Cintaku Apa Adanya

Cintaku Apa Adanya
caa 39


__ADS_3

masih di kantor pak ilham afkat dan rudi belum mencapai kesepakatan.


pak ilham tidak mau serakah karena hanya memfasilitasi afkar jugu hanya belajar mengelola menejemen rudipun merasa hanya menjalankan.


"rud,apa kamu tidak mempunyai keinginan untuk kuliah?"tanya pak ilham


"belum terfikirkan pak,saat ini saya cuma menginginkan adik adik saya bisa lanjut sekolah,untuk kuliah saya rasa tidak mungkin pak"terang rudi


"hemmm,ok sekarang bapak aja yang putuskan tapi bapak punya permintaan ke kamu,bagaiman rud?"


"untuk keputusan itu sudah hak bapak,dan saya harus memberikan apa pak kalau boleh tahu?"


"oke rud,bapak cuma minta kamu bisa melanjutkan studi tahun depan biar bapak nanti yang urus semuanya"


"insyaallah pak jika nanti memungkinkan saya akan berusaha"


"ok saya pegang kata katamu rud jangan sampai mengecewakan bapak!"


rudi hanya mengangguk lemah karena masih belum yakin,walau dalam hatinya sangat ingin melanjutkan study tapi keadaan belum berpihak pada keluarganya.


"kak afkar untuk sementara beri ipul sama dino masing masing 5 juta,untuk pak naryo kamu lebihkan,untuk rudi kasih pegangan 1 juta buat pegangan dia aja lebihnya kirim ke ibunya bila perlu lakukan hal sama buat pak naryo yang penting dia ada pegangan buat beli rokok aja palingan,yang lain umr saja kasih tambahan aja per hari sekedar buat spirit,mulai yang akan datang kasihkan tiap 2 minggu saja kakak paham,?"


"insyaallah afkar paham bi,"


"rud kamu ambil 2 karyawan latih di inti dapur mulai bahan sampai bumbu siap bakar atau goreng,kamu bisa?


"insyaallah pak"


"lakukan dan pilih yang kamu rasa bisa bertanggung jawab "


"siap pak nanti akan saya bicarakan dengan kak afkar dan yang laen"


,okbentar lagi bapak ada rapat kalian terserah mau di sini dulu atau mau balik,nanti bisa sambung lagi"


afkar akhirnya memutuskan mengajak rudi meninggalkan kantor pak ilham.


di perjalan mereka tak banyak melakukan perbincangan.


"kak afkar gak jemput salsa?"rudi tiba tiba bertanya


"gue dah minta tolong mang diman tadi"


bibir rudi hanya membulat membentuk huruf o


"rud,gue minta no rekening ibu kamu"

__ADS_1


"belum punya kak,kemarin saya cuma nitip ke tetangga seperti lek naryo.


"ada nomer yang bisa di hubungi?"


"gak ada kak,biasanya nelpon lewat bulik istrinya lek naryo"


keadaan pun kembali hening.


"sebegitu susahkah keadaan keluarga bocah ini"bathin afkar bermonolog sendiri.


perjalanan merekapun telah sampai di kedai.


afkar dan rudi menyapa pak tarno dan bergegas masuk dengan mengucap salam.


rudi mengingatkan para cowok untuk bersiap ke masjid karena adzan ashar sudah terdengar.


untuk cewek akan sholat bergantian di lantai atas.


pulang dari melaksanakan kewajiban di masjid depan yang terpisah jalan raya afkar dan rombonganya kembali ke kedai.


di meja paling belakang sudah tersusun makanan.


"we,siapa yang masak ni?"afkar bertanya


setahu afkar rudi tadi saat di ajaknya belum menyiapkan makanan untuk mereka sebelum buka.


"maaf mas,tadi saya yang masak,kalau mas afkar kurang berkenan saya minta maaf dan tidak akan mengulangi kesalahan saya" dinda menjawab.


