CINTA SEORANG MAFIA

CINTA SEORANG MAFIA
EPS 4


__ADS_3

lima menit berlalu dengan sangat cepat,zio menarik tia dari dalam dekapan ayahnya lalu memeluknya erat.


''lima menit berlalu sayang,dan untuk anda tuan adhitama,ada beberapa hal yang harus kita bicarakan''ucap zio datar.


''tia mau sama ayah hiksss....hiksss....''pinta tia pelan.


''diam sayang,masuk kedalam kamar kamu,jangan keluar sebelum saya panggil!''perintahnya pada tia pelan.


''tia gak mau!!tia mau sama ayah!!''tolak tia tegas lalu memberontak dari pelukan zio.


''bawa tia masuk bim!!cari kamarnya lalu kunci dari luar!!''kesalnya lalu memberikan tia pada bimo.


''mari nonna''ajak bimo sopan.


''seret dia bim!''titah zio yang melihat tia tak mau berpindah dari tempatnya.


bimo yang mendapatkan perintah pun langsung menarik tia masuk kedalam rumah itu.


''enggak lepas...!!tia mau sama ayah!!''ucap tia memberontak mencoba lepas dari tarikan bimo.


''tuan tolong jangan kasar pada putri saya!''ucap reza tegas pada bimo,lalu berniat mengejarnya tapi tangannya ditahan oleh zio.


bimo tak menjawab,dia terus menarik tia masuk kedalam,tia tak mau memberitahu dimana letak kamarnya pada bimo,bimo yang malas meladeni sifat keras kepala tia pun langsung memasukannya kedalam sebuah kamar yang ada didepannya lalu menguncinya dari luar dan berjaga didepan pintu kamar supaya tia tidak kabur.


~


''ada hal yang ingin saya bicara dengan anda tuan adhitama!''ucap zio datar dan melepaskan genggaman tanganya dari reza.

__ADS_1


''kita bicara didalam tuan,tapi setelah ini saya mohon lepaskan putri saya,dia masih terlalu kecil untuk mengerti kesalahannya''ajak reza lalu berjalan memasuki rumahnya diikuti zio dibelakangnya.


sesampainya mereka didalam ruangan reza,zio pun langsung melemparkan beberapa berkas diatas meja kerja reza.


reza yang melihat berkas itu pun langsung membukanya tanpa banyak bicara.


''siapa anda tuan?kenapa anda tahu masalah perusahaan saya?''tanya reza pada zio setelah membaca berkas itu.


''saya zio rajendra mahatma,anda pernah mendengar nama itu bukan!''jawbnya datar penuh penekanan.


''ma...mahatma?anda pemilik sekaligus pemimpin perusahaan mahatma adijaya tuan,perusahaan terbesar diasia itu?''tanya reza mulai takut pada zio.


''ya,anda benar sekali tuan adhitama!dan sekarang saya tidak mau terlalu banyak basa basi dengan anda!intinya,saya bisa membantu perusahaan anda kembali bangkit lagi dari ambang kebangkrutan tuan adhitama!''ucap zio penuh penekanan.


''an....anda serius tuan?''tanya reza tak percaya.


''ya''jawabnya singkat.


''jangan senang dulu tuan adhitama,saya akan membantu perusahaan anda,tapi putri anda harus menjadi milik saya''ucapnya datar.


''maksud anda apa tuan?saya tidak akan memberikan putri saya pada orang yang tidak dia cintai tuan!!''tolaknya tegas.


''ohhh...anda ingin saya bermain kasar tuan adhitama?!''ucap zio mengeluarkan pistol dari dalam jasnya.


''an....anda mau apa tuan mahatma?''tanya reza ketakutan melihat zio mendekat kearahnya dengan menodongkan pistol didepannya.


''cihh....ayah tak berguna seperti anda tak pantas hidup didunia ini tuan adhitama,anda tak tahu bukan,bahwa putri kandung anda selalu diperlakukan secara tak pantas oleh istri dan anak kedua anda!tak berguna!!''ucap zio mencekik leher adhitama.

__ADS_1


''apa maksud anda tuan?mereka berdua sangat menyayangi tia,mana mungkin mereka menyakitinya?!''teriak reza melemah,dia sudah tak punya banyak enegi lagi karna nafasnya mulai terasa sesak akibat cekikan zio dilehernya.


''anda sama sekali tak tahu kehidupan putri anda tuan,anda hanya tahu bekerja dan bekerja!anda tak pernah menanyakan keadaan tia bukan?orang tua seperti anda tak pantas diakui tuan!!''ucap zio semakin dingin pada reza.


''anda pasti berbohongkan tuan?lepaskan saya!saya mau bertemu putri saya''pinta reza semakin lemah.


tanpa menjawab zio pun langsung menarik reza keluar dari ruangan itu lalu mencari bimo.


''buka pintunya bim!''titahnya tegas pada bimo.


tanpa banyak menjawab bimi pun langsung membuka pintu itu,bimo sebenarnya kaget karna zio yang manarik reza dengan terus mendongkan pistol kearahnya,tapi dia memilih bungkam,karna tahu emosi tuan mudanya sedang sangat kacau.


bruakkkkk........


pintu itu dibuka secara kasar oleh zio yang sudah berada dipuncak amarahnya.


''ayah....''teriak tia lalu beranjak dari ranjang dan menghapus air matanya.


''diam ditempat kamu sayang,atau timah panas ini menembus kepalanya!''perintahnya pada tia,dan berhasil membuat tia menghentikan langkahnya.


''lepaskan ayah saya tuan..!dia tidak bersalah,saya yang bersalah disini!''teriak tia emosi.


''berani kamu berteriak pada saya?!!mau melihat dia mati didepan matamu!?''jawab zio dingin lalu menempelkan pistol itu dikepala reza.


''enggak.....jangan tuan,jangan bunuh ayah saya!saya mohon''ucap tia menjatuhkan tubuhnya kelantai memohon pada zio.


''berdiri tia,ayah baik baik saja,jangan seperti itu,ayah mohon..''ucap reza merasa bersalah pada putrinya itu dan tanpa sadar menjatuhkan ait matanya.

__ADS_1


''diam!!saya hanya mau anda membuat pilhan tuan,bukan membuat drama didepan saya!''tegasnya.


''bim bawa mereka masuk!''teriaknya tegas.


__ADS_2