
part 29
assalamu'alaikum ,,,
seminggu sudah berlalu dengan tenang ,,,
ara mengira kedatangan ayah tempo itu ,,, akan memberi kesan mendalam buatnya untuk berfikir fikir ulang jika datang kembali ke rumah ini ,,,
karna ara tak bisa meninggalkan bunda sendiri sebelum masalah dengan ayah selesai ,,, maka ara memutuskan untuk bekerja dari rumah ,,, segala sesuatu ara selesaikan secara online atau work from home ( WFH ) ,,, kecuali ada operasi mendadak yang tidak bisa dihandel maka ara akan turun langsung untuk menanganinya ,,, walau sesibuk apapun ,,, tak perduli itu siang atau malam ,,, ara akan selalu siap siaga ,,, menangani segala urusan hingga selesai ,,, karna itu merupakan tugas dan amanah ara sebagai doktor bedah ,,,
ara sebenarnya juga tak ingin seperti ini ,,, tapi ara terpaksa ,,, berat bagi ara meninggalkan bunda via sendiri ,,, terlebih setelah ayah datang ,,, ara menjadi begitu waspada ,,, ara takut jika ayah melukai bunda ,,, belum lagi dengan ayahnya ayah ,,, ara jadi semakin tak rela ,,, jadi kemanapun bunda via pergi ara akan selalu ikut dengannya ,,, dimanapun ara bekerja baginya tak masalah ,,, asal kinerja ara bagus dan semua berjalan lancar ,,, tak ada pekerjaan yang menumpuk ,,, ara bekerja secara profesional itu yang menjadi dasarnya.
saat ara dan bunda via baru pulang dari butik ,,, bunda pun berkata ,,,
ara ,,,
jangan seperti ini ,,,
bunda benar benar tak enak ,,,
kamu kembali kerja ya ,,,
bunda tak apa apa ,,,
bunda baik baik saja ,,,
jadi kamu balik gie ,,, kasihan teman temanmu ,,, pasti kalang kabut semua ,,,
ara pun menjawab ,,,
apaan sich bunda via ini ,,,
itu sudah menjadi tugas mereka ,,,
dulu ara juga begitu saat kuliah ,,,
jadi bunda tenang saja ,,,
lagi pula ara bukannya lepas tanggung jawab ,,,
ara memantau semua dari sini ,,,
ara menunjuk laptop yang selalu ara bawa kemanapun mengikuti bundanya ,,,
ara juga tidak diam saja ,,,
ara tetap kerja dan menganalisa laporan bahkan meeting bersama semua ara lakukan dengan professional tanpa menunda pekerjaan atau melewatkan jadwal yang sudah ada ,,,
jadi bunda tenang saja ,,,
ara akan bekerja dengan giat dan tenang asal bunda baik baik saja ,,,
ara tak akan bekerja dengan tenang jika ara meninggalkan bunda sendirian disaat bunda belum menyelesaikan semua urusan masa lalu bunda ,,,
kecuali bunda bersedia ikut ara ,,,
karna bunda tak mau ara pun juga tak bisa ,,,
jadi biarkan saja dulu semua seperti ini ,,,
bunda via pun menjawab ,,,
__ADS_1
sampai kapan ??? ,,,
kamu tahu kan sayang ,,, jika mereka datang sesuka hati mereka ,,, jadi untuk apa kamu repot repot menunggu sesuatu yang tak pasti ??? ,,, lebih baik kamu bekerja seperti biasa ,,, itu akan lebih baik daripada kamu seperti ini ,,,
ara berkata ,,,
sudah ,,, jangan kuatir ,,, lebih baik bunda pikirkan saja ,,, apa langkah selanjutnya jika ayah atau kakek datang menemui bunda ,,, bunda harus bisa mengakhiri semua segera ,,, agar masa lalu bunda tak menjadi duri di masa depan kita ,,,
ya ,,, bunda sudah memikirkan semua secara matang dan menentukan langkah awal ,,, namun bunda sedikit ragu ,,,
ragu ,,, jawab ara ,,,
ragu mengapa ??? ,,, tanya ara penasaran
ragu tentang apa yang harus diakhiri ,,,
karna memang semua sudah berakhir saat itu juga ,,, jadi apa yang mau di akhiri jika semua sudah berakhir sejak dulu ??? ,,,
pertanyaan bunda itu pun sanggup membungkam ara sejenak ,,,
ya bunda benar ,,, bukankah bunda sudah bercerai dengan ayah secara hukum ??? ,,, lalu apa yang ingin di bahas kembali jika semua sudah berakhir ??? ,,,
jadi hanya satu hal yang bisa ara katakan ,,,
masalahnya ada pada kakek ,,, jika bunda bisa mengembalikan uang dari kakek dan memintanya untuk membawa pulang kembali ayah yang terus datang menjumpai bunda ,,, maka semua ini akan selesai ,,,
bunda pun berfikir kembali ,,,
tapi ,,, ara sayang ,,, bagaimana bunda bisa menemui kakek ara ??? ,,, tempat tinggalnya di luar negeri saja bunda tak tahu ,,,
ara pun menjawab dengan santai ,,,
tenang bunda via ,,, ada ara semua pasti beres ,,, jawabnya bersemangat ,,,
baik ,,, bunda bersedia bertemu dan menyelesaikan masalah bunda dengan kakekmu ,,, tapi bunda harap kamu tidak perlu ikut ,,, biar bunda sendiri saja yang menanganinya ,,,
