
I found someone. I'd like to make good food for. I'm not very good at cooking, but i'll learn.
I found someone. I'd like to wake in the morning. I like to sleep well, but, won't mind getting up early.
(Lovelyz - Ah Choo)
BAB SEMBILAN
Satu Minggu dari sekarang adalah hari ulang tahun Anji, 11 Maret, dan dua hari sebelum itu adalah hari ulang tahun Suga, BTS. Manda sedang gencar-gencarnya melatih kemampuan menggambarnya demi menepati kado yang telah ia janjikan kepada Anji. Manda bilang, ia akan menggambat potret wajah Anji sebagai kado ulang tahunnya.
Awalnya ia hanya ingin menjaili Anji dan berencana akan menggambar lingkaran, dengan garis-garis kurus untuk tangan; kaki; dan perut serta sedikit tambahan alis yang tebal, lubang hidung yang besar, dan rambut yang sesuai dengan gaya rambut Anji supaya gambar tersebut lebih spesifik. Tidak lupa Manda menambahkan gambar bola--karena Anji merupakan Kapten Futsal-- untuk menunjukkan sisi khasnya dan mencondongkan gambar tersebut kepada perangai Anji. Sayang, respon Anji yang excited berhasil membuat Manda merasa 'terpojok' sehingga ia terpaksa menekuni bidang itu siang dan malam untuk menepati janjinya.
Manda sedang menggambar potret wajah Anji untuk kelima belas kalinya namun gambar tersebut masih jauh dari kata 'mirip'. Jangan bertanya, bagaimana dengan gambar Manda yang sebelum-sebelumnya, sudah tentu lebih buruk dari yang ketujuh belas ini.
“Ishhh kok susah banget, sih! Padahal biasanya gampang.' batin Manda membanting pensilnya ke depan.
“Ini mah emang dianya aja kali lah yang jelek. Makanya sebagus apapun hasil gambarnya, pasti bakalan tetep jelek,' batin Manda sambil memandangi potret wajah Anji di ponselnya. Ia memandangi wajah Anji yang tersenyum dengan air muka malas.
“Ah, eotteohkee*? Besok kamu ulang tahun, sementara aku blum bisa juga gambarnya. Kalo aku gambar orang kurus kayak lidi yang lagi main bola trus bilang itu kamu nanti kamu marah. Ribet lagi, deh,' katanya.
Manda mengambil pensil yang beberapa saat lalu ia banting dan mulai menggambar diatas kertas kosong, memulai gambar kedelapan belasnya.
Saat itu pukul setengah tiga pagi, suasana sunyi dari dalam rumah dan sesekali ada jangkrik yang seakan menyoraki betapa jeleknya gambaran Manda. Manda mendengarkan lagu Hello - dari Sunmi.
Hello Hello Hello.
Manda terus menghitung berapa kali kata 'Hello' dilantunkan pada setiap chorusnya, takut-takut lebih atau kurang dari yang 'seharusnya'. Manda membayangkan, Mungkin ia akan melompat berdiri dan buru-buru tidur di samping Sabna jika hal itu terjadi, atau ia tetap melanjutkan aktifitasnya seakan hal itu tidak terjadi. Sedetik kemudian tubuh Manda bergetar,
__ADS_1
“Nggak, nggak, nggak, apaan, sih. Nggak bakal kali. Ayo Manda, emang sejak kapan hantu dateng ke hidup kamu? Nggak, nggak! Hantu itu nggak ada.' batinnya.
Manda ketiduran dengan kepala diatas meja pada pukul empat pagi, mulutnya mengeluarkan air liur. Cairan tersebut terjun melalu pipi lembut Manda dan mendarat diatas gambar kedelapan belas Manda, gambar itu sudah setengah jadi dan tetap terlihat tidak mirip dengan Anji. Mungkin ini gambar terakhir Manda.
///
“Moa?' Manda mengirim pesan kepada Anji via Whatsupp.
