CINTA SEORANG MAFIA

CINTA SEORANG MAFIA
Bab 13


__ADS_3

BRAKK.!!!suara pintu seperti di dobrak dari luar,syafira kini tanpa sengaja memeluk erat tubuh agra dengan nafas yang kian memburu.


Terlihat mulut nya komat kamit seperti sedang membaca sesuatu.


"Ssttt...."agra ber isyarat dengan menaruh satu jari di bibirnya agar fira memelankan doa nya.


"Gra..."tiba tiba suara revan memanggil nya.


Agra yang terkejut langsung melepas pelukan syafira.syafira pun ikut tersentak.


"gue disini van"jawab agra melambaikan tangan nya dari belakang sebuah drum tua bewarna hitam.


"Ayo keluar,sudah aman"ucap revan lagi.


Agra hanya mengangguk,melihat ke arah syafira yang masih menunduk.


"ayo kita keluar"agra kini bangun dan berdiri di depan syafira dengan mengulur tangan kanan nya.


melihat itu,syafira langsung menyambut tangan agra dan menggenggamnya erat.


"kaki ku keram"ucap syafira sedikit meringis.


"sini,naik ke punggung ku"ucap agra kembali jongkok membelakangi syafira.


"gak bisa,aku gak bisa gerakin kaki aku"ucap syafira lagi.


"gendong aja gra,kita gak punya banyak waktu"ujar revan kemudian.


Agra pun mengangkat syafira ,memegangi punggung dan bahunya,sedang syafira mengalungkan tangan nya ke leher agra,seperti adegan seorang pangeran mengangkat permaisurinya.hanya saja ini tidak ada musik pengiring nya,seperti di dongeng dongeng itu.


Pipi syafira sedikit merona,ketika tangan kekar agra menyentuh punggungnya.


"pegangan yang erat"ucap agra,syafira hanya mengangguk pelan.


Kini mereka telah keluar dari gudang itu,tampak banyak darah berceceran di sekitaran gudang,entah darah siapa itu syafira bergidik ngeri,dalam hatinya betanya"siapa david?agra dan revan?kenapa mereka punya pistol dan anak buah?apa pekerjaan mereka sebenarnya?,ah entah lah pusing"syafira tanpa sengaja menggelengkan kepala nya.


"kenapa?"tanya agra heran karna syafira baru saja menggelengkan kepalanya.


"ee..enggak ap apa apa kok"ucap syafira sedikit gugup.


"masih sakit?"tanya agra lagi


"sedikit"jawab syafira sambil nyengir


"sebentar lagi kita sampai mobil,kamu bisa isirahat disana"


"oke"


Revan sudah duduk di balik kemudi,Agra menidurkan syafira di bangku belakang dengan penuh kelembutan.


"kamu nyaman?"tanya agra


"iya,terimakasih"ucap syafira tersenyum


"oke kalau gitu kita go"ucap revan semangat.


Syafira sudah tertidur,wajah nya tampak begitu lelah.


...----------------...


"Ya allah sya,dimana adik kamu?jam segini belum pulang juga"datuk adnan,aisyah dan farhan sedari tadi sudah cemas menunggu kepulangan syafira di rumah datuk adnan.


rasa cemas itu hadir ketika farhan dengan tanpa sengaja melihat mobil syafira terparkir di badan jalan ketika ia dan aisyah ingin pulang kerumah datuk adnan.

__ADS_1


"Ayah jangan cemas,farhan sudah lapor polisi yah"ujar farhan menenangkan ayah mertuanya.


"coba telpon lagi adik mu sya"


"udah yah,tapi gak aktif"


datuk adnan terduduk lemas di sofa sambil memegangi kepalanya.


Dalam kebingungan mereka bertiga,sesaat kemudia terdengar deru mobil memasuki perkarangan rumah datuk adnan.


Aisyah dan farhan segera bangkit dari duduk nya melihat keluar,menghampiri tamu yang datang kerumah mereka.


"na..than"ucap aisyah terkejut dengan wujud tamu di hadapan nya.


"Siapa sya,farhan"tanya datuk adnan sambil melangkah kan kaki nya keluar rumah menemui tamu di malam hari itu.


"Maaf saya datang malam malam begini kak,abang.saya dan teman saya menemukan syafira"


agra pun membuka pintu mobilnya,terlihat syafira yang masih tertidur pulas.


"Ya allah fira"ucap aisyah histeris saat menghampiri adiknya.


"syafira cuma lagi tidur kok kak"ucap agra tau dengan kekhawatiran aisyah.


"Dek,dek,"aisyah menepuk nepuk pelan bahu syafira


"eem...jangan....jangan apa apakan fira"ucap syafira terkejut hingga melonjak terduduk dari tidurnya.


"ini kaka fira"ucap aisyah menenangkan dan memgelus lembut tangan syafira.


melihat wajah sang kakak,syafira langsung memeluk dan menumpahkan semua ketakutan nya beberapa jam lalu,air mata tak dapat ia bendung lagi.


"anak muda ini siapa farhan?"tanya adnan


"adnan"jawab datuk adnan sambil menyambut tangan agra.


