
umi saadahpun menyampaikan apa yg di maksud oleh suaminya pada rudi
nak rudi,,maksud abi itu gini,,,,
kita gak ngusir ataupun melarang kamu jualan di depan.
maksud abi kita kan punya ruko kosong,dari pada kosong kalau kamu mau ni,,umi g maksa lho nak,,,,
kalau mau kamu bisa pakai tempat itu dan tinggal di situ,,nak rudi bisa manfaatin buat ngembangin usaha di situ""umi saadah menjelaskan
rudi merasa sangat bersyukur,di kota besar ini masih ada sosok yg peduli padanya,
tapi kemurungan rudi masih tampak terlihat di wajahnya,,
keraguan ya keraguan yg menyelimuti syaraf otaknya untuk mengiyakan maksud orang orang di sampingnya,
rudipun berusaha mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan keraguannya
"ma maaf,tapi saya gak mungkin mampu dan bisa pak,bu,,,,
saya belum ada modal untuk semua itu,,
pak ilham mengangguk anggukan kepala dengan pelan,
pak ilham paham akan beban yg di pikirkan anak muda itu,,
gini rud,,bapak tidak minta uang sewa tapi bapak minta kamu mengurus tempat itu dan kamu juga bisa tinggal di situ"pak ilham mencoba memberi penjelasan agar rudi tak salah paham kembali"
dah gini aja kamu ikut kami dulu saja untuk melihat tempat itu,jika merasa tidak cocok nanti kembali terserah kamu maunya bagaimana yg penting sekarang kita liat dulu"pak ilham mengajak rudi ke tempat yg di tawarkannya
rudi dengan pasrah mengikuti langkah pak ilham beserta keluarganya,,
rudi memasuki mobil pak ilham sesuai permintaan sang empu untuk duduk di sampingnya
__ADS_1
sedangkan kedua wanita beda usia itu duduk di bangku penumpang
ilham mulai melajukan mobilnya dan mengarahkan ke tempat tujuan
jalanan sedikit macet di waktu mendekati tengah hari
ini pengalaman pertama rudi menyusuri jalan metropolitan itu
dengan wajah polos matanya tak lepas memandang yg di lewatinya penuh takjub
jiwa katrok rudi lahir tanpa di sadari
pak ilham hanya geleng geleng kepala dan tersenyum melihat kepolosan rudi
tak lepas pandangan yg di belakang rudi pun ibu dan anak itu saling pandang dan tersenyum melihat tingkah rudi
hampir 40 menit mereka sampai di tujuan
pak ilham membuka pintu dan mengajak rudi masuk di ikuti umi dan salsa
di lihatnya lantai demi lantai
tak banyak pembicaraan yg mereka lakukan,,
setelah puas melihat sisi dalam bangunan itu dari luar terdengar suara adzan tanda waktu sudah dzuhur
ayo sholat dulu rud"
baik pak"
kedua pria itu berjalan besama ke masjid yg tak jauh dari tempat itu
umi dan salsa hanya menunggu di tempat itu
__ADS_1
usai melaksanakan sholat saat melangkah balek ke tempat semula
rud,habis ini ikut bapak ke rumah kita bahas apa rencanamu dengan tempat itu
baik pak" hanya itu yg bisa di jawab oleh rudi
mereka meninggalkan tempat itu dengan posisi yg sama seperti merwka berangkat ke tempat itu
20 menit kemudian mobil itupun memasuki komplek perumahan elite
mobil itu berhenti di sebuah bangunan 3 lantai yg begitu megahnya
sercurity yg menjaga pagar itu membukakan pagar untuk tuannya
ayo turun rud" ajak pak ilham yg telah menempatkan mobilnya di carport rumahnya,,
rudi turun dan kembali di buat ternganga melihat bangunan itu,,
apakah aku bermimpi menginjakan kaki ke istana?batin rudi dengan bodohnya
ayo masuk rud"pak ilham merangkul pundak anak muda itu dan mengajaknya ke dalam rumah""
eh ada cowok ganteng,,calon dek salsa ya buk"canda bi ipah ,,
husss,kamu ini,bisa cepet tua aku"balas umi ke ipah
wajah kedua anak muda itupun memerah mendengar candaan art yg sudah di anggap keluarga sendiri
makan siang dah siap bik"tanya umi ke bi ipah
udah buk,tinggal santap aja,,,,
ya dah kita makan siang aja dulu,bi!"umi menyarankan ke suaminya,,
__ADS_1