Cintai Aku Walau Hanya Sesaat

Cintai Aku Walau Hanya Sesaat
14


__ADS_3

Vania yang sedang berjalan pun seketika terhenti karena kaget guci itu jatuh tepat di depannya Vania diam mematung sambil melihat guci mewah tersebut,tak lama terdengar suara nyaring yang menyadarkan Vania


"apa yang kau lakukan gadis sialan" ucap kenzi berteriak karena kenzi yang melihat guci mahalnya jatuh ia mengira vanialah pelakunya karena ia akan keluar mansion hendak pergi namun ia mendapati sebuah kejadian yang menyebabkan guci mahalnya pecah


"bu-bukan saya tuan yang me-" belum juga Vania menyelesaikan ucapannya kenzi sudah memotongnya


"jika bukan kau yang melakukannya lalu sia hantu,sedang tinggal kau yang berada di sekitaran sini" ucap kenzi marah


Vania yang mendengar apa yang di katakan kenzi hanya bisa diam dan tertunduk tak berani menatap kenzi atau pun sekedar berkata kata,kenzi yang melihat diam ia malah menyeret Vania masuk ke dalam toilet yang tak jauh dari ruang makan tersebut,Vania yang di tarik oleh kenzi hanya bisa pasrah saja


"kau harus di hukum gadis sialan" kata kenzi sambil membawa Vania masuk kedalam toilet tersebut dan menyalakan shower lalu menyiram Tania dengan air dingin,


Vania yang mendapatkan perlakuan tersebut dengan tiba tiba hanya bisa menanggis dan berteriak meminta tolong namu kenzi terus menyiram Tania dengan air dingin dan tak menghiraukan Vania yang sudah menanggis

__ADS_1


"rasakan ini gadis kecil,meanggislah terus dan berteriaklah meminta tolong karena tak akan yang bisa menolongmu" kata kenzi dengan tatapan tajam


"hikkzz...hikkzzz...hikkzzz...,ampun tuan sungguh bukan saya yang melakukannya,tolong hentikan saya sudah tidak sanggup tuan dingin" ucap Vania sambil menanggis sesegukan


" ampun kata mu ha ha ha ini belum seberapa gadis kecil,karena siksaan yang sebernya sedang menanti dirimu ha ha ha" ucap kenzi sambil tertawa jahat


setelah ia lihat Vania sudah menggigil barulah kenzi menghentikan aksinya tersebut ia langsung pergi begitu saja tanpa berniat menolong atau melihat Vania,


"hikkzz...hikkkzz...hikkzz...ibu tolong Vania Bu kenapa harus Vania yang merasakan semua ini Bu" ucapa Vania sambil menanggis


"mari saya bantu nona ini handuknya" ucap bibi Marni sambil memakaikan handuk pada Vania


Vania hanya diam sambil menanggis saja ia sudah tak sanggup berkata kata lagi karena tubuhnya sudah mengiggil karena kedinginan akibat ulah kenzi,bibi Marni membantu Vania berjalan menuju kamar yang Vania tempati,setelah sampai di dalam kamar Vania bibi menyuruh Vania untuk mengganti pakaian Vania yang basah

__ADS_1


"nona gantilah baju mu bibi akan ke dapur dulu membuat teh hangat untukmu" ucap bibi Marni pada Vania


"terima kasih banyak bibi sudah mau menolong saya" seraya tersenyum pada bibi Marni


bibi Marni yang mendengar hanya menganggukkan kepalanya lalu keluar menuju dapur untuk membuat teh hangat


" ya Allah menggapa semua terjadi pada apa salah hamba ya Allah" ucap Vania sambil berganti pakaian


Tak lama pintu kamar Vania terbuka dan munculah bibi sambil membawa nampan yang berisi teh hangat untuk Vania dan bibi memberika kepada Vania


"ini nona minum dulu untuk menghangatkan tubuh anda" ucap bibi Marni sambil meletakkan nampan di atas meja samping ranjang Vania


" terima kasih banyak bibi dan bibi tidak usah memanggil saya dengan sebutan nona lagi yah panggil saja Vania bi" ucap Vania tulus

__ADS_1


" sama sama neng Vania kalau begitu bibi keluar dulu neng Vania jangan lupa minum tehnya dan segera beristirahat yah" ucap bibi Marni sambil berjalan keluar


__ADS_2