
Bruakk....
zio dengan sengaja mendorong tubuh tia kekursi mobil itu dengan posisi terlentang dan menindihnya.
''berhenti sekarang bim!keluar!!''titahnya pada bimo.
bimo dengan sangat patuh pun menghentikan mobil itu dan keluar menjauhi mereka.
''sekarang waktunya kamu bertanggung jawab!!''dinginnya lalu ******* bibir tia kasar.
''brengs*k......lepas!!!''teriak tia meronta ronta.
''hiks.....hiks....sakit.....lepas''tangis tia pecah karna zio yang semakin tak terkendali.
zio tak menghiraukan ucapan tia itu,sekarang yang ada dipikirannya hanyalah bisa memiliki gadis ini seutuhnya.
FLASHBACK~
tin...tin....
''anda punya mata nonna?!''
~
'gadis yang menarik!mata yang penuh luka dan wajah bodohnya yang terlihat sangat sempurna'gumam zio dari dalam mobil memperhatikan perdebatan tia dan bimo.
'salahkan dirimu karna membuatku jatuh cinta padamu!'gumamnya.
~
''bawa gadis itu masuk bim!!''putusnya final.
FLASH ON~
sekitar satu jam mereka melakukan kegiatan itu,akhirnya zio mencapai pelepasannya,dia menjatuhkan tubuhnya diatas badan tia yang sudah tertidur ditengah tengah permainan yang sangat melelahkan itu.
''tumbuh yang baik diperut mama sayang''ucapnya mengelus perut rata tia.
''kamu milikku!''bisiknya ditelingga tia.
~
__ADS_1
''dasar bos gila!tahu gini tadi langsung aja tabrak gak usah pakai rem''kesal bimo yang sudah satu jam lebih menunggu dibawah pohon jauh dari mobil itu.
ting....
satu pesan masuk yang sudah dapat bimo pastikan itu dari bos gilanya.
-kembali sekarang!
isi pesan yang sangat jelas membuat bimo emosi,dengan langkah penuh amarahnya dia menendang apa saja yang ada didepannya.
''maaf menunggu lama tuan''ucapnya setelah masuk kedalam mobil dan melihat zio sedang memeluk tia yang tertutupi selimut tebal diseluruh badannya.
''jalan sekarang!''jawabnya datar.
''cari semua data yang dimilikki gadis ini bim,saya mau dua jam lagi berkas itu,ada dimeja saya!jangan sampai ada satu hal pun yang terlewatkan tentang dia''titahnya sambil terus mengelus kepala tia lebut.
''baik tuan,ada yang anda butuhkan lagi?''tanyanya sopan.
''siapkan semua keperluan wanita dikamar saya,saya mau besok,semua barang itu tersusun rapi dikamar saya,setelah sampai nanti kamu pergi cari satu set pakaian wanita untuk dia,satu lagi!ketatkan penjagaan dimasion saya yakin setelah ini dia akan lebih sering kabur dan memberontak''ucapnya terus memandang wajah tertelap tia.
''baik tuan''
'terima nasib anda nonna!salah anda,karna membuat tuan saya tertarik dengan anda'ucap bimo dalam hati lalu melirik wajah tia dari kaca spion mobil itu.
''maaf tuan,saya tidak akan mengulanginya lagi''ucapnya merasa bersalah.
zio tak menjawab dan memilih menenggelamkan wajah tia kedalan dadanya,dan menaikkan selimut yang tia pakai sampai menutupi kepalanya,tentu saja dengan memberikan ruang untuk tia bernafas.
~
sesampainya mereka di masion tengah hutan yang zio punya,bimo langsung turun membukakan pintu untuk bosnya,didepan pintu masuk sudah ada banyak pelayan yang menyambut kehadiran mereka,hampir 90% pelayan dirumah itu adalah laki laki,hanya ada 3-6 pelayan perempuan disana.
