CINTA TANPA KOMITMEN

CINTA TANPA KOMITMEN
Remember When We First Met?--2


__ADS_3

Today weather keep's.



Calling for you



It makes me miss you. (Red Velvet - Hear The Sea)



BAB DUA



23 Desember 2016.



“Ah udahlah!! Adek nggak mau sms abang lagi,' kata gue, kesal. Kita berdua nggak pernah berhenti berdebat sejak gue tau kalau dia sebenarnya laki-laki, disamping itu, opini kita juga selalu bertentangan satu sama lain.



“Yaudah siapa juga yang mau chattan sama elu.' balas dia.



“Yaudah,' balas gue. Kok gue balas sms dia, sih? Capek juga pakai kata 'dia' melulu. Kenapa gue nggak menyempatkan diri buat menanyakan nama asli dia, ya? Telat, deh!




By the way, dua hari ini gue belum menengok akun sosial media gue karena sibuk balas-membalas sms sama dia. Ehehehe. Ketahuan, deh, kalau alasan gue memakai sosial media hanya untuk mencari tau info Bias* dan Aviva.



“Eh Dek, ulang tahun V tanggal 30 ya ?' gue menyunggingkan senyum ketika membaca pesan dari kontak dengan username Aviva tersebut. Belum ada dua jam dari sms yang terakhir.



“Bukannya 31??' balas gue.



“Eh masa sih tanggal 31 ? Bukannya 30 ?' 32 kayaknya.



Geezzz.



“Lah bukannya 31? Bentar deh dicek,'



“Iya sono coba dicek.'



“Tanggal 30 hehe,' balas gue setelah mengecek biografi Kim Taehyung, BTS.



“Yeee dibilangin. Fans macam apa sih lupa sama tanggal ultah idolnya sendiri.' sindir dia.

__ADS_1



“Biarin ya, yang penting Adek inget tanggal lahir Suga,' cibir gue.



“BETEWE YEEE SI ABANG SENGAJA BANGET NYARI TOPIK SOAL TAEHYUNG. BILANG AJA MAU SMSAN SAMA ADEK! IYA KAN? HAHAHA KETAHUAN,' ledek gue.



Cewek selalu menang. Hehe. Bagus kan. Sebelumnya juga gue lagi mencari topik buat sms dia. Hehe.



“Dihh apaan kagak yee.'



“Bohong yee.. Ketahuan lu Abangg…' gue sama dia lanjut berdebat tanpa henti sampai tengah malam.


Indonesia Lawyers Club dalam genggaman.



26 Desember 2018.



Gue sama dia masih tetap saling kirim sms sampai sekarang. Bedanya, kuantitas riwayat chatt kita nggak sebanyak dahulu. Kenapa? Karena dia balasnya lama.




“Maaf dek baru bales. Abang baru pulang futsal.' sumpah nggak nanya. Tetapi belakangan ini gue baca quote, someone who says 'sorry late respon' is the best person ever, begitulah bunyinya, kakinya bertanduk, hewan apa namanya?




“Lah sekarang jadi pembantu lu dek?' ledek dia. Umpatan gue sedang mengalir naik ke tenggorokan, bentar-bentar,



Umpatan itu dari hati atau otak, sih?



“Iya, pembantu Bunda Adek,' balas gue polos.



-------------------


*Bias=Idol yang diidolakan/disukai oleh fansnya.


-------------------



“Yaudah sana lanjutin cuci piringnya, abang mau mandi.' saat itu juga hidung gue bisa mencium bau jersey dia yang lepek karena keringat.



///


__ADS_1


Malamnya gue memutuskan untuk menyatakan perasaan gue. Butuh perdebatan panjang buat sampai pada keputusan itu. Sungguh berani diri gue yang dulu!



“Aku suka kamu.' gue menghapus kembali apa yang baru aja gue ketik.



“Adek suka abang.' kata-katanya udah pas belum, ya? Gue menatap langit-langit seakan jawabannya ada disana.



“Aku suka abang.' gue kembali menghapus kata-kata itu. Kenapa tahu-tahu gue pakai kata 'aku' alih-alih 'adek'? Hufff ribet.



Nggak apa-apa, deh!



Gue hendak memijit opsi kirim saat pesan dia masuk ke ponsel gue.



“Dekk gimana nih. Bantuin abang dong. Ada dua cewe yang nembak abang. Yang satu abang udah kenal lama, yang satunya lagi abang baru kenal dan udah deket tapi dia manja banget. Abang harus pilih yang manaaa.' perawan atau janda, sambung gue.



Gue tersenyum pahit dan menghapus kembali kata-kata yang sudah gue rangkai. Pilih gue aja ya? Jangan lupa, nomor urut sepuluh.



“Jangan dijawab, kan mereka nyatain perasaan. Bukan nanya.' balas gue. Gue taruhan dengan diri gue sendiri, kalau dia bisa menyadari aura dingin yang tersirat di dalam kata-kata gue, gue akan mengutarakan perasaan gue kepadanya.



“Yah mereka nanya juga deekk. Bantuin abanggg.'



“Yah kan ini tentang abang, adek mana tau.'



“Yaudahlah biarin aja. Di diemin aja.' suasana hati dan kepercayaan diri gue mulai membaik.



“Lah kasihan mereka, Bang,'



“Ya abis abang bingung. Abang gak bisa milih diantara mereka, kalo abang pilih si nina, nanti temen abang riri ngejauhin abang. Kalo abang pilih riri, nanti nina nangis.' gimana kalau pilih gue aja? Hehe. Beruntung gue blum terlanjur menyatakan perasaan gue.



“Oh Nina itu yang baru kenal?' nalar gue berkata demikian.



“Iya, nina yang baru kenal.'




Enak nggak enak, ya, mengetahui nama dari seseorang yang menyukai seseorang yang kita sukai.

__ADS_1



__ADS_2