Cintai Diri Sendiri

Cintai Diri Sendiri
kekecewaanku pada ayah ,,,, dibalik kehidupan bahagiaku ,,,,


__ADS_3

part 26


assalamu'alaikum ,,,,


lanjut dengan saat bunda via bertanya tentang siapa orang yang bertamu siang siang begini ??? ,,, ara terdiam sejenak ,,, antara sedih dan kecewa ,,, ara pendam dalam hati ,,,, cukup ara yang merasakan saja ,,,


dengan senyum palsu ara berkata ,,,, bunda via tadi tuan fransdika aldian cailendra datang mencari bunda silvi dilla maura ,,, begitu ucapnya ,,,


bunda via yang mendengar ucapan ara pun shock dan tak sengaja menjatuhkan rantang yang dipegangnya tadi ,,,, hingga berbunyi kencang sekali ,,,, prrraaaaaaaaanggggg ,,,,,,apa kamu bilang ara ??? ,,, dengan keadaan masih shock bunda via dibuat bergetar tak percaya ,,,,


bunda via langsung bertanya sekali lagi ,,, lelucon apa itu ara ,,, itu tidak lucu sama sekali ,,, jangan bercanda seperti itu bunda via tidak suka dengan candaanmu yang tadi ,,, sambil memukul bagian pundak ara ,,, bunda via berlalu pergi ,,,,


ara pun menjawab ,,, siapa yang sedang bercanda bunda via ,,,, ara serius ,,,, sungguh ,,, ara tak bohong apalagi bercanda ataupun bergurau ,,, ara melirik bunda via dengan intens ,,,

__ADS_1


apa ara serius ???? ,,,, Tanya bunda dengan bingung ,,,, bunda pun bertanya dalam hati ,,,, aneh mengapa setelah sekian lama baru hari ini dia datang mencariku ??? ,,, dari mana dia dapat alamat rumahku ??? ,,,, bagaimana bisa dia dengan mudahnya menemukanku ??? ,,,, apakah dia menggunakan detektif terbaik untuk menggali informasi tentang kehidupanku selama ini ??? ,,, tiba tiba bunda via menoleh pada ara dan berkata ,,,, apa dia mengenalmu ??? ,,,,


ara pun menggelengkan kepala ,,,, Boro Boro mengenal ara ,,,, bertanya saja tidak ,,, jawab ara acuh ,,,,


lalu apa yang dia katakan ,,,, Tanya bunda via


ia hanya bertanya itu saja ,,, tidak ada yang lain ,,, jawab ara sambil berlalu pergi ,,,


tidak apa bunda ,,,, ara baik baik saja ,,, untuk apa bunda via minta maaf ,,, jangan meminta maaf untuk sesuatu yang bukan merupakan kesalahan bunda ,,,, bunda tak salah ,,, jadi tidak perlu meminta maaf ,,, jawab ara dengan tersenyum ,,,


bunda pun menjawab ya bunda tau ,,,, tapi Bagaimana dengan hati ara ??? ,,,, pasti ara sakit hati sekali ,,,, Tanya bunda via menyelidik ,,,


tidak ,,, ara tidak sakit hati ,,,, ara hanya sedih dan kecewa saja tidak lebih ,,,, bunda tenang saja asal bukan bunda ara tak masalah ,,,, Kata ara tersenyum ,,,

__ADS_1


ya sudah kalau begitu ,,, ara istirahat dulu biar bunda lanjutkan packing bekal ara nanti sekalian bunda bikin banyak buat teman teman ara juga ,,, jawab bunda santai ,,,


ara pun mengangguk tanda mengerti dan pergi untuk istirahat sebentar di kamar ,,,


di dua tempat berbeda bunda dan ara sama sama saling merenung ,,, dengan kejadian itu mereka sama sama berfikir kembali mengenai hal yang sama ,,,