''tutup mata kalian semua!''titahnya sebelum mengangkat tia kedalam gendongannya
semua pelayan yang ada disana pun menuruti perintah zio dengan kebinggungan dikepalanya masing masing.
sesampainya zio dikamar yang bernuasa hitam abu abu itu dia merebahkan tubuh tia diatas ranjangnya dengan sangat pelan.
''tidur yang nyenyak sayang''ucapnya lalu mengecup dahi tia,dan menarik selimut tebal itu untuk menghangatkan tubuh tia yang masih polos karna bajunya habis tak berbentuk ditangan zio.
zio yang merasa tubuhnya lengket karna ketingat pun memutuskan untuk membersihkan diri sebentar.
__ADS_1
lima belas menit zio berada dikamar mandi,suara ketukan pintu dari luar membuat dia harus mengakhiri acara mandinya,sebelum tia terbangun dari tidurnya karna suara itu,dengan handuk yang menutupi area bawahnya dia keluar membuka pintu dan mendapati bimo yang berdiri dengan membawa satu paper bag besar ditangannya.
''maaf tuan mengganggu,ini baju yang anda pesan''ucapnya lalu memberikan paper bag itu dengan sopan.
tanpa menjawab zio pun langsung menerima dan menutup pintu kamar itu,bimo yang sudah terbiasa dengan sikap tuannya pun tak ambil pusing dan memilih pergi.
setelah memakaikan baju untuk tia,zio keluar dari dalam kamar dengan pakaian santainya dan berjalan menuju ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa berkas yang tak sempat dia selesaiakan karna kejadian hari ini.
~
'emmm....dimana ini?'gumam tia yang baru saja bangun dari tidurnya.
ckleekk...
pintu kamar itu terbuka dan terlihatlah seorang pria tampan yang masuk kedalam situ dengan nampan berisi makanan ditangannya,tia yang baru ingat kejadian tadi setelah melihat wajah zio pun langsung terdiam dan ketakutan.
''udah bangun?''tanyanya lalu meletakkan nampan itu dimeja samping tempat tidur itu.
''kenapa diam?mendadak jadi bisu!!''tanyanya lalu mencengkeram wajah tia pelan.
'ayah tolong,tia takut'batinya ketakutan tanpa berani membuka matanya yang ditatap tajam oleh zio.
''buka mata kamu!atau saya keluarkan kedua bola mata itu!!''ancamnya dan berhasil membuat tia membuka matanya dengan berkaca kaca.
''kenapa?mau nangis?!dasar cengeng!!''ucapnya lalu melepaskan cengkeramannya lalu mengambil nampan dimeja tadi dan memberikannya pada tia.
''makan!!setelah ini saya antar kamu pulang''ucapnya datar.
tia yang ketakutan pun memakan makanan itu sambil terus menahan tangisnya,pikirannya sekarang dipenuhi dengan wajah kecewa ayahnya ketika melihat dirinya yang tak bisa menjaga kehormatannya.
setelah makanan tia habis zio tanpa satu kalimat pun beranjak dari ranjang itu,tia yang merasa dibohongi pun menundukan kepalanya dan mencoba menerima nasibnya.
''kenapa masih diam disana?ikut saya,saya antar kamu pulang''ucap zio membalikkan badannya dan melihat wajah murung tia.
''tuan serius?''jawabnya lalu beranjak dari ranjang dan berlari menghampiri zio dengan menahan sakit dibagian bawahnya.
''dasar bodoh!kalau sampai kamu jatuh,saya akan kurung kamu disini selamanya!''ucapnya lalu mengendong tia seperti koala.
''tu....tuan saya bisa jalan sendiri''ucapnya takut,dia merasa tak nyaman berada digendongan zio.
zio tak menjawab ucapan tia itu dia terus berjalan menuruni tangga untuk mencari keberadaan bimo untuk mengantar mereka menuju kediaman keluarga adhitama.
__ADS_1
'pemainan baru saja dimulai sayang!'