseorang"ucap syafira dengan nada bergetar


"kamu dimana?"tanya agra panik.


"aku kirim lokasiku sekarang"


belum sempat syafira mengirim lokasinya,ponsel yang ia pengang jatuh.


"ish,sial"tangan syafira mencoba meraih ponsel nya


karna fokus fira pecah,mobil di belakang berhasil menyalip mobilnya dan sudah menghadang di depan dan syafira pun menginjak rem dengan tiba tiba.


"Ayo bawa dia"ucap seorang pria bertopeng hitam yang turun dari mobil di depan syafira.


mereka memecahkan kaca mobil syafira dan membuka paksa pintu mobil lalu menarik syafira keluar dengan kasar.


"siapa kalian,lepaskan saya,tolong...to...!!"


PLAK!! Sebuah tamparan keras di pipi syafira,membuat kesadaran nya memudar.

__ADS_1


__ADS_2