
bi ipah naek kelantai atas memanggil putra tuannya
tok,,
tok...
tok....
mas afkar,dah di tunggu di meja makan sama bapak"
ya bik,bentar,,,,,
setelah merapikan tugas kuliahnya afkar beranjak turun untuk makan siang bersama keluarganya,
di lihatnya orang asing di meja makan tersebut,,,
siapa bi?"
oh,,,ya kar,,kenalkan ini rudi yg pernah ceritain yg jualan di depan mini market kita,, rudi mengulurkan tangannya ke afkar,,saya
rudi kak"
aku afkar"
setelah berjabat tangan dan mengenalkan diri mereka menempatkan diri duduk di depan meja makan
kegiatan makan siang keluarga itu hanya di iringi alunan dentingan sendok,,
nambah nak rudi gak usah sungkan"tawar umi
ya buk,,makasih""
jangan formal formal rud anggep aja keluarga sendiri" kelakar afkar
iya kak,,,
ilham hanya tersenyum melihat interaksi putranya dan rudi,.
mas ganteng,mbok bibik di ajarin masak,biar rasanya bisa nendang gitu" candaan bi ipah ke rudi
saya masih belajar juga bik,,
dan cuma bisa masakan kampung" ulas rudi menanggapi bik ipah
keluarga pak ilham mengangap pekerja di rumahnya sebagai anggota keluarga
__ADS_1
makanpun selalu bersama kecuali sercurity yg makan di pos jaganya
untuk sopirdan tukang kebun kadang ikut makan bersama keluarga itu terkadang gabung di pos jaga
makan siangpun usai,bi ipah membereskan piring kotor di bantu salsa
bagi salsa mengerjakan pekerjaan rumahan sudah terbiasa,
memang keluarga ilham menanamkan kesederhanaan dan kemandirian pada putra putrinya sejak dini,,
mereja tidak pernah membedakan status sosial.
pak ilham mengajak yg laen menuju ruang keluarga
di kala yg laen sudah beranjak rudi masih duduk manis melihat apa yg di kerjakan gadis manis itu,,
salsapun salting,,
nak rudi""
nak rudi,,,," umi saadah memanggil rudi yg masih duduk terbengong
bak maling ketangkep basah wajah rudi merona karena malu,,,
i ,,iya bu"
ba...baik bu""
rudi mengikuti langkah ke ruang keluarga.
setelah semua duduk santai dan nyaman pak ilham kembali fokus ke rudi
gimana rud enaknya menurut kamu ?
rudi sempat berfikir sejenak.
antara yakin dan tidak akhirnya rudipun mengukapkan gambaran di otaknya,
maaf pak sebelumnya,,
saya tidak tau apa yg harus saya lakukan,,
dan maaf jika jawaban saya mengecewakan bapak dan keluarga"
aduhhh,,,napa pada formal banget sih"afkar berseloroh
__ADS_1
gini rud"kamu g usah mikirin modal cuma abi ingin kamu mau ngurus tempat itu,,untuk usaha terserah kamu"ujar afkar langsung ke pointnya
anggep aja kamu kerja ikut abi,tapi kamu ciptakan sendiri lapangan kerjanya" sambung afkar
mata afkar terbelalak seolah sudah mendapatkan jalan pintas,
kalau maksudnya begini sih aku paham"batin rudi
dengan senyum dan ke o,onanya yang telah tertingal rudi mulai mengumpulkan isi otaknya yg tercecer.
belum sempat otaknya bejalan normal di lihatnya salsa yg tersenyum di depannya sambil membawa nampan,,
di minum dulu kak"
rudi tak menjawab tapi pandangannya tak lepas dari salsa
seisi rumah itu hanya geleng kepala melihat tingkah rudi
hoe,,,,,eces tu"teriak afkar
heh,,rudi mengatupkan mulutnya dan mengusapnya dengan tangan
tak ayal seisi ruangan itu menertawakannya,
dengan menunduk salsa tersenyum tak tega melihat rudi
bi ini biar jadi urusan afkar aja,abi terima bersih aja" tawar afkar ke abinya
keliatanya itu lebih baik,ok abi setuju"pak ilham mengiyakan keinginan putranya
bi pinjem mobil"
rud ayo ikut aku!"
kamu juga ikut dek"perintah afkar ke salsa
kemana kak?
dah ikut aja
aku mandi dan dzuhur dulu kak"
gi kakak tunggu di gazebo depan
iya kak"salsapun berlalu ke kamarnya
__ADS_1
rudi memandang kepergian salsa
ayo rud kita tunggu di depan"afkar menyeret tangan rudi