
sedangkan di tempat lain yaitu di panti asuhan ibu Irma pemilik panti sedang geling dan juga cemas menunggu kepulangan Vania yang sejak pagi keluar panti hingga sekarang tak kunjung pulang ia mondar mandir berdiri di depan panti
"Bu ibu kenapa kok kelihatan cemas begtu ada apa Bu?"tanya Bella anak kecil yang berusia sekitar tujuh tahun
"ini ibu sedang menunggu kakak kamu Vania kok sampai sekarang belum pulang yah padal kan sebentar lagi sudah mau magrib"kata ibu Irma cemas
"emang kak Vania ke mana Bu? Kok tumben kak Vania keluar biasanya dia akan menggambar"tanya Bella
"Vania keluar katanya ingin mencari pekerjaan paruh waktu ia ingin membantu ekonomi di panti ini padahal ibu sudah melarangnya tapi dia tak mau mendengarkan perkataan ibu"dengan wajah sedih
"kasihan kak Vania yah Bu"Bella ikut sedih
"ya Allah lindungilah anak hamba Vania di mana pun ia berada ya Allah hamba tak ingin terjadi sesuatu dengannya"doa Bu Irma
di markas Vania masih terus menanggis
"JACK"teriak kenzi
asisten Jack yang sudah paham memberikan cambuk kepada tuannya
__ADS_1
"ini tuan"kata Jack
"to to tolong tuan jangan cambuk saya,apa salah saya hingga tuan mau menyiksa saya padahal saya sudah berkata jujur,to to tolong lepaskan saya tuan hikzz...hikzzz...hikzz"pinta Vania pada kenz
Namun kenzi menuliskan pendengarannya ia melangkah terus hingga sampai lah ia di depan Vania
"melepaskan mu ha ha ha dengan gampangnya kau meminta aku melepaskan sedang kan kau sudah membunuh kekasihku"teriak Jack seperti orang kesetanan dan dia mulai mencambuk Vania
Ctarrrr
Ctarrr
"AAAHHHH sakit tuan ampuni saya tuan tolong ampuni saya tuan demi Allah bukan aku yang membunuhnya"dengan napas yang sudah tersengal sengal
tapi kenzi tak mendengarkan teriakan Vania hingga ia mencambuk Vania hingga 3*
Ctarrr
Ctarr
__ADS_1
Ctarr
" Ahhhhhh ya Allah tolong hambah mu ini hambah sudah tak kuat ya Allah menggapa ini semua terjadi pada hamba,ibu tolong Vania Bu tolong Vania Bu,"batin Vania
lalu kenzi menghentikan cambukannya dan berjongkok di hadapan Vani sambil mencegkeram dagu Vania hingga ia bisa melihat air mata Vania yang mengalir deras
"ini belum seberapa gadis pembunuh karena aku masih akan menyiksamu,sebenarnya aku ingin membawamu ke kantor polisi namu setelah aku memikirkannya aku tak ingin kau di penjara aku ingin menyiksamu dahulu baru aku akan membawamu ke kantor polisi"kata kenzi dengan dingin dan sinis
"tu tuan kalau begitu menggapa kau tak membunuhku saja sekalian agar anda puas"kata Vania
Ha hahahahahaha kenzi tertawa mendengarkan apa yang di katan Vania
"membunuhmu kamu bilang tidak aku tak ingin langsung membunuhmu aku ingin menyiksamu terlebih dahulu ha ha ha ha"tawa kenzi
Asisten Jack hanya melihat apa yang di lakukan oleh tuannya ia sebenarnya merasa kasihan namun ia tak bisa berbuat apa apa,tak lama terdengar dering ponsel yang berada di saku Jack lalu ia segera menggambil dan melihat siapa yang menelvon terlihat nama yang tertera nama tuan besar dengan segera ia menggakatnya
"ya halo tuan besar ada apa tuan menghubungiku"kata Jack pada penelvon lalu terdengar lagi suara dari sebrang telvon
"kau berada di mana Jack,apa kenzi sedang berada bersamamu sekarang karena sejak tadi aku telpon ia tak menggangkatnya aku takut terjadi sesuatu padanya"kata penelpon tersebut yang ternyata adalah Daddy dari kenzi tuannya sendiri
__ADS_1
"tuan tenang saja tuan muda sedang bersama saya saat ini kami sedang berada di kantor karena ada sedikit pekerjaan yang tertunda tadi"kata Jack