
part 21 - diary 8 ,
assalamu'alaikum ,,,
tak terasa beberapa bulan berlalu begitu cepat ,,, hari ini usia kehamilan silvi sudah genap 7 bulan ,,, karna frans sudah tak begitu sabar ingin melihat anaknya laki laki atau perempuan ,,,, sehingga saat rutinitas pemeriksaan kandungan silvi frans meminta USG untuk melihat perkembangan dan jenis kelamin sang bayi ,,, saat tiba di USG frans begitu bahagia ,,, karna selain bayi tumbuh sehat dan berkembang dengan baik serta posisi bayi yang juga sudah pada tempatnya ,,, membuat frans yang tadinya resah menjadi lega ,,, apalagi setelah dokter memberitahu frans dan silvi kemungkinan anaknya perempuan ,,, hal itu membuat frans senang karna baginya anak laki laki atau perempuan sama saja ,,,ditengah kesibukannya membagi urusan kerja dan rumah tangganya disela waktu istirahat ia selalu membaca artikel perihal bumil , kehamilan dan kendala yang mungkin bisa terjadi ,,, sehingga membuat frans menjadi lebih sigap ,,, karna ini merupakan pengalaman pertamanya akan menjadi papa siaga ,,, namun berbeda halnya dengan kedua orang tua frans ,,, saat mereka mengetahui cucu mereka adalah perempuan ,,, hal itu membuat mereka murka ,,, mereka tak trima dengan semua itu ,,, dan dengan teganya ,,,, orangtua frans meminta frans untuk :
1.. menggugurkan kandungan silvi
2.. atau menceraikan silvi dan menikah dengan wanita pilihan orang tua frans ,,,
__ADS_1
jika tidak mau menerima salah satu pilihan orang tua frans ,,, maka frans akan :
1.. dicoret dari daftar hak waris keluarganya ,,,,
2.. juga akan dibacklist dari dunia bisnis di seluruh dunia sehingga hal itu berdampak buruk padanya karna tak bisa melamar kerja dimanapun ,,,
3.. semua asset yang dimiliki akan di bekukan dan ditarik sehingga frans tidak memiliki apapun untuk berusaha bangkit ,,,
tidak ada yang bisa dilakukan frans selain ia menerima semua tuntutan orang tuanya ,,,
__ADS_1
karna berbagai upaya sudah ditempuh frans dan hanya jalan buntu yang ia temukan ,,,
hal itu membuat silvi kecewa karna frans tak bisa memenuhi janjinya dan menerima semua begitu saja dengan mudahnya ,,,
silvi merasa jika semua seolah tak perduli padanya ,,, bahkan orang tua silvi juga tidak mau tau karna mereka sudah memberi silvi pilihan sebelumnya ,,,
bahkan disaat frans pergi meninggalkanya dan lebih memilih menikah dengan wanita pilihan orang tua frans ,,,
orang tua frans dengan terang terangan datang dan memberi peringatan pada ku ,,, bukankah sudah pernah papa katakan sebelumnya padamu ,,, tidak muda menjadi keluarga cailendra ,,, ada harga yang harus kamu bayar jika sudah berurusan dengan anak semata wayanku ,,, jadi jangan menyesal dan berkata papa seorang yang jahat ,,, karna papa hanya ingin mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak dulu ,,, ini kunci rumah dan alamat rumah baru mu ,,, kamu beruntung karna anakku begitu mencintaimu sehingga ia tak tega membiarkan hidup tak jelas ,,, dan ini ada cek senilai uang 1 milyar dari ku jika kamu bersedia menggugurkan kandunganmu ,,,, itu akan lebih baik untuk hidupmu kedepan tanpanya ,,, dan kamu bisa menata hidupmu kembali menjadi janda tanpa beban anak ,,, jika kau mengambil cek ini aku anggap kau bersedia menggugurkan kandunganmu dan menganggap hubunganmu dan frans berakhir sampai disini ,,, ini surat cerai dari frans untukmu ,,,
__ADS_1
aku yang sedang dalam posisi tak berdaya yang teramat ,,, sedih rapuh pilu dan merasa mati adalah jalan terbaik ,,, namun tendangan bayi dalam kandunganku membangunkanku dari lamunan sedihku ,,, seolah ia mengatakan jika ia tidak sendirian di dunia ini masih ada dirinya dalam hidupku ,,, aku pun bangkit pergi membawa semua kunci rumah dan alamat rumah , surat cerai serta cek uang senilai 1 milyar ,,, entah apa yang ada dalam benakku ,,, aku hanya mencoba bertahan sebisaku ,,, melawan kerasnya kehidupan ,,,, frans tega kamu ,,, membiarkanku seperti ini ,,, batin ku ,,, aku pergi dengan perasaan tak rela karna semua begitu cepat dan tak terduga ,,, slamat tinggal frans ,,, trima kasih atas luka yang sudah kau goreskan dalam hatiku ,,, aku akan mengingatnya seumur hidupku ,,, semoga kau bahagia ,,, hemmm ,,, silvi tersenyum penuh luka ,,, kini ia berusaha bangkit dari keterpurukannya sendiri ,,, menerima semua dengan ikhlas meski itu takkan mudah pastinya namun hidup terus berjalan ,,, hidup tak mengenal keluhan , kesedihan , keterpurukan dan waktu berangan jadi silvi memilih menjalaninya dengan sebaik mungkin berusaha bangkit dan hidup apa adanya tanpa menoleh ke belakang dan terus berjuang bekerja ditengah kehamilannya ,,, demi anak yang sedang ada dalam kandungannya ,,,ia hidup hanya untuk anaknya.