"gak,gak papa ya dah ayo kita serbu,cepet pangil pak tarno dan sisihkan buat bang iwan sama bang ari"sambung afkar.


bu marni canggung duduk bersama dengan anak anak muda di meja itu apalagi tugasnya hanya untuk cuci piring di bagian belakang.


merkapun bersantap setelah lek naryo memimpin do a,


mereka begitu menikmati suasana yang begitu hangat seperti dalam keluarga.


di tengah mereka menikmati makan datang seseorang mengucap salam.


setelah semua menjawab salam rudi mempersilahkan masuk orang yang sudah di kenalnya


"maaf semuanya,ganggu acara makannya"kata bapak yang sungkan


"gak pak,mari sekalian aja "


"gak usah mas,lanjutkan saja nanti saya balik sini lagi."

__ADS_1


"ayolah pak kapan lagi kita bisa makan bareng begini" paksa afkar yang ikut menghampiri bapak itu dan menarik tangan bapak itu di bawanya duduk bersama.


dinda meninggalkan makanya mengambilkan piring untuk bapak itu dino juga melakukan hal sama membuatkan teh hangat buat bapak itu.


mau gak mau bapak itu ikut bersantap bersama.


acara makanpun usai mereka memuji sop buatan dinda dan afkar memberi masukan semua boleh berinisiatif tak terkecuali buat bu marni.


"maaf pak,kalau boleh tahu ada perlu apa ya pak sholeh dengan kami"tanya rudi to the point ke tamunya.


"gini mas,tadi saya dapat amanah dari pengurus masjid buat memesankan makanan buat acara pengajian bulanan yang akan di selenggarakan ahad pagi besok"jelas pak sholeh


"kalau boleh tahu biasanya apa aja pak sholeh"sambung afkar


"biasanya nasi kotak sama snack aja mas"pak soleh memberi keterangan.


"tapi maaf mas,bugednya mepet,tempat yang biasa saya pesan sekarang sudah tidak sanggup lagi katanya apa apa udah mahal,kali aja mas dan mbak mbak di sini bisa bantu"


"insyaallah pak sholeh,akan kami usahakan kalau boleh tahu anggaran berapa dan kebutuhan berapa dus?"timpal rudi.


pak sholeh menyebut nominal dan berapa nasi kotak + snack yang biasa di siapkan.


"ok,pak akan kami sanggupi dan kami akan mencoba memberi yang terbaik untuk jamaah,insyaallah niat baik akan berbuah kebaikan juga bagi kami"afkar memberi keputusan.


"alhamdulillah,terima kasih semuanya atas bantuan mas mas dan semua yang di sini atas ketersediaannya untuk pelaksananan kegiatan saya mewakili pengurus dan jamaah hanya bisa mengucap terima kasih moga Allah mengganti segala kekurangannya dengan lebih baik,aminn"


"amin yra,,"kompak semua mengamini.


"kalau begitu saya permisi dulu mas,mbak,pak,ibu sekalian"pak soleh undur diri meninggalkan kedai setelahengucap salam dan mendapat jawab salam dari semua yang di kedai.


"ini termasuk dana besar dan bisa buat promo kedai ini,untuk yang laen ada recomend kue atau snack,atau mungkin siap membuat?afkar menawarkan pada seisi ruangan itu.


"maaf mas,ibu saya sering mendapat pesanan buat ibu ibu pengajian dan arisan di tempat kami nanti coba saya tanyakan?"masukan dari fitri


"ok,yang lain ada?afkar masih memberi kesempatan yang lain


semua hening dan tidak ada masukan.


"ok fitri,biasanya isi berapa jenis,dan buged sekalian nanti tolong di tanyakan ke ibunya ya,kalau gak ibunya bisa suruh sini sekarang karena waktu kita tinggal besok buat persiapan dan lusa harus ready"afkar memberi mandat dan penjelasan ke fitri


"sekarang aja mas biar ibu kesini biar mas bisa ngomong sendiri,kalau lewat saya nanti kelamaan"putus fitri


"ok semua nya kalau gitu sekarang kita buka kedai kita ucap basmallah bersama moga di beri kelancaran dan laris manis dan Allah membeeikan rezeki yg barokah melalui kedai ini,amin"komando daei lek naryo


semua mengaminkan dan segera melakukan apa yang harus mereka lakukan.

__ADS_1


__ADS_2