bunda via yang ada di dapur berkata dalan hati ,,, bagaimana ini ??? ,,, apa yang akan terjadi selanjutnya ,,, jika frans tau yang sebenarnya ,,, apa yang akan dilakukannya ??? ,,, terlebih jika frans saja sudah sejauh ini menyelidiki keberadaanku ,,, bagaimana dengan ayah mertua ,,, beliau pasti jauh lebih tau hal itu dibanding frans ,,, lalu bagaimana dengan nasib ara ,,, aku benar benar takut ara terluka kedua kalinya ,,, jika sampai ayah mertua datang dan menagih janjinya ,,, akan lebih baik jika aku mengembalikan uang beserta bunganya ,,, dengan begitu akan jauh lebih baik bagiku dan baginya ,,, semoga saja ayah mertua mau menerimanya ,,, begitulah fikiran bunda via saat itu ,,,


disisi lain ara dikamar sedang terdiam ,,,, bagaimana tidak terdiam ,,, antara sedih dan kecewa ,,,, sedih karna ayah yang dirindukan ,,,, ayah yang diimpikan ,,,, ayah yang diinginkan ,,, ayah yang diharapkan ,,, tak mengenalnya ,,, apalagi bertanya siapa aku ,,, bertanya pun tidak ,,, beliau berlalu pergi tanpa kata ,,, membawa amarah dalam diamnya ,,, beruntung aku selalu tampil sederhana dengan begitu beliau tak perlu mengenalku ,,, tampil sederhana takkan menjadikanku terlihat rendah dimata orang lain ,,, dan aku juga tak perlu dijunjung tinggi untuk menunjukkan martabatku dimata masyarakat ,,, karna aku tak gila kehormatan dan juga kedudukan ,,,, bagiku harta itu hanya titipan dan takkan mungkin dibawa mati ,,, jadi sebisa mungkin aku memanfaatkan semua agar kembali bermanfaat bagi semua ,,, sehingga semua kembali lagi pada faedah yang ada ,,, aku kecewa karna ayah yang aku harapkan ternyata memandangku dengan sebelah mata ,,,, bahkan aku lebih kecewa lagi karna beliau tak merasakan ikatan batin seorang anak ,,, anak yang ditinggalkan sedari kandungan ,,, anak yang selalu dibelai semasa dalam kandungan ,,, anak yang dinanti kelahirannya dan disayangi melebihi dirinya sendiri ,,, semua itu seolah mati rasa oleh waktu ,,, dan terkubur oleh kenangan ,,, kini hanya ada kenyataan ,,, kenyataan yang mengatakan kebenaran tanpa dibuat buat ,,, dan aku lega ,,, karna aku tak perlu mengenalnya lebih jauh ,,, cukup identitasnya saja sebagai ayah biologisku ,,, tak perlu apapun lagi ,,, begitulah batin ara bergumam ,,,


bunda via yang sudah selesai packing makanan buat ara pun datang dan berkata ,,, ara ,,, bunda sudah memikirkan semua ,,, mungkin sudah waktunya bunda mengatakan yang sebenarnya ,,, tapi sebelum itu bunda ingin mendengar jawaban dari ara ,,, apakah ara sudah siap dengan semua yang akan terjadi nanti ??? ,,,


ara berkata ,,, bunda tenang saja ,,, ara sudah siap dengan apapun yang kan terjadi dan ara akan bersama dengan bunda via apapun yang kan terjadi ,,, ara takkan pernah meninggalkan bunda sampai kapanpun ,,, jadi mari kita hadapi semua dengan tenang ,,, ara kan selalu bahagia bila bunda juga bahagia ,,, karna kebahagiaan ara adalah melihat senyuman termanis bunda via setiap waktu ,,, jadi jangan hancurkan hati ara dengan kesedihan bunda ,,, karna ara tak kan sanggup menghadapi kesedihan bunda ,,, ara lebih rela bunda marah marah pada ara dan memukul ara ,,,, daripada melihat bunda sedih dan terluka hatinya .

__ADS_1


__ADS_2