Cintaku Apa Adanya

Cintaku Apa Adanya
caa 34


__ADS_3

"kenapa dek?tanya afkar ke salsa


"gak papa kak"


"rudi mana "


"masih sholat kak"


tak berapa lama rudi menuju di tempat mereka akan makan bersama.


salsa melihat kedatangan rudi langsung tertunduk menyembunyikan wajahnya.


merekapun makan bersama dalam bening.


usai melakukan makan mereka segera membuka kedai dan siap melayani pengunjung.


di setengah jam pertama masih belum ada pengunjung.


pak tarno dan ari sudah bersiap di luar untuk menata kendaran para pengunjung nantinya.


setelah setengah jam pengunjung mulai ramai tak seperti hari sebelumnya,


ipul dan dino sampai kewalahan menempatkan pengunjungnya,,


serambi samping yg biasanya untuk tempat parkir motor di jadikan lesehan beralas tikar yg biasa mereka gunakan untuk tidur.


pengunjungnyapun tak seperti biasanya banyak yg aneh menurut afkar dan rekan laennya.


sebelum memesan menu kebanyakan pengunjung mengajak berkenalan dan berfoto.


lek naryo yang tidak pernah kedepanpun banyak yang nyari untuk sekedar menyapa,berkenalan dan berselfi.


dapurpun jadi serangan pengunjung yang mayoritas abg untuk mencari rudi.


salsa sampai di buat gemas dengan para pengujung yang terkadang terang terangan menggoda rudi.


tidak hanya rudi dino,ipul,afkar dan aripun hanya bisa mengikuti kemauan pengunjung kedai itu.


selepas magrib pengunjungpun makin membludak terpaksa ari memanggil dua rekannya untuk membantu atas perintah afkar,

__ADS_1


pak ilham dan umi saadah serta bi ipah juga mang diman memasuki kedai yang cukup padat.


celingak celinguk cari tempat duduk tak ada yang kosong.


salsa menghampiri kedua orang tuanya dan pekerja di rumahnya.


"maaf bi,mi,,,,ke belakang aja ya?


"hemm,,,"abi hanya mengangguk mengikuti salsa.


umi jadi gemes sendiri melihat suasana kedai,umi mendekati lek naryo yang keteteran di depan kompor bakarnya sedangkan salsa sibuk dengan penggorengan yg di tinggalkannya tadi.


"pak di atas aja,tapi maaf tempatnya agak berantakan"rudi menyarankan pak ilham karena melihat pak ilham duduk di bangku kasir.


"gak papa rud,,belajar jadi kasir boleh ni,ada daftar harganya kan?,tanya pak ilham ke rudi yang menyusun pesanan sebelum di ambil yg melayani di depan.


"sesuai nota aja pak,sesui yg di pesan,,maaf pak jadi merepotkan ini,,"


"santai aja rud,,


salsa di bantu umi yg kadang bergantian dengan lek naryo.


mang diman memilih membuat minuman atas arahan afkar.


umi di bikin rempong melayani teriakan pesanan dari depan,mang diman tak kalah heboh,,


abi sampai pegang kepala dengan banyaknya pesan antar yg di terimanya melalui via telpon.


afkar terkadang harus membantu rudi yg mulai keteteran.


ipul,dino,ari,dan dua rekanya sama sibuknya.


pak tarno meminta bantuan yg biasa mengurus parkir di masjid.


jam sepuluh lebih dikit stokpun habis.


banyak pengunjung yang kecewa dan harus mencari tempat lain.


umi langsung selonjoran karena kakinya merasa sangat pegal,abipun melakukan hal yang sama mencari tempat yang di rasa nyaman untuk rehat sejenak.

__ADS_1


yg laen masih berkutat di dapur menyiapkan makan untuk mereka dan berberes peralatan dapur.


"gak nyangka gue rud,bener bener capek hari ini gue" keluh afkar yg membuat minuman


"alhamdulillah kak,bisa istirahat awal,"sahut rudi sekenanya.


"harus nambah kru ini rud kalau gini terus bisa tepar kita"lanjut afkar


rudi hanya terkekeh di ikuti yang laen mendengar keluhan afkar.


menupun sudah tersaji,,hidangan siap di santap..


semua sudah berkumpul tanpa ada batasan.


usai santap malam yg semua menu kandas mengisi perut masing masing mereka saling berbincang,saling mengenal dan mengakrabkan diri,,


"maaf pak,mas kalau boleh tau yg punya lestoran ini yg mana ya"tanya teman ari


"ya bang ada apa ya,mungkin ada yang mau di sampaikan?afkar menjawab pertanyaan pemuda yang ambigu itu.


"maaf banget ni mas kalau boleh dan bisa saya mau ikut kerja di sini,tugas apa aja ngikut perintah"mohon pemuda itu


"emang abang gak kerja?ipul menimpali


"hampir sebulan mas gak kerja,paling ngojek buat tambahan mas"terangnya


"sebelumnya kerja apa bang" penasaran afkar


pemuda itu menerangkan sebelumnya kerja di proyek dengan ari dan pak tarno juga pernah satu proyek dengan lek naryo.


mereka kenal karena rumahnya dekat kost ari.


saat ini dia ingin menabung untuk persiapan kelahiran anak pertamannya.


selama ini pemaaukannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari.


sebelum kehamilan istrunya makin besar si istri membantu kerja di laundry.


setelah mendengar penjelasan pemuda itu afkar meminta persetujuan yg laen dan mendapat jawaban mengiyakan.

__ADS_1


pemuda itu sangat bersyukur dan mengucap banyak terima kasih.


lalu teman ari yang satunya gimana?


__ADS_2