"Dia ini teman farhan yah,sudah farhan anggap seperti adik farhan sendiri"ucap farhan kemudian,melihat masih ada kebingungan di raut wajah adnan.


"eh kok lupa pulak,jom kita masuk,ajak teman mu juga gra"ucap farhan lagi.


"Tidak usah kak,kami langsung pulang saja"ucap agra sopan.


"kamu punya hutang penjelasan dengan abang mengenai ini semua"ucap farhan menepuk bahu agra


"Baik bang,besok jika memang ada waktu luang saya kesini lagi,ada satu hal juga yang ingin saya selesaikan"


Aisyah sudah membawa syafira yang masih agak terpincang pincang dengan kaki sebelah kanan nya,namun sudah lebih mendingan dari pada sebelumnya.


...----------------...


"Sial"umpat david


Darah segar mengucur deras dari belakang kepalanya,luka itu tercipta akibat sebuah hantaman balok kayu dalam perperangan tadi,ia lebih beruntung di banding kedua anak buah nya yang terkena tembakan di kaki dan bahu mereka.


Kini mereka bertiga Sudah ada di sebuah klinik swasta seorang dokter umum.


"maaf Tuan tuan,saya tidak bisa mengobati luka ini"ucap nya ketika melihat dua luka tembakan milik anak buah david.


"jangan banyak bacot,aku akan bayar dua kali lipat"ujar david setengah berteriak.


"ta ta pi tuan"ucap dokter itu ragu.


David mengeluarkan pistol dari balik jaket nya.

__ADS_1


"Kerjakan atau Kau berkenalan dengan ini"ancam david


Akhirnya sang dokter terpaksa melakukan perawatan kepada mereka bertiga.


...----------------...


Hari kini sudah menjelang pagi,Keluarga datuk adnan sajid sedang menunggu cemas cerita dari syafira.syafira baru saja bangun,wajah nya masih tampak sedikit guratan kelelahan yang dalam.


"dek,makan bubur dulu,akak dah buat kan"kata aisyah sambil menyendokkan bubur mengarahkan ke mulut syafira"aaa,jom makan siket"ucap aisyah lagi.


syafira hanya manut dan membuka lebar mulut nya,sedang datuk adnan dan farhan berdiri di ambang pintu melihat dari jauh ke adaan orang yang mereka sayangi itu.


"Dah cukup kak,syafira dah tak larat lagi dah"ucap syafira dengan menepis lembut tangan kakaknya untuk tidak menyuapinya lagi.


"oke,fira istirahat ya,kaki masih keram?"tanya aisyah


syafira menggelengkan kepalanya.


Sesaat kemudian suara bel pintu berbunyi


"eh siapa ni tetamu pagi buta macam ni"ucap datuk adnan.


"biar farhan bukakan yah"ucap farhan dan segera pergi menuju pintu utama.


saat pintu di buka tampak dua orang pemuda dengan stelan jas dan satu buket bunga mawar merah besar.


"Agra"ucap farhan


"boleh saya masuk bang"ucap agra


"oh,boleh silahkan"ujar farhan mempersilahkan agra dan revan.


Datuk adnan mengernyitkan dahi nya,memperhatikan siapa tamu yang farhan bawa masuk di pagi hari begini.


"Bang maaf,tapi apa boleh saya bertemu ayah syafira dan syafira?"tanya agra.


"Boleh,tetapi apakah abang boleh tau,apa yang ingin agra sampaikan?"


"nanti abang juga akan tau,karna saya harus segera melakukan ini,nyawa syafira dalam bahaya"ucap agra lagi.


"eh,loh,kenapa ini bawa bawa nyawa putri saya"ucap datuk adnan yang baru saja datang dari arah kamar syafira ke ruang tamu.


"begini pak,dikarenakan bapak sudah disini,saya ingin menyampaikan lamaran saya kepada syafira putri bungsu bapak"ucap agra lugas


adnan dan farhan saling memandang,mereka tidak mengerti keadaan apa ini?kenapa pemuda di depan mereka ini tiba tiba ingin melamar?dan apa maksudnya nyawa syafira dalam bahaya.


Dalam kebimbangan itu


"syafira mau ayah"ucap fira yang berjalan di gandeng sang kakak ke ruang tamu.


adnan,farhan dan aisyah sama sama terkejut,mereka benar benar di buat bingung dengan semua ini.


"Saya tau,mungkin disini semua merasa bingung dan aneh,jadi izinkan saya menjelaskan semuanya"ucap revan tiba tiba.


mata ke tiga orang itu kini tertuju pada revan,revan menjelaskan sedetail nya kejadian sebelum nya dan kejadian semalam yang menimpa syafira,siapa dalang nya dan bagaimana david itu sebenarnya.


Mendengar itu datuk adnan bagai di sambar petir amarah,tangan nya mengepal,muka memancarkan aura kemarahan yang amat sangat.


ia tidak menyangka putra sahabat nya itu dengan sadar melakukan semuanya kepada putrinya.


"Maafkan ayah fira,sebab sudah paksakan fira,kini jika memang fira setuju menerima lamaran pemuda ini,ayah pun dengan senang hati menerimanya"ucap adnan kemudian.


"fira setuju,tapi dengan satu syarat"ucap fira kemudian.

__ADS_1


__ADS_2