“Iya sayang ?' jawab Anji.
“Kayaknyaa Jiman nggak bisa nyelesain gambarnya tepat waktu dehh. TT Maaf,' Hari ini satu hari sebelum deadline yang Manda janjikan.
“Yaudah nggak apa-apa, Moa nggak maksa kok.'
“Jiman udah begadang buat nyelesain gambar itu tapi tetep blum selesai dan blum mirip juga. Jadi Jiman nggak mau ngasih liat ke Moa,'
“Ehh nggak apa-apa kok. Jiman juga yang udah janji kan. Jiman pasti nyelesain gambarnya kok, tapi mungkin nggak bakal tepat waktu.'
“Yaudah tapi jangan maksain kayak gitu lagi ya. Jangan begadang cuman buat gambar itu.'
“Iya nggak maksain kok. Maaf ya, Moa.'
“Nggak apa-apa.'
Kasihan Anji, dia terlena dengan perjuangan Manda sehingga lupa akan bagaimana perangai Manda. Jangankan begadang, sampai akhir tahun pun Manda tidak akan pernah menyentuh pensil untuk menggambar potret wajah Anji. Dan berakhir pada gambar Anji yang belum tuntas bahkan setelah lewat satu tahun.
__ADS_1
///
Esoknya,
Sebelas Maret tahun 2017 itu adalah tanggal merah, Manda tidak begadang demi menjadi orang yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anji, ia mempunyai rencana tersendiri. Keduanya tetap berkomunikasi seperti biasanya, seakan-akan tidak mengindahkan ulang tahun Anji.
Benar, Manda ingin menjadi satu-satunya orang yang paling terakhir mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anji, jadi tidak akan ada seorang pun yang bisa mendahuluinya karena ia paling terakhir, begitu pikir Manda. Ia mengirimkan kata-kata yang sudah ia rangkai pada pukul 23.59 tanggal sebelas. Mata Manda terbelalak saat melihat taskbar Ponselnya.
Sinyal Tree yang tiba-tiba menghilang membuat pesan Manda harus menunggu untuk dikirim.
“Ayolah Tree, jangan rusuh di momentum bagus kayak gini, deh.. Pliss, jangan gangguin kali iniiiii aja. Kesempatan nggak dateng dua kali, ihh.' batin Manda, panik. Ia terus melihat jam dan sinyal di ponselnya yang tampilannya saling berdekatan. Manda berpikir, jangan-jangan keduanya bersekongkol untuk menggagalkan upaya Manda kali ini.
00.00
Manda membenturkan kepalanya pada kusen jendela,
“Tree sialan.' batinnya. Ia masih menunggu sinyal kartu miliknya kembali sambil terus membenturkan kepala pada kusen pintu. Pesannya baru berhasil terkirim pada pukul 00.04 tanggal dua belas Maret. Manda meringis sekaligus mengumpati dirinya karena hal itu. Memangnya siapa yang punya gagasan sebodoh ini, katanya pada dirinya sendiri.
“Huwaaaa Moaaa mianhaeee*.. Tadinya Jiman mau jadi yang ngucapin paling terakhir tapi malah sinyalnya jelek pas ngirim pesan. Jadi pending* dulu pesannya. Telat kan ahh! Udah tanggal dua belas lagi. Huwaaa Jiman nggak ngucapin pas tanggal 11. Sinyal tree sialan!' kata Manda kepada Anji.
Manda terus meringis beberapa saat kemudian, sampai ia menemukan pelampiasannya. Ia memelototi Ponselnya--salah, taskbar Ponselnya.
“Awas ya sinyal sama jam!! Tunggu pembalasankuu!! Liat aja!!' ancam Manda.
--------------------------------------
*Eotteohke = gimana dong dalam bahasa Korea.
__ADS_1
*Mianhae = Maaf (informal) dalam bahasa Korea.
*Pending = tertunda.