
tak lama setelah zio berteriak,bimo masuk dengan dua wanita yang ditarik paksa olehnya.
''lepas!!ayah tolong rina.....hiks''ucap rina yang kesakitan karna tarikan bimo.
''rina....bunda''gumam reza.
''waktunya anda membuat pilihan tuan adhitama!nyawa dua orang tidak berguna itu atau nyawa putri pertama anda?!''ucapnya penuh penekanan.
''tuan...jangan lakukan ini saya mohon,mereka bertiga adalah kehidupan saya tuan,saya tak bisa memilih!ambil nyawa saya saja tuan''jawab reza.
''ayah....!tia gak mau kehilangan ayah....hiks.....bunuh saya saja tuan,dari awal ini memang salah saya tuan,jadi saya yang harus bertanggung jawab''ucap tia tertunduk sedih.
''ya,bunuh dia saja tuan,dia juga tak cukup berguna dikeluarga ini!!''ucap nisa tanpa berfikir.
''enggak!!bunda kenapa sih?tia itu putri pertama keluarga adhitama,bunda lupa?''tolak tegas reza.
''ayah masih punya aku,ayah tega korbannin dua nyawa demi wanita jal*ng itu?!!''jawab rina penuh emosi.
''jaga mulut kamu rina!tia itu wanita baik baik!''teriak reza penuh emosi karna ucapan putrinya itu.
tia yang mendengar ayahnya begitu menyayanginya pun hanya bisa menunduk karna semua yang dibilang rina adalah sebuah kebenaran.
''ayah,kakak itu wanita jal*ng!!lihat lehernya,dia pasti menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhannya yang super banyak itu!''ucap rina lagi sambil terus menunjuk nunjuk tia.
reza tanpa banyak bicara pun langsung memandang kearah tia dan benar saja dileher putrinya itu banyak tanda kemerahan yang begitu jelas.
''maafin tia ayah....tia salah''ucap tia lemas.
''tia....''gumam reza memandang penuh kekecewaan pada putri pertamanya itu.
''stop!!!saya datang kesini bukan untuk melihat sebuah drama!!saya mau anda memilih sekarang tuan adhitama!!''potong zio penuh emosi.
reza hanya diam,dia benar benar binggung sekarang,dia tak mau kehilangan mereka semua tapi sekarang nyawa mereka ada ditangannya.
'tia maafin ayah.......'gumam reza menatap tia penuh rasa bersalah.
''1....2....hitungan ketiga anda belum memilih peluru ini benar benar menembus kepala mereka bertiga''ucap zio tak sabaran.
''saya pilih istri dan anak kedua saya tuan!''teriak reza,dia percaya zio tak akan tega membunuh tia,jadi dia membuat keputusan itu.
__ADS_1
tia yang mendengar itu pun langsung tertunduk sedih,ternyata dia tak begitu berarti dalam hidup ayahnya,itu pikirnya.
''pilihan yang bagus!bebaskan mereka berdua!!''titah zio langsung menghampiri tia masih dengan pistol ditangannya dan melepaskan reza begitu saja.
reza yang terlepas pun tak tinggal diam,dia berlari kearah tia lalu memeluknya erat.
''ayah......''ucap tia lemas.
''maafin ayah tia''bisik reza ditelinga putrinya itu.
''anda mau bermain main dengan saya tuan adhitama?!!''ucap zio penuh penekanan.
''jangan marah sama ayah ya tia,ayah sayang sama kamu''ucapnya pelan lalu mencium dahi putrinya lembut.
''berikan putrimu padaku atau peluru ini menembus kepalamu!!''ucap reza mengarahkan pistolnya dari kejauhan dengan wajah marahnya.
''enggak!!!bunuh saya tuan jangan ayah saya''jawab tia.
''saya hanya mau kamu jadi milik saya,bukan nyawa kamu!!''teriak zio tegas.
''kalau begitu bawa saya tuan,dan lepaskan keluarga saya!''
