
hari berganti minggu berlalu kedai sambel ndeso makin ramai pengunjung.
menu dan jumlah porsipun bertambah .
rudi,afkar dan yang laenya makin kewalahan.
kesibukan di kedai membuat afkar jarang pulang.
kalaupun pulang hanya mengambil pakaian atau keperluan kuliahnya.
afkar merasa kangen sekali pada keluarganya.walau tak jauh keberadaanya tapi kesibukan barunya menyita waktunya bersama orang tua dan adeknya.
hari ini afkar lebih awal sampai di kedai karena cuma ada dua mata kuliah di kampusnya.
selama ini pula motor lek naryo yang di pakainya untuk ke kampus.
setelah salam yg di balas rudi dan lek naryo afkar langsung menaruh tas kuliahnya asal dan bergegas menuju rudi.
"apa tugas gue rud? tanya afkar
"duduk manis atau istirahat aja kak dah siap semua kok,lek naryo juga dah ngaso"ulas rudi
"rud,lu apa gak kangen keluargamu sih?
"ya kangen lah ,mang kenapa kak?
"ada rencana pulkam gak waktu dekat ini?
rudi hanya menggeleng menjawab afkar
"katanya lu kangen tapi lum pingin pulang gimana sih?
"kakak mau ganti-in aku masak?"
"rese lu rud,tau apa gue soal bumbu,edo yang lu privat aja lom jadi gi mana gue,bisa di lempar piring pengunjung gue"
rudi tergelak mendengar jawaban afkar
"kabar keluarga gimana kak"
"selama sibuk di sini gue gak pernah ketemu abi sama umi "terangnya
__ADS_1
"mumpung kakak pulang pagi ke kantor bapak apa ke rumah sakit ibu aja kan kita buka masih lama."
" kenapa gue gak kepikiran ya"gumam
afkar yg terdengar jelas sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal.
"rud ini yang perlu nambah apa?"afkar mengubah topik bicara
"lemari pendingin sama kompor bakar kak"
"keluar yuk sekalian ke tempat umi"
"boleh tapi tunggu bentar kak"
rudi menyiapkan lauk dan nasi dalam wadah dan lumayan banyak yang di siapkannya
"di anter kemana rud,mang dah ada yg order?heran afkar yg menunggu rudi
"buat bapak sama ibu kak,biar bisa makan siang bareng"
"sipp,gue kabarin dulu abi biar ke tempat umi"
umi saadah merenggangkan otot ototnya yang begitu penat memeriksa data data laporan rumah sakit.
tok
tok
tok
"masuk"perintah umi
"ada apa khila"tanya umi setelah melihat asistennya yang datang
"ini bu laporan penambahan alat medis"jawab akhila dan menyerahkan kertas laporanya
"taruh aja dulu la,aku periksa nanti"
"perlu saya ambilkan vitamin atau di carikan sesuatu bu"tanya akhila ke atasannya yang terlihat kelelahan
"yang seger apa la ?"
__ADS_1
"apa ya bu"akhila bingung dengan keinginan atasanya
umi dan asistennya saling diam seolah memikirkan sesuatu .
"kalau bakso gi mana bu?usul akhila
hanya gelengan yang di lihat akhila sebagai jawaban.
kembali hening dalam ruang itu hingga ketukan pintu membuyarkan pikiran masing masing.
akhila beranjak membuka
"assalamu'alaikum"setelah pintu terbuka
"wa"allaikum salam" jawab umi dan akhila
dua pemuda menghampiri umi menjabat tangan dan menempelkannya di kening berga tian
"tumben kak,kemana aja kok gak pernah pulang,apa gak sayang umi lagi,apa mau minta uang ntar umi transfer,apa ada masalah?"berondong umi ke afkar
"hehehe,,,kangen aja mi"
umi bengong sesaat mendengar jawaban putranya.
akhila berpamitan ke umi kembali ke ruang kerjanya.
afkar tidak satupun menjawab pertanyaan uminya tapi malah mengusili uminya dan uminya makin kesel.
rudi yg duduk di sofa dalam ruang itu hanya melihat interaksi ibu dan anak itu.
rindu pada ibu dan adek adeknya pun juga dia rasakan.
"awas kamu rud kalau ikut ikutan anak umi"
afkar terbahak karena rudi yang bengong kena omel uminya juga
umi beranjak dari kursi kerjanya dan menghampiri rudi yg tak menanggapi ucapannya.
"jangan bengong rud,ini rumah sakit"ucap umi sambil menepuk bahu rudi
"lagi lihat live ovj bu" jawab rudi tanpa dosa,tak ayal tepukan lebih keras mendarat kembali di bahunya..
__ADS_1