
salsa hanya duduk terdiam di meja kasir yg di anggap gurauan dari kakaknya.
salsa hanya memperhatikan kakaknya dan yang laen beraktivitas.
pengunjung mulai datang,salsa semakin takjub memperhatikan kakaknya yang begitu cekatan mempersiapkan menu yg di pesan.
memang selama ini salsa belum pernah melihat kakaknya mendekati pekerjaan dapur saat di rumah.
semakin gelap hari pengunjung semakin bertambah.
selepas magrib bukan hanya pengunjung saja yg membuat kewalahan tapi via delivery juga begitu banyak,
afkar memanggil ari yg membantu pak tarno di parkiran di tugaskan untuk mengantar pesanan.
hal tersebut di sudah di lakukannya dalam seminggu ini untuk membantu ipul maupun dino.
di saat pengunjung rada longgar datang 5 orang pemuda .
afkar menghampiri meja para pemuda itu.
"mau pesan apa bang?"afkar menyerahkan daftar menu ke para pemuda tersebut
"kita minta cewek itu yang melayani kita"jawab salah satu pemuda sambil menunjuk salsa
tanpa curiga afkar melambaikan tangan ke adeknya .
salsapun menghampiri dan melakukan hal yg sama seperti yg di lakukan afkar sebelumnya.
"he adik manis kalau cuma makan nasi kami sudah kenyang,kalau makan adik aja boleh gak"ucap salah satu pemuda di meja itu di iringi gelak tawa yg laen.
__ADS_1
pengunjung laen mulai melihat ke arah para pemuda yg terkesan urakan.
"apa lihat lihat" bentak pemuda yg laen
"gimana adik cantik"
salsa hanya diam di dekat afkar dan merasa mulai tidak nyaman.
"maaf bang mohon kerja samanya" sela afkar mencoba melindungi adeknya.
"lu g usah macem macem di sini wilayah gue"
"maaf kami hanya menjalankan pekerjaan kami bang mohon pengertiannya"afkar dengan sabar menghadapi para pemuda yg mulai menggangu kenyaman yang laen
salsa hanya bisa berpegangan lengan kakaknya.
"gi mana adek manis"tangan pemuda itu ingin mentowel salsa tapi tangan itu di tepis afkar dengan pelan.
"heh,,jangan belagu lu,di sini gue yang berkuasa,panggilin boss lu atau tempat ini kita obrak abrik"ucap salah satu menahan langkah afkar
"maaf bang di sini tidak ada bos,kami kerja bareng bareng"
"salah satu pemuda berdiri dan melayangkan bogem dan makian ke arah afkar"kebanyakan bacot lu"
di saat ifu pula salsa menjerit dan juga pengunjung cewek yg laen.
mendengar kegaduhan rudi yg di belakang meninggalkan tempatnya menuju sumbernya.
dari tempatnya melahkah rudi begitu terkejut melihat afkar yg mulutnya berdarah.
__ADS_1
rudi semakin khawatir melihat salsa yg ketakutan menyembunyikan wajah di bahu kakaknya di sertai isak tangis.
"ada apa ini om,ada yang bisa kita bicarakan"rudi mencoba menengahi dengan tenang.
"he bocah mending lu ngumpet di belakang sono gih"bentakan terdengar di telinga rudi.
di sisi laen dino dan ipul berjaga atas saran lik naryo.
pengunjung laen mulai menjauhkan diri karena suasana tegang.
rudi menjawab bentakan yang di tujukan ke dirinya dengan santai
"maaf om dan abang abang sekalian,kenapa saya harus ngumpet di tempat sendiri"jawaban konyol rudi yg makin membuat geram orang di depannya.
orang itu mencengkeram kerah baju rudi dengan kencang.
tapi justru rudi memegang dan memelintir tangan itu hingga terdengan suara krek,,
empat orang yang lain melihat kawannya kesakitan mencoba menyerang rudi.
tapi rudi dengan gesit menghindar dan mengarah ke luar mencari ruang agar tidak membuat berantakan di dalam kedai.
pancingan rudi ternyata di ikuti .
suasana makin menegang.
afkar mengamankan orang yg kesakitan tangannya di bantu ipul.
para pengunjung tidak berani membantu dan hanya menyaksikan.
__ADS_1
lek naryo sedikit berlari keluar ingin membantu rudi,
mampukah rudi melumpuhkan kawanan preman itu??