''pilihan yang bagus sayang!''jawab zio menghampiri tia.
bruaakk......
dengan satu kali pukulan dari zio pada bagian belakang lehernya,reza pun jatuh tak sadarkan diri dengan masih memeluk putrinya erat.
''kesini sayang!dia tak akan mati dengan satu kali pukulan''ucap zio tanpa rasa bersalah.
tia yang tak mau membuat masalah untuk ayahnya pun langsung berdiri menghampiri zio.
grepp......
tia masuk kedalam pelukan zio dengan sedikit paksaan.
''ambil cap tangan tuan adhitama bim!''perintah zio,memberikan satu lembar surat yang menyatakan reza memberikan putri pertamanya seutuhnya untuk zio dan tak akan berniat mengambilnya dari tangan zio tanpa seizinnya dengan syarat zio membantu perusahaannya kembali bangkit dari kebangkrutan.
''setelah ini kamu milik saya seutuhnya sayang!''bisik zio pelan penuh penekanan.
__ADS_1
''setelah ayah kamu bangun,kita urus pernikahan kita sayang!saya harus memberikan status yang jelas untuk kamu bukan?''lanjutnya.
''tia gak mau!!tia masih mau kuliah''jawab tia menolak.
''kamu tak punya pilihan sayang!!bahkan ayah kamu pun tak berhak menolah menikahkan kita!didalam surat itu semua tertulis dengan jelas!''tegas zio.
''kamu mau ambil beberapa barang pribadi kamu sayang?setelah itu kita pulang,dan jangan harap kamu bisa menginjakkan kaki dirumah kotor ini lagi!!''ucapnya tegas.
''bantu ayah naik keatas ranjang dulu tuan''pinta tia.
tanpa menjawab zio langsung meminta bimo mengangkat reza naik keatas kasur.
''tia mau ucapin salam perpisan buat ayah tuan,boleh?''pintanya lagi,zio hanya diam tapi melepaskan pelukannya pertanda memberikan izin.
''tia minta maaf ya ayah,tia gak bisa jaga diri dengan baik,ayah baik baik disini ya,tia gak marah kok sama ayah karna buat keputusan itu,tia pamit ya yah''ucap tia pelan lalu mengecup dahi ayahnya pelan.
''cukup sayang kita pergi sekarang!''ajak zio menarik tangan tia pelan.
''tuan,boleh tia ambil foto mama sebentar?''tanyanya.
''oke,kita ambil barang kamu setelah itu kita pergi''jawab zio lalu keluar dari kamar itu meninggalkan reza sendirian dengan keadaan masih belum sadarkan diri.
didepan kamar tia melihat ibu dan adik tirinya berdiri menunggunya.
''tia titip ayah ya bund,maaffin tia udah buat keributan''ucapnya pelan.
''hmmm....pergi aja,nih jangan lupa sama foto kesayangan kamu ini''ucapnya lalu memberikan foto mama tia yang mereka ambil dari kamarnya,mereka yakin tia tak akan meninggalkan foto itu,jadi mereka membantu dia mengambilnya.
belum sempat tia memegang bingkai foto itu,rina sengaja menyenggol tangan mamanya supaya foto itu jatuh.
pyarrrr.......
bingkai foto itu jatuh dan pecah,tia yang melihat itu pun langsung berlutut mengambil foto mamanya dengan mata yang menahan tangis.
''maaf ya kak,tadi rina gak sengaja''ucap rina tanpa rasa bersalah.
zio yang melihat tia ditindas didepan matanya pun tak tinggal diam,dia mengeluarkan pistolnya dan.....
dorrr......
__ADS_1
satu timah panas berhasil menembus lengan kanan rina,tia yang kaget sekaligus takut pun langsung memeluk zio erat.
''uppss....maaf gak sengaja''ucap zio tanpa rasa bersalah lalu pergi meninggalkan rumah itu dengan tia didalam gendongannya yang tampak lemas.