Cintai Aku Walau Hanya Sesaat

Cintai Aku Walau Hanya Sesaat
09


__ADS_3

"apakah kau ingin menjelaskan sesuatu padaku tentang kejadian tempo hari?" tanya kenzi dengan tatapan mematikan


Vania Dian membisu ia bingung mau menjelaskan bagaimana sedangkan ia hanya berniat menolong saja namun takdir berkata lain ia di tuduh sebagai pembunuh dengan taku taku Vania menjawab


"sa saya sudah berkata jujur tuan dan saya berani bersumpah buk-" perkataan Vania terhenti


BRAKKK


Kenzi mengebrak meja yang berada didepan dengan amarah yang besar sambil melihat Vania sambil berjalan menuju tempat Vania berdiri saat ini,Vania hanya diam menunduk tak berani berkata atau melihat kenzi yang sedang berjalan ke arahnya,kenzi berdiri tepat di hadapan Vania dana ia mencengkeram dagu Vania hingga wanita itu kaget dan hendak berteriak namun mulutnya tak bisa terbuka


"jika bukan kau yang mebunuh lalu siapa sedangkan hanya kau yang berada saat itu dan tempat itu sedang sepi"desisi kenzi melihat wajah Vania yang sudah di banjiri oleh air mata


"hikkzzz....hikkzzzz....hikkzzz sakit tuan tolong lepaskan tangan anda," ucap Vania sambil menanggis menahan sakit di kedua pipinya yang di cengkeram oleh kenzi dengan kuat

__ADS_1


ha ha ha ha kenzi tertawa mendengar ucapan Vania


"lepaskan katamu ini belum seberapa karena aku masih ingin bermain main denganmu sebelum aku menyerahkan mu ke polisi" kata kenzi dengan sinis


Vania menutup matanya mendengar yang di katakan oleh kenzi menggapa harus ia yang mengalami semua itu andaikan ia tak keluar hari itu juga mungkin ia masih berada di panti sekarang berasama teman temannya namun nasib siapa yang taw ia hanya bisa menanggis dan menerima takdir.


"saya mohon tuan saya sudah berkata dengan jujur bukan saya pelakunya saya berani bersumpa ha-" ucap Vania terpotong karena kenzi sudah melepaskan cengkeramannya dengan kuat hingga Vania terjatuh dan nyaris membentur tembok


Aaaaahhhhh,Vania berteriak karena kaget dengan apa yang di lakukan oleh kenzi padanya,kenzi berjalan ke belakang dan dan mengambil sesuatu yang sudah ia persiapkan sebelumnya,lalu berbalik dan berjalan ke arah Vania sambil melemparkan kertas tersebut


"baca baik baik dan pelajari lalu tanda tangani sekarang juga saya tidak menerima penolakan sekarang juga"desis kenzi pada Vania


Vania yang melihat surat tersebut tepat di depan kakinya menggambil dan membuka surat tersebut ia membaca dengan teliti ia bertanya tanya menggapa tuan kenzi memberinya pilihan seperti itu,bagaimana dengan panti asuhan hingga sekarang ia belum memberi kabar pada Bu Irma namun tak ada pilihan lain selain menandatangi isi surat perjanjian tersebut,

__ADS_1


"cepat lah kau tanda tangani karena aku tak punya banyak waktu hanya untuk melihatmu" ucap kenzi marah


Lalu dengan terburu buru Vania langsung menandatanganinya tanpa melihat isi surat perjanjian yang berikutnya karena ia tak sempat melihat karena kenzi sudah menyuruhnya tanda tangan,setelah tanda tangan lalu ia langsung memberinya pada kenzi


"ini tuan saya sudah tanda tangan suratnya,namun apakah saya boleh bertanya?" ucap Vania tak berani menatap kenzi karena taku


"saya sedang tak menyurhmu bertanya" ucapa kenzi dingin


Vania langsung terdiam dan tak berkata kata lagi ia hanya memilih ujung jilbab yang ia kenakan


"kau boleh keluar ingat sekarang kau sudah menjadi pelayan ku jadi kerjakan tugasmu dengan baik,sekarang kau keluar dan kerjakan tugasmu dengan baik kalau tidak kau akan taw akibatnya"desis kenzi sambil menunjuk jidat Vania


Lalu Vania keluar dari ruangan kenzi sambil menanggis karena menahan sakit hatinya

__ADS_1


__ADS_2