ara pun menggeleng tanda tak mau ,,,
no ,,, no ,,, no ,,,, no ,,,
ara tak akan rela jika meninggalkan bunda di sarang ular yang berbisa ,,,
lebih baik ara ikut untuk memastikan bunda baik baik saja ,,,
tapi sayang ,,, kakekmu itu begitu kejam dan kata katanya juga pedas ,,, bunda takut ara sakit hati dengan ucapannya nanti ,,,
tenang saja bunda ,,, seburuk apapun kata katanya dan sejelek apapun tindakannya pada ara ,,, tak akan berpengaruh pada ara ,,, karna ara tak menganggapnya begitu penting ,,, jadi bunda tenang saja ya ,,,
baik ,,,
bunda akan percayakan semua padamu nak ,,,
terima kasih ara sayang ,,, bunda benar benar beruntung mendapatkan anak seperti dirimu ,,, dan bunda bahagia karna ara kini telah jadi wanita dewasa yang bijak dan baik ,,,
apa yang bunda katakan ,,,
tak seharusnya bunda berkata begitu ,,, seharusnya ,,,
ara lah yang beruntung ,,,
karna ara mendapatkan bunda yang begitu tangguh dan hebat ,,,
__ADS_1
itu semua berkat bunda ,,,
yang tak pernah lelah memberikan ara yang terbaik ,,,
terima kasih banyak bunda ,,,
ara sayang bunda sebenarnya ,,,
begitulah mereka saling berpelukkan memberi smangat satu sama lain sehingga kebahagiaan mereka begitu indah tanpa beban ,,,
keesokan harinya ara meminta bantuan pada seseorang yang misterius sebut saja Mr. X ,,, ya ,,, beliau adalah detektif swasta yang profesional yang mampu mencari informasi apapun dengan cepat dan mudah serta tepat sasaran ,,, karna bayaran yang didapat sesuai dengan harga yang diperoleh maka ara pun berani memanggilnya ,,,
assalamu'alaikum ,,, Mr. X ,,,, saya butuh informasi terbaru dari tuan cailendra ini foto lama beliau dan ini identitasnya ,,, saya hanya ingin tahu tempat tinggalnya sekarang ,,, jadi apakah anda bisa ??? ,,, tanya ara menyelidik ,,,saya akan bayar anda sekarang juga berapa pun nominalnya asal anda bisa membantu saya ,,,
di sebrang telepon yang terhubung Mr. X pun menjawab ,,,
baik akan segera saya kerjakan dan jangan lupa transfer uangnya di rekening ini ,,, jawabnya ,,,
ok ,,, ini sudah saya transfer uangnya segera cek sudah masuk atau belum dan saya tunggu hasilnya sesegera mungkin ,,, kata ara
baik ,,, jawab Mr. X
ara pun kembali bekerja bersama bunda via di butik ,,,
tak terasa sudah waktunya pulang ,,, bunda pun mengajak ara balik ,,, tapi karna ara sedang sibuk jadi bunda pun menunggu hingga selesai ,,,
tak berapa lama ara selesai dan mereka pulang ke rumah ,,, saat mereka baru datang ke rumah ,,, tiba tiba ayah muncul dari balik rumah sebelah ,,,
ara pun sontak berteriak ,,,
stop ,,,,
Don't go any further or I won't hesitate to shoo you away ,,,
ara yang berdiri di depan ibundanya mencoba menghalangi ayah untuk bertemu bunda kembali ,,,
ayah pun berkata dengan marah ,,,
lancang sekali kamu ,,, kamu pikir kamu siapa hah !!! ,,, berani sekali kamu berkata begitu padaku ,,, apa kau tak takut jika aku dapat menghancurkan dirimu !!! ,,,
dengan suara keras ara menjawab ,,,
takut ??? ,,, padamu ??? ,,,,
ha ,,,, ha ,,,, ha ,,,, ha ,,,, ha ,,,,
kau fikir ,,, kamu siapa ??? berani mengancamku seperti itu hah !!! ,,, bentak ara tak kala seru melawan sang ayah .
ayah yang mendengar kata kata ara pun terdiam sejenak ,,, lalu berkata ,,,
memang siapa kamu ??? ,,,
kamu itu hanya asisten rumah tangga yang sok formal dan sok pintar ,,,,
dasar pembantu sialan ,,, jawabnya ,,,
ara yang mendengar pun dibuat tercengang dan tertawa histeris ,,,
haaa,,,,, haaa,,,,, haaaaa,,,,haaaaa ,,,,
aku lebih sudi kau anggap pembantu sialan dari pada menjadi putrimu ,,,
__ADS_1
sampai kapanpun akan ku ingat kata matamu itu ,,, dan jangan pernah menyesal dengan apa yang sudah kau ucapkan karna itu sudah sangat terlambat untuk dimaafkan ,,,
bunda via pun hanya terdiam dan shock mendengarkan perkataan mereka berdua ,,, lalu ara membawa masuk bunda via dan menutup pintu rumah dengan begitu keras ,,, hingga ayah yang tersadar akan kata katanya pun dibuat terperangah tak percaya ,,, lalu ia pun menggedor gedor pintu rumah namun tak ada jawaban apapun ,,, dan kini ayah hanya bisa pasrah ,,, setelah tau yang sebenarnya ,,, sepertinya kata maaf ini tak akan pernah ada artinya lagi ,,, gumamnya ,,, dengan rasa kecewa ia pergi meninggalkan rumah bunda ,,,