Cintaku Apa Adanya

Cintaku Apa Adanya
caa 38


__ADS_3

siang itu sepulang kuliah afkar langsung menuju kedai.


dengan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang butuh waktu hampir setengah jam untuk sampai di kedai.


setelah mengucap salam afkar langsung masuk dan menuju dapur.


di lihatnya rudi mengajari dinda dan lita cara menyusun menu untuk konsumen


tidak butuh waktu lama keduanya dengan cepat bisa memahami.


saat ini di kedai personil hampir komplit tinggal dino saja yang belum kelihatan.


kedai memang masih 3 jam lagi baru buka tapi untuk layanan delivery sudah sangat rame.


melihat kesibukan rudi afkarpun naik ke lantai atas untuk sholat dzuhur dulu.


ari dan iwan sudah keluar mengantar pesanan.


rudi sangat lega dan puas dengan pegawai baru yang di bawa afkar mereka begitu antusias mau belajar bahkan fitri terang terangan kalau di ijinkan ingin membantu dari pagi.


afkar sudah selesai dengan kewajibannya dan kembali ke dapur di hampirinya rudi.


"rud,gimana bisa jalan?"


rudi hanya mengacungkan dua jempolnya


"ayo ikut gue!"ajak afkar


"kemana kak?"


"tinggal ikut aja kepo lu"


rudi hanya nyengir dan mengikuti afkar


"lek naryo,,semua tugas kami serahkan ke paklek"canda afkar


"hadehhhh,,,bisa gak kuat iman mas"kesah lek naryo

__ADS_1


"anggep aja main sinetron jadi pemeran utama lek,yang laen figuran biar gak kilaf"imbuh afkar


"heleh,,,,,palingan takut kalah sama paklik"


"bang ipul tolong awasin paklik,jangan ikutan kilaf"rudi menambahi


"siap,nanti biar di siram sama bu marni pakai air itu"ipul menyahut sambil menunjuk air bekas cuci perkakas.


"wes wes do gendheng kabeh,sana cepet pergi"usir lek naryo


semua terkekeh afkar dan rudipun berlalu setelah mengucap salam.


perjalanan mereka lumayan lama karena macet,sampai akhirnya mereka sampai di tujuan.


rudi hanya mengekor ke afkar,setelah menemui resepsionis afkar langsung menuju ke ruangan abinya.


setelah mendapat perintah masuk mereka membuka pintu dan memasuki ruangan itu.


rudi hanya terbengong melihat ruangan itu dan sesekali melirik ke cendela menikmati apa yang di lihatnya dari atas.


"rud,,lama lama lu bisa kesambet beneran deh,makanya jangan main di dapur mulu"afkar meyadarkan rudi


rudi hanya nyengir lalu terkekeh..


"rud kamu tahu hasil dari kedai kan?"tanya pak ilham


"tahu pak"


"sekarang kamu urus hasil itu,dan maunya kamu gimana terserah kamu"


"maaf pak,itu kewenangan bapak bukan saya,semua modal milik bapak dan saya cuma menjalankan saja"tolak rudi.


"kalau modal jangan kamu pikir rud,kamu sudah bisa menjalankan saja bapak udah seneng,seandainya sampai divisitpun bapak iklas"


"biar kak afkar aja pak yang memutuskan"elak rudi


"kok gue,gue ini sekolah sama lu,ini harus lu yang tentuin"kilah afkar

__ADS_1


rudi hanya diam mencoba berfikir


"rud seandainya bagi hasil saja gimana?usul pak ilham


"kalau saya ngikut aja pak"jawab cepat rudi


"ya udah kamu bagi aja terserah kamu"lanjut pak ilham


"waduhhh,kok saya lagi pak?rudi menggaruk kepalanya yang tak gatal


afkar dan abinya terkekeh melihat tampang rudi.


"gini rud,niat saya dari awal cuma bantu kamu,karena saya melihat kamu punya potensi dan pekerja keras,soal bagi hasil coba kamu ada bayangan gak?nanti kita omongin bareng bareng"terang pak ilham


"maaf pak,saya sangat buta dan belum punya pengalaman mengenai hal seperti ini"


"bayangan kamu aja dulu!"paksa pak ilham


"menurut saya yang utama bapak,kedua kak afkar,saya dan yang laennya sama rata aja pak juga harus ada tabungan untuk di kemudian hari"rudi mencoba menyampaikan apa yang di pikirkanya


"rud kamu itu sudah menjadi procecor dan intinya di kamu,bapak sama afkar cuma casing aja jadi jangan kamu prioritaskan"tambah pak ilham


"rud,sejak gue kenal lu gue banyak belajar dari lu,dari rasa kekeluargaan sampai menejemen sampai urusan dapur yang gak pernah gue pegang juga udah bisa memberikan lapangan kerja untuk orang laen jadi seperti kata abi tadi,kalau cuma sekedar mau cari duit ogah gue repot repot di kedai,insyaallah di rumah aja gak kekurangan rud"afkar menimpali karena dah gemes sama rudi yang dodol abis.


"gini ya kak,ibarat uang 100 di bagi bapak 20,kakak 15,saya ,lek naryo,bang ipul,bang doni 8 atau 5 sisanya tabung terus yang baru sistem gaji mingguan aja + bonus atau apalah"serah rudi


"voting,bapak keberatan"potong pak ilham


"gue juga"afkar menambahi


kembali rudi menggaruk kepalanya


"saya gaji umr aja pak kalau bapak keberatan"usul rudi


pak ilham mengangguk..


akankah rudi hanya menerima gaji umr?

__ADS_1


__ADS_2