
seusai makan malam afkar mengikuti abinya ke ruang kerja dan menyampaikan apa yg telah di rencanakan dengan rudi.
pak ilham mendukung rencana yg akan di lakukan putranya bersama teman temannya.
afkar sangat bersemagat untuk mengelola usaha yg akan di jalani dengan rudi.
hari berganti afkar beserta rudi dan teman yg laen mulai menata tempat yg akan di tempatinya memulai usaha.
seminngu sudah mereka mempersiapkan segala sesuatunya di tempat itu,
seminggu pula rudi dan lek naryo boyong dari kost dan pindah menempati bangunan itu,
siang ini mereka berkumpul melakukan gladi bersih.
rencana esok hari akan di bukanya tempat itu.
mereka mulai membagi tugas ,
rudi dan lek naryo di bagian dapur,
afkar kasir ,ipul dan dino melayani pesanan konsumen,
"rud besok jadi ada free untuk 20 pelanggan pertama"afkar memastikan
"jadi kak,menu sesuai paket dari kita"
"don,selebaran dah siap?"afkar memastikan ke doni
__ADS_1
"aku belum siapin brow,aku bingung tempat kita ini mau di kasih nama apa?"sesal dino
"oh ya, apa ya,kita kasih nama apa ya?ada masukan?"afkar mencari pendapat
semua terdiam sejenak mencari cari judul yg pas untuk tempat mereka.
"kalau sambel ndeso gimana kak"rudi berpendapat
"gimana yg laen?"lempar afkar
"menurutku itu aja brow,unik,bikin penasaran"timpal ipul.
akhirya sepakat nama kedai sambel ndeso.
doni di bantu ipul meninggalkan kedai itu lebih dulu karena mepersiapkan selebaran dan akan langsung membagikannya di lampu merah sekitar kedai.
tinggal rudi dan lik naryo yg mulai menata bahan yg di belinya tadi pagi.
"paklik dah kirim kabar ke kampung belum?"
"belum rud,kasihan bulikmu kalau tahu paklik dah 2 minggu nganggur,ntar malah jadi pikiran"
"paklik aku masih ada tabungan dikit modal dagangan,paklik pakai dulu buat kirim ke kampung"
"g usah rud,buat pegangan kita dulu aja,soal bulikmu nanti aja,biasanya kalau gak kepepet bulikmu juga g pernah minta kiriman"
"beneran paklik?"rudi memastikan perkataan pakliknya
__ADS_1
"iya,,memang biasanya aku tiap 2 minggu kirim rud dan bulikmu juga ada tabungan dikit dikit buat jagan"
"yadah lik,baiknya gimana,yg penting kalau ada apa apa kita rembug bareng bareng"
mereka menikmati obrolan mereka hingga waktu ashar menjelang.
mereka beranjak dari dapur bersiap menuju masjid sebrang jalan di depan tempat mereka tinggal sekarang.
seusai rudi dan lek naryo melaksanakan kewajibanya mereka kembali berkutat di dapur,
"rud aku tak ajar nggoreng ayam ro mbakar nila yo"
"njeh lek,anggep ae ngge cawisan maem mengke dalu sisan ,hehehe"
(rud aku belajar goreng ayam sama bakar nila ya"
"iya lek,anggap aja buat persediaan makan nanti malam sekalian,hehehe,,,")
sore itu mereka berkutat di dapur dengan kesibukan yg begitu terkesan bagi pklik dengan keponakanya itu.
memang kedekatan yg mereka rasakan akhir akhir ini ibarat mendapat kawan baru yg langsung klop.
saat ini adalah sebuah pengalaman baru bagi lek naryo,sejak lulus smp yg langsung bekerja di proyek yg awalnya ikut merantau ke kota metropolitan ini dengan tetangganya.
ini awal baginya yg berkutat di dapur dan sungguh sungguh belajar mengikuti arahan keponakan dari istrinya ini.
moga ini awal yg baik tak lepas dari doanya.
__ADS_1
gimana suasana pembukaan awal kedai mereka ya?