
''sekarang ini rumah kamu sayang!,jangan coba coba kabur!dan mulai sekarang kamu kuliah dari rumah,gak ada bantahan!!''ucap zio,berdiri dihadapan tia yang terduduk disofa rumah zio.
''gak!!aku gak mau,aku mau pergi kuliah kaya biasanya''tolak tia memberanikan diri.
''kamu gak denger?!gak ada bantahan,sekarang masuk kamar''ucapnya lalu menarik tia menuju kamar.
''aku gak mau tidur disini!''tolak tia lagi ketika sampai didepan kamar yang dia pakai tadi.
''kenapa?''tanya zio dingin,dia mulai kesal dengan sifat keras kepala tia.
tia hanya diam,dia tak berani lagi menjawab karna tatapan mata tajam zio sekarang tertuju padanya.
''jawab!!gak mau satu ruangan sama aku,iya!?''tanyanya kesal.
''bimm!''teriaknya memanggil bimo dengan wajah yang sudah memerah menahan emosi.
''ya tuan...ada yang bisa saya bantu?''tanyanya sopan,tadi bimo baru saja hampir melangkah keluar dari rumah itu untuk pulang ke apartemennya,tapi niatnya itu seketika hilang karna teriakan tuannya itu.
''bawa dia kegudang!kurung dia,jangan biarin dia keluar tanpa seizin saya!''ucapnya lalu masuk kedalam kamar tanpa mau memandang wajah tia sedikit pun.
bimo tanpa basa basi pun langsung menarik tangan tia dengan kasar menuju gudang,bimo tak peduli dengan suara tia yang kesakitan,dia tak suka ada orang yang membuat tuan mudanya marah,jadi dia akan memberikan pelajaran pada tia.
brukkkk......
tanpa kelembutan sedikit pun bimo mendorong tubuh tia hingga terjatuh mengenai meja,bimo tahu kalau kepala tia terluka,tapi dia memilih diam dan tanpa sepatah kata pun langsung keluar dari sana.
''tuan...buka pintunya,tia takut gelap!!''teriak tia mencoba membuka pintu yang sudah dikunci dari luar.
__ADS_1
''diam!itu hukuman anda karena telah membuat tuan saya marah''jawab bimo dingin dan tajam dari balik pintu.
klik........klikk........
tia mencoba menghidupkan lampu dalam ruangan itu tapi tidak berhasil,ruangan itu sangat gelap,tia yang takut dengan kegelapan pun memilih membenamkan wajahnya dikakinya sambil menahan sakit didahinya yang terus mengeluarkan darah.
''mama,aku takut,tia mau ikut mama...hikss....''tangisnya.
''mereka jahat ma,tia takut!!tia salah apa ma?kenapa tia harus dihukum seberat ini?!''gumamnya terus mengingat mama yang sangat menyayanginya semasa hidup.
bruakkkk.....pyyarr....
zio membanting semua barang yang ada dalam kamarnya,tv dan meja rias disana pun tak lepas dari amukan zio.
bimo yang tak sengaja melewati kamar zio dan mendengar suara keributan pun langsung masuk tanpa permisi.
''tuan!!apa yang anda lakukan?ini tidak baik untuk kesehatan anda tuan!''teriak bimo langsung merebut botol bir dari tangan zio.
''kenapa dia gak bisa turutin semua kata kata saya bim?padahal saya udah bersikap baik sama dia!!saya gak suka dibantah bim!!''teriak zio tak terkendali lalu menjatuhkan tubuhnya kelantai dan bersandar pada ranjang
''ini bukan salah anda tuan,nonna tia mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan diri tuan''jawab bimo.
''saya butuh pelampiasan bim!!''ucapnya lalu berdiri dan pergi keluar dari kamar itu.
bimo yang tahu apa maksud dari kata pelampiasan yang diucapkan zio pun langsung menyusul keluar.
__ADS_1
''bawa mereka semua kehadapan saya!''titah zio mengeluarkan pisau lipat kesayangannya.
brukkk......
3 orang pria dewasa dilempar dengan kasar dihadapan zio.
''3 orang?kurang!!saya mau lebih banyak lagi!!''teriak zio pada anak buahnya.
''kita akan bawakan lagi tuan''jawab anak buah zio lalu pergi dari markas dengan membawa beberapa temannya untuk mencari korban.
''ada apa dengan tuan?dia tak pernah semarah ini sebelumnya?''tanya salah satu anak buah zio pada atasannya.
''jangan banyak bicara!kamu mau jadi korban tuan selanjutnya?karna kita terlambat membawakan musuh musuhnya!''jawabnya memilih fokus pada mobil didepannya,yang merupakan mobil dari salah satu musuh zio.
-----
srett.....srrett.......
suara irisan itu terdengar sangat mengerikan untuk anak buah zio yang melihat secara langsung.
''membosankan!!kenapa mereka cepat sekali mati?!''ucap zio tanpa rasa bersalah diwajahnya karna telah menghabisi 5 nyawa manusia.
''apa anda sudah puas tuan?''tanya bimo sopan.
__ADS_1
''kita pulang kevilla,saya malas kembali kerumah itu''jawab zio lalu pergi dari sana tanpa dosa.